NUKIAN.ID | BANDA ACEH — Delapan bulan setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Aceh, upaya untuk bangkit terus dilakukan melalui berbagai cara, termasuk lewat seni. Sejumlah seniman lokal akan menyuarakan semangat pemulihan melalui sebuah pertunjukan melukis di atas kaos yang digelar di Kota Banda Aceh.
Kegiatan bertajuk “SHOW ART Melukis Kaos” akan berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) mulai pukul 20.00 WIB di pelataran Toko Olexs Kaos Aceh, Peunayong. Mengusung tema “8 Bulan Aceh Setelah Bencana”, acara ini memadukan pertunjukan seni, apresiasi terhadap karya perupa lokal, sekaligus upaya mendorong ekonomi kreatif.
Pada penyelenggaraan perdana, tiga seniman Aceh akan menampilkan proses melukis secara langsung di hadapan pengunjung. Mereka adalah Iswadi Basri dari Komunitas Apotek Wareuna, Olexs selaku penggagas Olexs Kaos Aceh, serta Kamar Agam, seniman asal kawasan terdampak bencana di Gayo yang tergabung dalam Sanggar Lukis Atelier.
Berbeda dengan pameran seni pada umumnya, para perupa menggunakan kaos polos sebagai media berkarya. Melalui medium tersebut, karya seni tidak hanya menjadi objek visual, tetapi juga dapat dikenakan sebagai wearable art yang membawa pesan tentang ketangguhan dan harapan masyarakat Aceh.
Bagi Kamar Agam, kegiatan ini merupakan ruang untuk menyampaikan pengalaman dan semangat masyarakat yang masih berjuang bangkit setelah bencana, khususnya di wilayah Gayo.
“Bencana memang menyisakan duka dan kerusakan, terutama bagi kami yang merasakan langsung di kawasan Gayo. Tapi seni tidak boleh mati bersama reruntuhan,” ujar Kamar Agam saat ditemui di sela-sela persiapan gelaran, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan, setiap karya yang dilukis di atas kaos memiliki makna lebih dari sekadar produk yang dapat dipakai sehari-hari.
“Lewat media kaos ini, saya ingin menyampaikan bahwa masyarakat Aceh, khususnya daerah-daerah terdampak, punya daya juang yang luar biasa untuk bangkit. Kaos yang kita lukis bukan sekadar pakaian yang dijual, tapi ada cerita, kenangan, dan doa yang melekat di dalamnya. Kami berharap siapa pun yang memakainya nanti ikut merasakan semangat pantang menyerah itu,” tambahnya.
Selain menjadi media ekspresi, kegiatan ini juga bertujuan memperluas ruang ekonomi kreatif bagi para seniman. Penggunaan kaos sebagai media dinilai mampu mendekatkan karya seni kepada masyarakat karena lebih fungsional, mudah dijangkau, dan memiliki nilai ekonomi.
Penggagas kegiatan sekaligus pemilik Olexs Kaos Aceh berharap konsep tersebut dapat menjadi ruang baru bagi perkembangan seni rupa di Banda Aceh. Ke depan, kegiatan ini direncanakan berlangsung secara rutin setiap Sabtu malam dengan melibatkan pelukis serta komunitas seni dari berbagai kalangan.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh, Komunitas Apotek Wareuna, Sanggar Lukis Atelier, Olexs Kaos Aceh, Sumboe Art Community, Kana Art Institute, MaSA, serta Belajar Menggambar Mewarnai Bersama cek is.
Masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya diundang untuk hadir menyaksikan proses pembuatan karya seni tersebut sekaligus berinteraksi langsung dengan para seniman di kawasan Peunayong. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

