M Nasir Dorong Sineas Muda Aceh Tingkatkan Kompetensi Perfilman

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DKPA), M Nasir, mendorong sineas muda Aceh untuk meningkatkan kompetensi di bidang perfilman melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan.

Hal itu disampaikan M Nasir dalam sambutannya pada Award Ceremony Aceh Documentary Competition (ADC) 2026 yang digelar Aceh Documentary di Perpustakaan Wilayah Aceh, Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (28/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi puncak penganugerahan dan penyerahan penghargaan bagi film dokumenter pelajar terbaik ADC 2026. Tiga film yang masuk dalam ajang tersebut yakni “Bili dan Laut”, “Bahasa Indatu”, dan “Selat Hormuz”.

Pantauan Nukilan di lokasi, Award Ceremony ADC 2026 berlangsung tertib dan dihadiri perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Aceh, perwakilan sekolah, serta siswa SMA/MA di Banda Aceh.

M Nasir mengatakan kompetisi tersebut seharusnya tidak dipandang sebagai akhir perjalanan peserta dalam membuat film dokumenter. Menurutnya, penghargaan yang diterima justru menjadi awal bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Saya kira ini adalah sebuah capaian bagi rekan-rekan semua dan tentu ini adalah awal ya, bukan akhir dari sebuah proses pembuatan film ini,” kata M Nasir dalam sambutannya, Senin (29/8/2026).

Ia mendorong Aceh Documentary untuk membantu membuka peluang pengembangan bagi para peserta, termasuk melalui rekomendasi pendidikan lanjutan di bidang perfilman.

“Ke depan ini bisa oleh Aceh Dokumenter bisa direkomendasikan ke mana gitu, melanjutkan kuliah di IKJ misalnya, untuk kemudian membangun kembali basis kemampuannya membuat film-filmnya,” ujarnya.

Menurut M Nasir, pendidikan dan proses belajar diperlukan untuk membangun kompetensi seorang sineas. Ia mengatakan kemampuan membuat film secara otodidak dapat menjadi modal awal, tetapi pengetahuan dan keterampilan tetap diperlukan untuk memperkuat kemampuan tersebut.

“Begitu dia dianggap kompeten ya, kompeten tentu harus ada knowledge di situ, harus ada skill,” kata M Nasir.

Ia menambahkan, pengembangan kompetensi juga tidak terbatas pada kemampuan teknis membuat film. Para calon sineas perlu memiliki pengetahuan dan literasi yang cukup untuk memahami berbagai perspektif dalam proses produksi film.

“Kalau hanya bisa dari otodidak ya. Bagi sebagian kompeten, tapi bagi orang-orang tertentu menganggap bahwa perlu belajar, perlu banyak literasi, perlu banyak hal yang dipelajari, dari sudut pandang apa pun membuat film itu seperti ini,” ujarnya.

M Nasir menilai peningkatan kompetensi tersebut juga dapat membuka peluang bagi perfilman untuk berkembang menjadi profesi bagi generasi muda.

Ia berharap para peserta ADC 2026 tidak berhenti setelah mengikuti kompetisi, tetapi terus mengasah kemampuan hingga menjadi sineas muda yang memiliki pengalaman dan kompetensi. []

Reporter: Sammy

spot_img

Read more

Local News