Sekjen Demokrat Harap Musda Aceh Jadi Ajang Konsolidasi Hadapi Pemilu 2029

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh digelar di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026). Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menekankan pentingnya konsolidasi internal untuk menghadapi Pemilu 2029.

Herman mengatakan Musda merupakan agenda organisasi yang salah satunya membahas pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Namun, ia meminta kader tidak menjadikan kontestasi tersebut sebagai tujuan utama.

“Musda adalah sebagai ajang konsolidasi. Oleh karenanya, mari kita memperkuat, mempererat soliditas dan solidaritas,” kata Herman usai saat membuka Musda VI Demokrat Aceh.

Menurut Herman, konsolidasi diperlukan untuk memperkuat posisi kader sekaligus mempersiapkan Demokrat menghadapi kontestasi politik pada 2029.

Ia mengingatkan Demokrat Aceh pernah mencatatkan prestasi besar pada Pemilu dengan meraih tujuh dari 13 kursi DPR RI yang diperebutkan di Aceh.

“Catatannya kami bahwa pernah menjadi pemenang pemilu di Aceh. Dari 13 kursi DPR RI, tujuh kursi kami peroleh. Itu belum pernah terjadi dalam sejarah di era pascareformasi ada partai yang sekuat itu,” ujarnya.

Karena itu, Herman berharap Musda VI menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan politik Demokrat di Aceh.

Ia mengakui mengulang capaian tujuh kursi DPR RI bukan perkara mudah. Namun, Demokrat setidaknya ditargetkan mampu memperoleh kursi di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Aceh.

“Untuk bisa sampai ke tujuh kursi mungkin berat, tetapi paling tidak bahwa di semua dapil yang ada kita bisa memperoleh kursi,” katanya.

Herman menilai target tersebut bukan sesuatu yang mustahil mengingat Demokrat pernah mencapai capaian serupa.

Menurutnya, kunci untuk meningkatkan elektoral Demokrat adalah menjaga soliditas internal sekaligus bekerja untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“Kuncinya adalah bagaimana soliditas, solidaritas teman-teman pengurus di sini. Yang kedua juga bagaimana kita bisa meraih hati dan pikiran rakyat,” terangnya.

Dua Kandidat Ketua DPD

Dalam Musda VI Demokrat Aceh, terdapat dua nama yang memenuhi persyaratan dukungan untuk maju sebagai calon Ketua DPD, yakni Sayuti Abubakar yang kini menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe dan Nurdiansyah Alasta sebagai Anggota DPR Aceh.

Herman menjelaskan mekanisme Musda memungkinkan maksimal tiga nama calon Ketua DPD diusulkan kepada Ketua Umum Partai Demokrat untuk kemudian dipilih salah satunya.

“Yang mendaftar serta mendapatkan dukungan di atas 20 persen ada dua orang, yaitu Bung Dian dan Bung Sayuti,” kata Herman.

Dia menyebut keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin Demokrat Aceh berada di tangan Ketua Umum setelah melalui berbagai pertimbangan.

Herman memperkirakan keputusan tersebut dapat ditetapkan dalam waktu satu hingga dua pekan setelah nama-nama calon disampaikan.

“Biasanya sih satu-dua minggu Ketum sudah bisa memutuskan. Tergantung ya Ketum menimbang, menilai,” ujarnya.

Herman menegaskan perbedaan pilihan dalam Musda merupakan bagian dari proses demokrasi internal partai. Namun, ia meminta seluruh kader kembali bersatu setelah keputusan Ketua Umum ditetapkan.

“Sambil proses ini berjalan baik, saya meminta nanti semua kembali mencair menjadi salah satu kekuatan tadi, konsolidasi organisasi, rapatkan barisan, bangun kekuatan, dan raih kemenangan,” pungkas Herman.

Reporter: Rezi

spot_img
spot_img

Read more

Local News