NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Guru Besar Makroekonomi Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Prof Rustam Effendi, menilai Destry Damayanti memiliki kapasitas untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah setelah resmi diangkat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menurut Rustam, pengalaman panjang Destry di Bank Indonesia menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan bank sentral.
“Kalau kita lihat rekam jejaknya, beliau sudah lama berkiprah di Bank Indonesia. Jadi, pengalaman tersebut tentu menjadi modal penting dalam menjalankan tugasnya sebagai Gubernur BI,” kata Prof Rustam kepada Nukilan, Rabu (2/9/2026).
Ia menilai pengalaman tersebut membuat Destry memahami instrumen serta arah kebijakan yang dapat digunakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas perekonomian.
“Dengan pengalaman tersebut, tentu beliau sudah memahami bagaimana kebijakan-kebijakan yang perlu diambil nantinya,” ujarnya.
Rustam mengatakan pengalaman sebagai praktisi di lingkungan Bank Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi Destry. Menurutnya, pengalaman praktis yang panjang tetap menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai gubernur bank sentral.
Ia juga berharap kepemimpinan Destry dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia. Kepercayaan tersebut dinilai penting untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
“Mudah-mudahan dengan diangkatnya beliau sebagai Gubernur BI, pasar juga akan semakin percaya terhadap kebijakan yang diambil Bank Indonesia,” katanya.
Rustam menambahkan, kemampuan merumuskan dan menerapkan kebijakan yang tepat akan menjadi faktor penting dalam menjaga nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi ke depan.
“Saya berharap nilai tukar juga bisa beliau jaga melalui kombinasi kebijakan yang tepat,” kata Rustam. []
Reporter: Sammy

