Friday, 16 October 2026 Banda Aceh 32°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Aktual

Kualitas Udara Banda Aceh Masih Sedang, Konsentrasi PM2.5 Menurun

Kualitas udara di Kota Banda Aceh masih berada pada kategori sedang pada Jumat (16/10/2026). Berdasarkan data IQAir pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat sebesar 56. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR/NUKILAN)
Kualitas udara di Kota Banda Aceh masih berada pada kategori sedang pada Jumat (16/10/2026). Berdasarkan data IQAir pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat sebesar 56. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR/NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kualitas udara di Kota Banda Aceh masih berada pada kategori sedang pada Jumat (16/10/2026). Berdasarkan data IQAir pukul 10.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat sebesar 56.

Pantauan Nukilan.id, konsentrasi partikel halus PM2.5 sebagai polutan utama mencapai 11,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut setara 2,4 kali nilai panduan rata-rata tahunan PM2.5 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Angka AQI tersebut sedikit menurun dibandingkan Kamis (15/10/2026) pukul 07.00 WIB, ketika kualitas udara Banda Aceh tercatat sebesar 58. Pada saat itu, konsentrasi PM2.5 mencapai 12,9 µg/m³.

Meski masih dalam kategori sedang, kualitas udara tetap perlu diperhatikan, terutama oleh kelompok sensitif, seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

IQAir menyarankan kelompok sensitif mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Masyarakat juga disarankan menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar yang tercemar.

Pada Jumat pagi, suhu udara Banda Aceh tercatat 30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 4 kilometer per jam dan kelembapan udara 60 persen. Data kualitas udara tersebut bersumber dari model berbasis satelit.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terpantau melalui citra satelit Himawari-9 di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh.

Berdasarkan pemantauan pada Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB, sebaran asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, sebaran asap terpantau di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung. Sementara di Kalimantan, asap terpantau di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Namun, data yang tersedia belum cukup untuk memastikan bahwa sebaran asap karhutla tersebut menjadi penyebab langsung kondisi kualitas udara di Banda Aceh. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News