Aceh Tengah Peringkat 9 Nasional Kabupaten dengan Proporsi Lulusan Perguruan Tinggi Tertinggi

Share

NUKILAN.ID | TAKENGON – Kabupaten Aceh Tengah menempati peringkat kesembilan secara nasional sebagai kabupaten dengan proporsi penduduk tamatan perguruan tinggi tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Susenas 2025 Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 17,37 persen penduduk Aceh Tengah berusia 15 tahun ke atas merupakan tamatan perguruan tinggi.

Angka tersebut menempatkan Aceh Tengah dalam jajaran 10 besar kabupaten dengan proporsi lulusan perguruan tinggi tertinggi di Indonesia.

Secara nasional, sekitar 11 persen penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas merupakan tamatan perguruan tinggi. Dengan demikian, proporsi penduduk berpendidikan tinggi di Aceh Tengah berada cukup jauh di atas angka nasional.

Hasil penelusuran redaksi Nukilan.id, terdapat sejumlah faktor yang dapat berkaitan dengan tingginya proporsi lulusan perguruan tinggi di Aceh Tengah.

Pertama, posisi Aceh Tengah, khususnya Takengon, sebagai salah satu pusat pendidikan, ekonomi, dan jasa di wilayah dataran tinggi Gayo.

Keberadaan perguruan tinggi seperti Universitas Gajah Putih (UGP) dan IAIN Takengon turut memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat setempat tanpa harus selalu meninggalkan daerah.

Kedua, kondisi ekonomi masyarakat yang ditopang sektor agribisnis, terutama perkebunan kopi Gayo.

Komoditas kopi yang memiliki nilai ekonomi tinggi memberikan sumber pendapatan bagi sebagian masyarakat. Kondisi tersebut dapat membantu keluarga membiayai pendidikan anak hingga ke jenjang perguruan tinggi, baik di Aceh Tengah maupun di luar daerah seperti Banda Aceh, Medan, dan sejumlah kota di Pulau Jawa.

Ketiga, berkembangnya sektor pekerjaan non-pertanian seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.

Meskipun kopi Gayo menjadi salah satu sektor ekonomi utama, perputaran ekonomi komoditas tersebut turut mendorong pertumbuhan berbagai sektor turunannya.

Di sektor jasa dan ekonomi kreatif, misalnya, berkembang usaha kafe, industri pengolahan kopi atau roastery, perdagangan dan ekspor komoditas, serta pariwisata yang berbasis Danau Lut Tawar. Perkembangan sektor tersebut membuka kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan di bidang manajemen, komunikasi, teknologi, agribisnis, dan bidang lainnya.

Pertumbuhan aktivitas perdagangan komoditas juga turut membutuhkan dukungan sektor perbankan dan jasa keuangan. Kondisi ini dapat memperluas kesempatan kerja formal yang membutuhkan tenaga kerja dengan pendidikan tinggi.

Keempat, adanya nilai sosial dan budaya masyarakat Gayo yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu bentuk investasi keluarga.

Membiayai anak menempuh pendidikan tinggi, termasuk dengan mengirim mereka ke luar daerah, menjadi salah satu pilihan keluarga untuk meningkatkan kapasitas dan masa depan anak.

Sebagian lulusan perguruan tinggi kemudian kembali ke daerah asal dan berkontribusi melalui dunia usaha, sektor pemerintahan, maupun pekerjaan formal lainnya.

Tingginya proporsi penduduk tamatan perguruan tinggi tersebut menunjukkan posisi Aceh Tengah sebagai salah satu daerah dengan tingkat pendidikan tinggi yang relatif menonjol secara nasional. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News