NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Juli 2026 mencapai 84,04 juta dolar Amerika Serikat (USD), turun 1,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Aceh, Agus Andria mencatat nilai ekspor Aceh pada Juni 2026 mencapai 85,31 juta USD.
“Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Juli 2026 sebesar 84,04 juta USD,” kata Agus Andria dilansir Nukilan dari siaran langsung akun YouTube BPS Aceh, Rabu (2/9/2026).
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Juli 2026 justru mengalami peningkatan 36,97 persen. Ekspor Aceh pada Juli 2025 tercatat sebesar 61,35 juta USD.
Berdasarkan kelompok komoditas, ekspor Aceh pada Juli 2026 masih didominasi bahan bakar mineral, khususnya batubara, dengan nilai 53,18 juta USD atau berkontribusi 63,29 persen terhadap total ekspor nonmigas.
Selanjutnya, ekspor kelompok lemak dan minyak hewan/nabati mencapai 14,22 juta USD atau 16,92 persen. Sementara kopi dan rempah-rempah menyumbang 14,03 juta USD atau sekitar 16,70 persen.
Dari sisi sektor lapangan usaha, hasil pertambangan menjadi penyumbang terbesar ekspor Aceh dengan nilai 53,24 juta USD atau 63,35 persen. Berikutnya industri pengolahan sebesar 15,84 juta USD dan pertanian sebesar 14,96 juta USD.
India menjadi negara tujuan ekspor terbesar Aceh pada Juli 2026 dengan nilai 63,05 juta USD atau 75,02 persen dari total ekspor. Komoditas yang dikirim ke negara tersebut didominasi batubara, CPO dan berbagai produk kimia.
Selain India, ekspor Aceh juga ditujukan ke Amerika Serikat sebesar 10,19 juta USD, Thailand 3,13 juta USD dan Vietnam 2,34 juta USD.
Sementara itu, nilai impor Aceh pada Juli 2026 mencapai 81,89 juta USD, melonjak 214,46 persen dibandingkan Juni 2026 yang tercatat 26,04 juta USD. Dengan demikian, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Juli 2026 masih mencatat surplus sekitar 2,15 juta USD.
BPS Aceh juga mencatat, secara kumulatif hingga Juli 2026, nilai ekspor Aceh mencapai 450,76 juta USD, sedangkan impor sebesar 378,74 juta USD. Neraca perdagangan luar negeri secara kumulatif masih surplus 72,02 juta USD. []
Reporter: Sammy

