NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Akses beasiswa pendidikan bagi generasi muda Aceh Selatan menjadi salah satu perhatian dalam audiensi Plt. Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Selatan, Dr. Hifjir, M.Pd., bersama Direktur MUQ Aceh Selatan, Tgk. Dr. (Cand.) Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., dengan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A.
Pertemuan yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu sore, 16 September 2026, tersebut membahas peluang pengembangan program Beasiswa Pemerintah Aceh, terutama melalui jalur afirmasi.
Dalam pertemuan itu, Hifjir dan Ridho turut menyampaikan aspirasi agar kesempatan memperoleh beasiswa dapat menjangkau lebih banyak pelajar dari daerah, termasuk Aceh Selatan. Pemerataan sosialisasi program beasiswa juga dinilai penting agar informasi mengenai kesempatan pendidikan tidak hanya diketahui oleh masyarakat di wilayah perkotaan.
Plt. Ketua MPD Aceh Selatan, Dr. Hifjir, M.Pd., mengatakan MPD terus mendorong siswa di Aceh Selatan agar memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Di kesempatan kali ini MPD Aceh Selatan hadir dalam rangka membahas kuota Beasiswa Pemerintah Aceh melalui jalur afirmasi dan tahapan sosialisasi yang merata ke daerah Aceh. Kita ingin mendapatkan akses pendidikan yang adil dan merata di seluruh Aceh, Khusus nya Aceh Selatan, Program MPD dalam Motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terus kami berkeliling memberi motivasi kepada siswa” ujarnya.
Sementara itu, Direktur MUQ Aceh Selatan, Tgk. Dr. (Cand.) Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., mengusulkan adanya jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi hafiz dan hafizah Al-Qur’an serta alumni pesantren salafiyah yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi Islam di Timur Tengah.
Selain jalur afirmasi, ia juga mendorong agar pilihan negara tujuan beasiswa Pemerintah Aceh diperluas. Menurutnya, kesempatan belajar tidak hanya perlu diarahkan ke satu negara, tetapi juga dapat mencakup sejumlah negara lain yang memiliki perguruan tinggi dan tradisi pendidikan Islam.
“Setiap tahun masyarakat hanya melihat masih satu negara saja yang menjadi objek beasiswa pemerintah Aceh di Timur Tengah. Di kesempatan kali ini kami memohon agar terus berkembang dan meningkat, sehingga para generasi muda Aceh juga mendapatkan akses beasiswa Pemerintah Aceh ke Maroko, Yaman, dan Libya,” katanya.
Ridho menilai perluasan negara tujuan dapat memberikan pilihan yang lebih beragam bagi generasi muda Aceh sesuai bidang studi yang ingin mereka tekuni. Ia juga menyebut Maroko, Yaman, Libya, Tunisia dan negara lainnya sebagai alternatif yang dapat dipertimbangkan.
Menurutnya, pengembangan akses pendidikan tersebut juga perlu tetap memperhatikan karakter pendidikan Islam Aceh yang moderat dan berpegang pada prinsip wasathiyah sebagaimana amanah Qanun Aceh.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala BPSDM Aceh, Marthunis, menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali membuka sejumlah jalur afirmasi dalam program beasiswa Pemerintah Aceh.
“Tahun ini kita coba mulai kembali untuk membuka jalur afirmasi khusus hafiz dan tahfizul Qur’an serta afirmasi daerah tertinggal. Mari seksama mengikuti dan memantau semua akun media sosial BPSDM Aceh agar terus mendapatkan informasi terbaru mengenai beasiswa Pemerintah Aceh,” ujar Marthunis.
Marthunis juga mengapresiasi masukan yang disampaikan MPD dan MUQ Aceh Selatan. Ia berharap berbagai aspirasi tersebut dapat menjadi bahan pengembangan program sehingga penyaluran beasiswa semakin tepat sasaran dan kesempatan pendidikan dapat diakses secara lebih merata.
Pengalaman Marthunis yang pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Aceh Singkil dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh turut menjadi salah satu konteks dalam pembahasan mengenai kebutuhan perluasan akses pendidikan bagi masyarakat di daerah.
Dalam audiensi tersebut, Darlis Aziz, M.A., pengurus Forum Mahasiswa Aceh Dunia (FORMAD), juga menyampaikan peluang kerja sama dengan Turki Bursları Scholarship. Program tersebut merupakan beasiswa penuh Pemerintah Turki yang ditujukan bagi mahasiswa internasional pada jenjang S1, S2, dan S3.
Darlis yang merupakan demisioner Ketua Ikatan Keluarga Masyarakat Aceh-Turkiye (IKAMAT) menyatakan kesiapannya untuk ikut menjembatani pelajar Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Turki. Peluang tersebut dinilai dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan BPSDM Aceh.
Ia menyebut akses pendidikan internasional dapat menjadi salah satu alternatif bagi generasi muda Aceh untuk memperoleh pengalaman akademik dan kompetensi di luar negeri. Para penerima beasiswa diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman tersebut untuk berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia Aceh.
Audiensi itu turut dihadiri Kabag Umum Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Drs. Muhammad Nazari Syam, M.Si. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan MPA terhadap aspirasi yang disampaikan kalangan pemuda dan aktor pendidikan dari Aceh Selatan.
Selain itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Umum dan Fungsional BPSDM Aceh, Musmulyadi, S.Pd.I., MM., turut mendampingi Kepala BPSDM Aceh. Kehadiran pejabat teknis tersebut diharapkan dapat membantu menindaklanjuti hasil pembahasan, khususnya terkait aspek regulasi dan petunjuk teknis program.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat Aceh. Selain jalur afirmasi bagi hafiz dan tahfizul Qur’an, para peserta audiensi juga mendorong penguatan sosialisasi beasiswa hingga ke daerah serta perluasan pilihan pendidikan bagi generasi muda Aceh di dalam maupun luar negeri.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

