Enam Siswi WIBA Meulaboh Bersiap Berlaga di Olimpiade Internasional Malaysia

Share

NUKILAN.ID | MEULABOH — Enam pelajar SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh (WIBA) mendapat kesempatan mewakili Aceh Barat dalam ajang Asia Pacific Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop (APOC) 2026 yang berlangsung di Terengganu, Malaysia, 7–10 September 2026.

Keenam siswi tersebut yakni Cut Syifa Aisy Aryanza, Najwa Fadiya Rahman, Fatimah Zahra Usman, Siti Shofi Atiq, Cut Fitriani Alhusna, dan Nafilah Qisti Fasriyani. Mereka menjadi bagian dari delegasi 25 pelajar asal Aceh yang akan mengikuti kompetisi sekaligus kegiatan workshop internasional bersama peserta dari negara-negara kawasan Asia Pasifik.

Bagi SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh, keberangkatan enam siswi tersebut menjadi capaian tersendiri. Mereka tidak hanya berkesempatan menguji kemampuan akademik dalam kompetisi internasional, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar dan berinteraksi dengan pelajar dari berbagai negara.

Kepala SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh, Burhanuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan kesempatan tersebut dapat menjadi sarana bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menambah pengalaman di tingkat internasional.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas kesempatan yang diberikan kepada enam siswa SMAN 4 Wira Bangsa untuk mengikuti olimpiade internasional di Terengganu, Malaysia. Ini merupakan kesempatan sekaligus peluang yang sangat baik bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan, menambah pengalaman dan tentunya meraih prestasi,” ujar Burhanuddin, Minggu, 6 September 2026.

Ia berharap para siswi dapat menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti kegiatan. Selain itu, mereka diminta tetap menjaga sikap serta nama baik sekolah dan Aceh Barat selama berada di Malaysia.

“Kami berharap mereka dapat memberikan kemampuan terbaik, menjaga nama baik sekolah dan daerah, serta mendapatkan pengalaman berharga yang nantinya dapat memotivasi siswa-siswa lainnya untuk berprestasi,” tambahnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru, tenaga kependidikan, Komite Sekolah, serta orang tua yang telah memberikan dukungan kepada para siswi.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Barat, T. Kamarisal, M.Si. Ia menyebut keterlibatan enam siswa WIBA dalam ajang tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan daya saing pelajar di daerah.

“Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan siswa-siswi SMAN 4 Wira Bangsa mengikuti ajang internasional di Terengganu, Malaysia. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan Aceh Barat,” kata T. Kamarisal.

Menurut dia, pengalaman berkompetisi di tingkat internasional dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan kemampuan siswa. Ia berharap capaian tersebut mendorong pelajar lain untuk tidak ragu mengikuti kompetisi di berbagai tingkatan.

“Semoga keberhasilan ini dapat memotivasi siswa-siswa lainnya untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan dan berani mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Delegasi APOC 2026 Aceh, Aduwina Pakeh, M.Sc., menjelaskan bahwa keikutsertaan 25 pelajar Aceh dalam kegiatan tersebut dirancang untuk memperluas kesempatan generasi muda mendapatkan pengalaman di lingkungan internasional.

Menurutnya, APOC tidak hanya menitikberatkan pada kompetisi akademik. Para peserta juga memperoleh kesempatan berinteraksi dengan pelajar dari negara lain, mengenal kebudayaan berbeda, serta mempelajari konsep pariwisata berkelanjutan.

“APOC bukan sekadar kompetisi olimpiade. Ada pengalaman internasional yang ingin kita bangun, anak-anak kita diberi kesempatan untuk berkompetisi, berinteraksi dengan peserta dari kawasan Asia Pasifik, mengenal budaya lain dan sekaligus mendapatkan wawasan tentang sustainable tourism,” jelas Aduwina.

Rangkaian APOC 2026 menggabungkan kompetisi olimpiade dengan Sustainable Tourism Workshop. Kegiatan tersebut memberikan pembekalan kepada peserta mengenai pengembangan sektor pariwisata yang memperhatikan keberlanjutan, lingkungan, serta aspek sosial.

Selain mengikuti kegiatan akademik, para pelajar juga memiliki kesempatan mengenal lingkungan pendidikan dan kebudayaan di negara lain serta membangun koneksi dengan peserta dari kawasan Asia Pasifik.

“Kita ingin membuka jalan bagi siswa Aceh untuk go international. Pengalaman yang mereka dapatkan hari ini diharapkan menjadi modal bagi mereka untuk mengikuti kompetisi, pendidikan maupun membangun jejaring internasional pada masa yang akan datang,” katanya.

Aduwina mengatakan pelajar Aceh sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam sejumlah kegiatan internasional dan mampu menunjukkan kemampuan mereka di tengah persaingan global. Untuk APOC tahun ini, sebanyak 25 pelajar kembali dipersiapkan, dengan enam peserta berasal dari SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh.

“Alhamdulillah, dari berbagai kegiatan internasional yang pernah kita ikuti, pelajar Aceh telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan meraih prestasi. Tahun ini kita kembali membawa 25 peserta dari Aceh, dan enam di antaranya berasal dari SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh,” ujarnya.

Keberangkatan enam siswi WIBA ke Malaysia diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas setelah kegiatan berakhir. Pengalaman yang mereka peroleh selama mengikuti kompetisi dan workshop dapat menjadi bekal sekaligus dibagikan kepada pelajar lain di Aceh Barat.

Dengan demikian, kesempatan tampil di ajang internasional tidak hanya menjadi pencapaian bagi keenam siswi, tetapi juga diharapkan mendorong semakin banyak pelajar di daerah tersebut untuk mengembangkan kemampuan dan berani mengambil peluang di tingkat global.

Editor: Akil

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News