Friday, 16 October 2026 Banda Aceh 32°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

Kualitas Udara Tapaktuan Masuk Kategori Sedang

Kualitas udara di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, berada pada kategori sedang dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) sebesar 85 berdasarkan data IQAir pada 16 Oktober 2026 pukul 10.00. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR/NUKILAN)
Kualitas udara di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, berada pada kategori sedang dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) sebesar 85 berdasarkan data IQAir pada 16 Oktober 2026 pukul 10.00. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR/NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Kualitas udara di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, berada pada kategori sedang dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) sebesar 85 berdasarkan data IQAir pada 16 Oktober 2026 pukul 10.00.

Pantauan Nukilan.id, konsentrasi polutan utama berupa partikel halus PM2.5 tercatat mencapai 27,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data IQAir tersebut berasal dari model berbasis satelit (satellite-derived model). IQAir mencatat konsentrasi PM2.5 di Tapaktuan saat itu mencapai 5,4 kali nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meski berada dalam kategori sedang, kondisi tersebut tetap perlu diperhatikan, terutama oleh kelompok sensitif terhadap polusi udara. IQAir merekomendasikan kelompok sensitif untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, menggunakan masker saat berada di luar, serta menutup jendela guna mengurangi masuknya udara luar ke dalam ruangan.

Data yang sama mencatat suhu udara di Tapaktuan sebesar 29 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam, dan kelembapan 77 persen.

Angka tersebut merupakan potret kondisi pada waktu pembaruan dilakukan. Kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, pergerakan angin, dan sumber pencemaran sehingga masyarakat perlu memantau informasi terbaru sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kabut asap yang menyelimuti Aceh berasal dari sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau melalui citra satelit Himawari-9.

Berdasarkan pemantauan citra satelit pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB, sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, wilayah yang terpantau diselimuti asap meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Sementara di Kalimantan, sebaran asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Meski demikian, data kualitas udara IQAir di Tapaktuan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa peningkatan konsentrasi PM2.5 di wilayah tersebut secara langsung disebabkan oleh sebaran asap karhutla. Penentuan sumber polutan memerlukan data pendukung yang relevan.

Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan kualitas udara dan mengurangi paparan polusi apabila kondisi memburuk, terutama bagi kelompok yang lebih rentan terhadap pencemaran udara. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News