Wawalko Banda Aceh Resmikan Daurah Al-Qur’an Ramadan di Masjid Oman Al-Makmur

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, secara resmi membuka kegiatan Daurah Al-Qur’an yang digelar di Masjid Oman Al-Makmur, Gampong Bandar Baru (Lampriet), Jumat, 20 Februari 2026.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan dan digagas oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Oman Al-Makmur tersebut diikuti ratusan peserta. Para peserta dibagi dalam tiga kelas pembelajaran, yakni iqra/tahsin, ziyadah, dan muraja’ah.

Aamatan Nukilan.id, Afdhal dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Daurah Al-Qur’an tidak sekadar menjadi kegiatan tahunan, melainkan bagian dari upaya strategis membangun generasi Qurani di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, era digital menghadirkan tantangan baru karena generasi muda sangat mudah terpapar berbagai informasi tanpa batas, termasuk konten yang tidak selaras dengan nilai-nilai Islam.

Ia menyebut tantangan yang dihadapi saat ini meliputi degradasi adab, lemahnya literasi agama, serta menurunnya kedisiplinan. Karena itu, pembangunan fisik kota harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter masyarakat agar tidak terjadi ketimpangan.

“Perubahan kota harus dimulai dari perubahan manusia. Dan manusia dibentuk oleh nilai, oleh akhlak, oleh Al-Qur’an. Karena itu, pemerintah kota terus mendukung program pembinaan masjid, penguatan TPA/TPQ, serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan agama. ‘Daurah ini adalah bagian dari kesinambungan program tersebut,’” ujarnya.

Ia juga menekankan fungsi masjid yang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan peradaban.

“Rasulullah SAW menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan, musyawarah, dan pembinaan karakter,” ujarnya lagi.

Menurut Afdhal, keberlanjutan capaian pembangunan pemerintah sangat bergantung pada kekuatan nilai spiritual dan kesadaran kolektif masyarakat. “Di sinilah peran masjid seperti Masjid Oman Al-Makmur menjadi sangat strategis.”

Kepada para peserta, ia mengingatkan bahwa banyak generasi muda memiliki kecerdasan akademik, namun masih lemah dalam kedisiplinan dan daya tahan menghadapi tantangan. Budaya serba instan, kata dia, membuat anak-anak mudah menyerah.

Karena itu, Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat program pembinaan generasi muda melalui sekolah, dayah, serta kegiatan berbasis masjid. “Partisipasi anak-anak dalam kegiatan keagamaan meningkat setiap Ramadan. Ini menunjukkan potensi besar yang harus terus dibina secara konsisten.”

Afdhal juga berharap adanya dukungan penuh dari para orang tua dalam proses pendidikan anak.

” Karena keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan sekolah atau masjid, tetapi lingkungan keluarga. Tanpa dukungan orang tua, pembinaan tidak akan optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai studi pendidikan menunjukkan keterlibatan orang tua memiliki hubungan langsung dengan keberhasilan akademik dan pembentukan moral anak.

“Karena itu sinergi rumah dan masjid adalah kunci lahirnya generasi qurani,” ujarnya lagi.

Pemerintah Kota Banda Aceh, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan pembinaan Al-Qur’an di masjid-masjid, memfasilitasi program kepemudaan berbasis keagamaan, serta mengintegrasikan pembangunan fisik dengan pembangunan karakter masyarakat.

“Kami berharap daurah di Masjid Oman ini melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, disiplin dan berintegritas, serta siap menjadi penerus pembangunan kota,” kata seraya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Ramadan 1447 Hijriah sebagai momentum kebangkitan spiritual. (XRQ)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News