Mahasiswi Akuntansi Unimal Raih Juara 1 Sayembara Tingkat Dayah se-Aceh Utara

Share

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Najiatul Husna, mahasiswi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (Unimal), berhasil meraih juara pertama dalam Sayembara Tingkat Dayah se-Aceh Utara.

Ajang tersebut berlangsung di Dayah Darul Ma’arif Al Aziziah pada 29 Juni 2026 dan hasilnya diumumkan pada Senin, 6 Juli 2026.

Najiatul mengikuti kompetisi itu bersama enam anggota lainnya dalam satu regu yang beranggotakan tujuh orang. Tim tersebut menampilkan drama syariat berjudul “Kehidupan Ahmad Bilal” sebagai karya yang diperlombakan.

“Drama tersebut mengangkat kisah perjalanan kehidupan seorang tokoh yang sarat dengan nilai keagamaan, perjuangan, serta proses menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Najiatul.

Untuk mempersiapkan penampilan, Najiatul bersama anggota tim menjalani serangkaian persiapan selama bulan Muharram. Mereka mengerjakan berbagai kebutuhan pertunjukan, mulai dari merancang konsep hingga melakukan latihan dan menyempurnakan penampilan.

“Mulai dari menyusun konsep cerita, mempersiapkan peran, hingga latihan dan penyempurnaan penampilan dilakukan secara bersama-sama,” terangnya.

Kerja sama antarpemain menjadi salah satu faktor yang membantu tim tersebut meraih hasil terbaik dalam kompetisi. Penampilan mereka akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama Sayembara Tingkat Dayah se-Aceh Utara.

“Berkat kerja sama dan kekompakan seluruh anggota tim, drama yang mereka tampilkan berhasil meraih Juara 1 Sayembara Tingkat Dayah,” tambahnya.

Prestasi Najiatul tidak berhenti pada kompetisi drama. Ia juga berhasil memperoleh Juara 2 Kelas di Dayah.

Menurut Najiatul, keikutsertaannya dalam sayembara tersebut memiliki makna lebih dari sekadar mengejar kemenangan. Drama yang ditampilkan menjadi sarana untuk menyampaikan pesan keagamaan dan nilai kehidupan kepada para penonton.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pentingnya mempelajari ilmu agama karena ilmu agama bisa menjadi bekal dan membantu kita di akhirat nanti. Selain itu, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Masa lalu yang penuh kesalahan bukanlah akhir dari segalanya,” ungkap Najiatul.

Dari proses tersebut, Najiatul mengaku memperoleh sejumlah pengalaman penting. Di antaranya adalah belajar membangun kerja sama, menjaga kekompakan tim, meningkatkan keberanian saat tampil di depan publik, serta mengemas pesan keagamaan melalui seni pertunjukan.

“Prestasi tersebut menjadi pengalaman membanggakan bagi saya dan tim sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi dan berprestasi, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus,” tutupnya.

Read more

Local News