Tuesday, 20 October 2026 Banda Aceh 28°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

Massa Aksi Tembus Barikade Polisi dan Duduki Kantor Gubernur Aceh

Massa aksi menduduki area lobi Kantor Gubernur Aceh, Selasa (20/10/2026). (Foto: Nukilan/Sammy)
Massa aksi menduduki area lobi Kantor Gubernur Aceh, Selasa (20/10/2026). (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Aceh Resistance menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (20/10/2026) siang. Mereka berkumpul di depan pintu gerbang masuk Kantor Gubernur Aceh, sekitar pukul 15.00 WIB.

Massa aksi yang didominasi oleh mahasiswa berpakaian hitam dan sipil tanpa memakai jas almamater maupun spanduk tuntutan awalnya berkumpul di depan Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh.

Mereka menyampaikan beberapa tuntutan, di antara untuk bertemu langsung dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem untuk menyampaikan langsung tuntutan mereka. Selain itu, mereka juga menuntut Pemerintah Aceh untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan pemenuhan hak korban bencana banjir Aceh yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Pantauan Nukilan, massa aksi tampak berkumpul di depan gerbang Kantor Gubernur Aceh yang dikawal oleh barikade polisi dan personel Satpol PP-WH di dua gerbang masuk menuju kantor gubernur.

Setelah ditahan di pintu gerbang masuk, massa aksi kemudian berlari menuju ke arah pintu keluar yang juga dijaga oleh barikade polisi dan personel Satpol PP-WH.

Mereka kemudian berlari menuju ke pintu keluar yang ada di ujung timur Kantor Gubernur Aceh. Setelah sempat tertahan sebentar, massa aksi berhasil masuk ke dalam pekarangan Kantor Gubernur Aceh setelah melewati barikade polisi dan merusak pintu pagar.

Massa aksi kemudian bertahan sebentar dan duduk bersama di jalan pintu keluar sebelum kemudian bergerak lagi dan menduduki area lobi Kantor Gubernur Aceh untuk menyampaikan tuntutan mereka. Massa aksi tampak masih bertahan di area lobi dan menunggu perwakilan pemerintah untuk menemui mereka dan mendengarkan aspirasi mereka. []

Reporter: Sammy