MAN 1 Aceh Barat Gandeng SMAA Terengganu, Perluas Kerja Sama Pendidikan ke Tingkat Internasional

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — MAN 1 Aceh Barat memperluas kerja sama pendidikan ke tingkat internasional dengan menjalin kemitraan bersama Sekolah Menengah Agama Atas (SMAA) Terengganu, Malaysia.

Kerja sama tersebut resmi ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala MAN 1 Aceh Barat Faisal dan Kepala SMAA Terengganu Muhdan. Kegiatan itu turut disaksikan perwakilan pendidikan dari Thailand dan Kamboja.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Khairul Azhar SAg MA, mengatakan kolaborasi lintas negara tersebut dapat menjadi kesempatan bagi madrasah untuk memperluas akses pembelajaran dan pengembangan kapasitas.

“Kami mengapresiasi langkah MAN 1 Aceh Barat yang terus membuka jejaring pendidikan hingga ke tingkat internasional. Kerja sama seperti ini jangan berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata bagi siswa dan guru,” ujar Khairul Azhar.

Menurut dia, kemitraan dengan SMAA Terengganu juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi MAN 1 Aceh Barat untuk membangun hubungan serupa dengan institusi pendidikan Islam lainnya di Asia Tenggara.

“Harapan kami, dari kerja sama ini lahir berbagai program konkret seperti pertukaran pelajar dan guru, pengembangan kurikulum, riset bersama, penguatan tahfiz dan dakwah, serta kegiatan akademik lainnya. Dengan demikian, siswa madrasah memiliki pengalaman belajar yang lebih luas dan mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri keislaman dan budaya Aceh,” tambahnya.

Faisal menyebut penandatanganan MoU tersebut sebagai bagian dari upaya MAN 1 Aceh Barat meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi siswa dan guru untuk memperoleh pengalaman di lingkungan internasional.

“Alhamdulillah, hari ini MAN 1 Aceh Barat melangkah ke tingkat internasional. Kerja sama dengan SMAA Terengganu ini memuat sejumlah butir perjanjian yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Faisal.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua lembaga memasukkan sejumlah bidang kerja sama. Di antaranya pertukaran pelajar dan guru untuk memperkuat kemampuan bahasa dan pemahaman budaya, pengembangan kurikulum akademik serta keagamaan, riset dan karya ilmiah bersama, hingga penguatan tahfiz, dakwah dan kegiatan keislaman.

Kerja sama juga mencakup penyelenggaraan seminar dan lokakarya internasional secara bersama.

Dari pihak Malaysia, Kepala SMAA Terengganu Muhdan menyatakan dukungannya terhadap kemitraan tersebut. Ia melihat terdapat kesamaan historis, budaya dan keislaman antara Aceh dan Terengganu yang dapat menjadi dasar pengembangan kolaborasi pendidikan.

“Kami melihat Aceh dan Terengganu memiliki kedekatan historis, budaya, dan keislaman yang kuat. Kerja sama ini bukan hanya di atas kertas, tetapi akan kami implementasikan untuk melahirkan generasi ulama dan cendekiawan yang berdaya saing global,” kata Muhdan.

Hubungan pendidikan antara Aceh Barat dan Terengganu sebelumnya juga mendapat momentum melalui keikutsertaan pelajar Aceh Barat dalam South East Asia Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop tingkat sekolah menengah atas di Terengganu.

Dalam kegiatan tersebut, MAN 1 Aceh Barat dan MAN 2 Aceh Barat menjadi bagian dari delegasi Aceh Barat. Peserta lainnya berasal dari sejumlah sekolah di Aceh Barat, yakni SMAN Meulaboh, SMAN 2 Meulaboh, SMAN Wira Bangsa, SMAN 1 Woyla Barat, dan SMAN 1 Woyla.

Total peserta dalam ajang tersebut mencapai 573 orang yang berasal dari Indonesia, Thailand, Kamboja dan Malaysia.

Para peserta dijadwalkan mengikuti kompetisi sesuai bidang masing-masing di Universiti Malaysia Terengganu (UMT). Bagi pelajar Aceh Barat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus berinteraksi dan membangun jejaring dengan pelajar dari negara-negara Asia Tenggara.

Khairul Azhar meminta para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut bukan semata untuk mengejar prestasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang dapat dibawa pulang ke Aceh Barat.

“Kami berharap anak-anak Aceh Barat tidak hanya pulang membawa prestasi, tetapi juga pengalaman, persahabatan dan wawasan baru. Mereka adalah generasi yang nantinya akan membawa nama baik Aceh Barat, Aceh dan Indonesia. Madrasah harus terus hadir sebagai ruang untuk melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, berprestasi dan mampu berkiprah di tingkat internasional,” pungkas Khairul Azhar.

Kemenag Aceh Barat selanjutnya mendorong agar kesepakatan antara MAN 1 Aceh Barat dan SMAA Terengganu segera diterjemahkan ke dalam kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh siswa maupun guru. Pertukaran pelajar dan kolaborasi pendidikan menjadi sejumlah program yang diharapkan dapat memperkuat hubungan kedua institusi secara berkelanjutan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News