NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasar takjil yang tersebar di 25 titik di Banda Aceh menjadi magnet bagi warga yang ingin mencari makanan untuk berbuka puasa. Namun, tak hanya umat Muslim yang meramaikan suasana pasar sore itu, warga non-Muslim pun ikut berburu takjil—atau yang kini populer dengan sebutan War Takjil—menjelang waktu berbuka.
Di pasar takjil yang berlokasi di Jalan Tgk Dibaroh dan Jalan Garuda, suasana sore hari begitu semarak. Beragam hidangan khas Ramadan tersaji di sepanjang jalan, dari camilan manis hingga makanan berat yang menggugah selera. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, Aurelia, seorang warga non-Muslim, tampak antusias memilih takjil favoritnya.
“Seru ramai-ramai, banyak kuliner yang kadang tidak ditemukan di tempat lain ada di sini,” kata Aurelia saat ditemui di pasar takjil pada Senin (3/3/2025) lalu.
Ia mengaku sudah beberapa tahun terakhir menjadikan berburu takjil sebagai bagian dari rutinitasnya setiap Ramadan. Menurut Aurelia, berburu takjil bukan sekadar menikmati kuliner, tetapi juga merasakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang penuh kehangatan.
“Saya sering datang untuk mencoba berbagai macam makanan yang dijajakan di sini. Ada Mie Sop dan Martabak yang menjadi favorit saya,” katanya.
Tidak hanya Aurelia, beberapa warga non-Muslim lainnya juga terlihat berbaur dengan pengunjung Muslim di pasar takjil. Para pedagang menyambut baik keberagaman ini, melihatnya sebagai peluang untuk memperkenalkan kuliner khas Ramadan kepada siapa saja tanpa memandang latar belakang agama.
“Biasa aja, kan kita juga berbaur,” tambah Aurelia dengan senyum. Baginya, keberadaan pasar takjil bukan hanya tentang berburu makanan lezat, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Seiring berkembangnya tren kuliner di Banda Aceh, pasar takjil semakin menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah. Keberagaman pengunjung memberikan dampak positif bagi para pedagang UMKM yang berjualan di sana. Banyak dari mereka yang merasakan peningkatan omzet berkat semakin ramainya pembeli dari berbagai kalangan.
Di bulan Ramadan, semangat berbagi dan kebersamaan terasa di setiap sudut kota. Tradisi berburu takjil bukan hanya milik umat Muslim, tetapi juga telah menjadi bagian dari kebiasaan sosial yang menyatukan masyarakat Banda Aceh dalam keberagaman.
Editor: Akil