Friday, 9 October 2026 Banda Aceh 30°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Lingkungan

Bank Sampah DLHK Aceh Kembali Salurkan Sampah Terpilah ke USK

Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh kembali menyalurkan sampah terpilah kepada Bank Sampah Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa (6/10/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)
Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh kembali menyalurkan sampah terpilah kepada Bank Sampah Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa (6/10/2026). (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh kembali menyalurkan sampah terpilah kepada Bank Sampah Universitas Syiah Kuala (USK), Selasa (6/10/2026). Penjualan sampah terpilah tersebut merupakan tahap kedua yang dilakukan sepanjang 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya DLHK Aceh dalam mengelola sampah sejak dari sumber sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah di lingkungan kerja.

Ketua pelaksana harian Bank Sampah DLHK Aceh, Dewi Erawaty, mengatakan penjualan sampah terpilah ditargetkan dapat berlangsung secara rutin dua kali setiap bulan. Menurutnya, konsistensi tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan bank sampah sekaligus membentuk kebiasaan baru dalam menangani sampah sejak dari sumber.

Dewi menyebutkan, langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah mulai memilah sampah dari rumah. Kebiasaan tersebut juga diharapkan terlebih dahulu diterapkan di lingkungan internal DLHK Aceh sebagai bentuk tanggung jawab instansi dalam mendorong pengelolaan dan pelaporan sampah dari sumber.

“Kami berharap kesadaran memilah sampah dapat dimulai dari diri sendiri, termasuk dari pegawai DLHK Aceh. Kalau kebiasaan ini tumbuh di lingkungan kami, tentu akan lebih mudah menjadi contoh bagi instansi lainnya,” ujar Dewi.

Ia berharap Bank Sampah DLHK Aceh dapat menjadi contoh bagi satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) lainnya dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan.

Dewi menjelaskan, pengelolaan Bank Sampah DLHK Aceh tidak hanya bertujuan memberikan nilai ekonomi terhadap sampah yang dikumpulkan. Keberadaannya juga menjadi salah satu langkah untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), terutama di wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Setiap sampah yang berhasil dipilah dan disalurkan kembali melalui bank sampah berarti ada sebagian sampah yang tidak langsung menjadi beban TPA,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan yang dilakukan secara rutin tersebut dapat membuat kebiasaan memilah sampah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Kebiasaan yang dimulai dari lingkungan kantor diharapkan dapat diterapkan pula di rumah dan kemudian menjadi contoh bagi masyarakat maupun instansi pemerintah lainnya.

Pemilahan sampah dari sumber, penyaluran sampah yang memiliki nilai, serta upaya mengurangi beban TPA menjadi langkah sederhana yang apabila dilakukan secara konsisten dapat mendukung perubahan dalam pengelolaan sampah di Aceh.