Sumur Minyak Warga Aceh Timur Mengalir Alami, Produksi Capai 2.800 BOPD

Share

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Produksi minyak dari sumur masyarakat di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, dilaporkan mencapai sekitar 2.800 barel per hari atau barrel oil per day (BOPD). Besarnya produksi tersebut kini menghadapi kendala karena fasilitas penampungan di lokasi belum mampu menampung seluruh minyak yang dihasilkan.

Kondisi itu mendapat perhatian pemerintah lantaran minyak dari sejumlah sumur milik masyarakat dapat keluar ke permukaan secara alami tanpa bantuan pompa. Aliran minyak yang berlangsung terus-menerus membuat kapasitas penampungan menjadi persoalan yang harus segera ditangani.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan Pemerintah Aceh telah mengirimkan surat kepada SKK Migas terkait produksi minyak dari sumur masyarakat tersebut.

“Gubernur Aceh telah menyampaikan surat resmi produksi minyak dari sumur masyarakat di Aceh Timur sebesar 2.800 BOPD,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Listrik Indonesia, Senin (7/9/2026).

Menurut Djoko, sumur minyak masyarakat di Aceh Timur memiliki karakteristik yang berbeda. Minyak dari sumur-sumur tersebut dapat mengalir dengan sendirinya ke permukaan selama kondisi sumur masih memungkinkan.

Besarnya aliran minyak kemudian menimbulkan persoalan pada sisi penanganan di lapangan. Ketersediaan tempat penampungan yang terbatas membuat masyarakat dan pemerintah daerah kesulitan mengelola minyak yang terus keluar dari sumur.

“Sumur masyarakat di Aceh Timur menyembur sendiri tanpa dipompa. Gubernur dan masyarakat kewalahan menampungnya,” ujar Djoko.

SKK Migas meminta persoalan tersebut segera mendapat penanganan. Selain berkaitan dengan optimalisasi produksi, pengelolaan sumur dan minyak yang keluar secara alami juga menyangkut aspek keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.

“Harus segera dibantu, gerak cepat demi keselamatan warga yang menampung minyak,” tegas Djoko.

Produksi sekitar 2.800 BOPD dari sumur masyarakat menunjukkan potensi minyak yang cukup besar di Aceh Timur. Apabila dikelola melalui sistem yang aman dan sesuai ketentuan, produksi tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah sekaligus berkontribusi terhadap kebutuhan minyak nasional.

Namun, pemanfaatan potensi itu membutuhkan dukungan fasilitas penampungan, infrastruktur, serta penerapan standar keselamatan dan tata kelola yang memadai. Pemerintah bersama pihak terkait dinilai perlu bergerak cepat agar aliran minyak dari sumur masyarakat dapat ditangani dengan aman dan tidak menimbulkan risiko bagi warga.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News