Wanita Asal Langsa Terlantar di Malaysia Setelah Kabur dari Majikan, Kini Kembali ke Aceh

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Seorang perempuan asal Kota Langsa, Aceh, bernama Yayang Lestari (28), sempat mengalami masa sulit dan terlantar di Malaysia setelah melarikan diri dari kejaran agen yang membawanya bekerja ke negeri jiran tersebut.

Setelah melalui berbagai upaya pencarian dan koordinasi, Yayang akhirnya berhasil dipulangkan dan kembali berkumpul dengan keluarganya di kampung halaman.

Mengutip Detik.com, informasi mengenai keberadaan Yayang pertama kali dilaporkan pihak keluarga kepada anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Haji Uma di Malaysia segera melakukan penelusuran serta berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan koordinasi dengan tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia dan pihak KBRI, Yayang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Kami membantu proses pemulangannya hingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Langsa,” kata Haji Uma kepada wartawan, Senin (15/6/2026).

Menurut keterangan yang diterima, Yayang sempat kehilangan kontak dengan keluarganya selama dua tahun. Kondisi itu membuat keluarga khawatir dan berupaya mencari berbagai cara untuk mengetahui keberadaannya.

Setelah ditemukan, Yayang mendapatkan perlindungan dari KBRI Kuala Lumpur selama beberapa hari. Selanjutnya, Haji Uma membantu proses pemulangannya dengan membiayai tiket penerbangan menuju Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara.

Selain itu, transportasi lanjutan dari Kualanamu menuju Kota Langsa juga telah disiapkan. Yayang kemudian dijemput langsung oleh Al Rizki Lo untuk melanjutkan perjalanan pulang hingga tiba di kampung halamannya.

Berdasarkan pengakuan Yayang, dirinya berangkat ke Malaysia setelah menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman yang menjanjikan pekerjaan di sebuah restoran. Namun, sesampainya di Malaysia, pekerjaan yang diberikan ternyata tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

“Saya diajak bekerja di restoran, tetapi setelah sampai di Malaysia ternyata dijadikan asisten rumah tangga. Karena tidak sanggup menjalani pekerjaan tersebut, saya memutuskan melarikan diri dan mencari perlindungan ke KBRI,” jelas Haji Uma.

Kasus yang dialami Yayang menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan di luar negeri. Haji Uma menekankan pentingnya memastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan yang tidak jelas. Pastikan seluruh proses dilakukan secara legal agar terhindar dari berbagai persoalan dan hak-hak pekerja tetap terlindungi,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri dapat lebih teliti dalam memeriksa legalitas agen penyalur maupun perusahaan yang menawarkan pekerjaan, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News