NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Aceh pada Mei 2026 mencapai 5,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,95. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen, sedangkan yang terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,99 persen.
Plh Kepala BPS Provinsi Aceh, Abdul Hakim menjelaskan inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
“Pada Mei 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,95. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,09 persen, dengan IHK 118,52, dan terendah terjadi di Meulaboh yang mengalami inflasi 3,99 persen dengan IHK sebesar 115,53,” ujar Plh Kepala BPS Provinsi Aceh, Abdul Hakim, dalam siaran langsung akun YouTube BPS Aceh, dikutip Nukilan, Rabu (7/1/2026).
Selain inflasi tahunan, Abdul mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Mei 2026 sebesar 0,60 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 0,48 persen.
Abdul menyebut inflasi tahunan dipengaruhi kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,24 persen, disusul penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 10,15 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,89 persen. Sementara itu, dua kelompok mengalami penurunan indeks, yakni pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen serta pendidikan sebesar 0,16 persen.
Sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi tahunan di Aceh antara lain beras, emas perhiasan, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, Sigaret Kretek Tangan (SKT), daging ayam ras, serta ikan tongkol/ikan ambu-ambu. Sebaliknya, komoditas yang menahan laju inflasi di antaranya tarif air minum PAM, baju muslim wanita, bawang putih, cabai merah, kelapa, kentang, dan biaya pendidikan tingkat SMP maupun SMA.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 2,59 persen. Komoditas yang paling besar mendorong inflasi pada kelompok ini adalah beras dengan andil 0,61 persen, diikuti SKM dan tomat masing-masing 0,24 persen, serta minyak goreng sebesar 0,19 persen.
Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil inflasi sebesar 1,08 persen, terutama dipengaruhi kenaikan harga nasi dengan lauk, mi, bakso siap santap, sayur olahan, dan ketupat/lontong sayur.
Pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, inflasi mencapai 11,24 persen dengan komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar, yakni 0,55 persen terhadap inflasi tahunan Aceh.
Berdasarkan wilayah penghitungan IHK, seluruh daerah sampel di Aceh mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,09 persen, disusul Kabupaten Aceh Tamiang 5,69 persen, Kota Banda Aceh 4,77 persen, Kota Lhokseumawe 4,62 persen, dan Meulaboh 3,99 persen. []
Reporter: Sammy






