NUKILAN.id | Sukamakmue – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan provinsi yang menghubungkan Nagan Raya dengan Aceh Tengah, khususnya di kawasan Gunung Singgah Mata, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu longsor.
“Kami imbau masyarakat berhati-hati karena jika diguyur hujan lebat, kawasan hutan lindung Gunung Singgah Mata sangat rawan diterjang longsor tebing gunung,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nagan Raya, Tamarlan, Kamis (3/4/2025).
Gunung Singgah Mata selama ini menjadi jalur alternatif yang kerap digunakan pengendara untuk menuju wilayah tengah, utara, dan timur Aceh. Selain itu, jalur ini juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin bepergian ke pantai barat-selatan Aceh, karena mampu memangkas waktu tempuh dibandingkan jalur utama.
Namun, kondisi geografis kawasan ini yang berbukit dan dikelilingi hutan lindung membuatnya rentan terhadap bencana longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Beberapa titik di sepanjang lintasan Gunung Singgah Mata diketahui kerap mengalami pergerakan tanah yang membahayakan pengguna jalan.
Sebagai langkah antisipasi, satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor serta memperbaiki struktur tebing yang terdampak. Upaya ini dilakukan guna memastikan akses jalan tetap dapat dilalui dengan aman.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat, terutama pengendara roda dua dan empat, agar lebih berhati-hati serta selalu memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan melalui jalur tersebut. Pengguna jalan disarankan untuk menghindari melintas di kawasan ini saat hujan deras guna mengurangi risiko kecelakaan akibat longsor.
Hingga saat ini, arus lalu lintas di jalur tersebut masih terpantau lancar. Namun, masyarakat diingatkan untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan guna menghindari kemungkinan terjadinya bencana di kemudian hari.
Editor: Akil