Thursday, May 30, 2024

Prof. Abdullah Sanny, Sosok Konsultan Infrastruktur Jokowi Siap Bertarung di Pilkada Aceh

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gelombang dukungan publik di Aceh memuncak untuk mengembalikan salah satu putra terbaiknya, Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc, ke pangkuan tanah kelahirannya.

Nama Prof. Abdullah Sanny kembali mencuat dan banyak diharapkan agar maju sebagai calon Gubernur Aceh dalam Pilkada 2024.

Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Nukilan.id, putra Aceh Besar asal Piyeung Kecamatan Montasik tersebut menyatakan kesiapannya untuk kembali ke Aceh dan memimpin Aceh untuk menjadi lebih baik.

Dengan keyakinan akan pengalamannya dalam membangun negara maju seperti Jepang, Korea, Thailand, dan Singapura, Prof. Sanny percaya bahwa fondasi kuat tersebut akan membantu dalam mengemban tanggung jawab memimpin Aceh ke arah kemakmuran yang lebih baik.

“Kalau ditanya siap kembali ke Aceh, asal ada dukungan penuh. Kenapa tidak?” tegas Prof. Sanny.

Meskipun yakin akan kontribusinya, Prof. Sanny juga mengakui pentingnya keterlibatan orang-orang lokal yang memiliki akar kuat di Aceh.

“Tidak mungkin saya bisa sendiri, tentu ada orang lokal yang lebih mengakar. Saya banyak berkecimpung dalam tatanan global, regional, dan nasional. Bahkan Presiden pun percaya kepada saya. Semua proyek besar saya menjadi supervisornya,” ujarnya.

Sebagai konsultan dan supervisor dalam proyek-proyek infrastruktur monumental kebanggaan Presiden Jokowi, seperti MRT Jakarta, LRT, dan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB)/WHOOSH, Prof. Teuku Abdullah Sanny telah membuktikan kemampuannya.

Prof. Sanny, yang telah melakukan survei di berbagai daerah di Aceh, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi yang dimiliki Aceh.

“Saya sudah keliling Aceh untuk melihat apa yang bisa saya eksplor, wah banyak sekali,” katanya dengan antusiasme.

Dengan pengalaman yang dimilikinya di negara-negara maju seperti Jepang dan Korea, Prof. Sanny yakin bahwa Aceh memiliki potensi besar untuk berkembang jika dikelola dengan baik sehingga membuatnya yakin Aceh akan berubah total bila dirinya memimpin.

Prof. Sanny juga menyoroti pentingnya mengombinasikan budaya lokal dengan teknologi untuk mencapai kemajuan.

“Aceh punya budaya yang hebat, tapi sekarang bagaimana kita mampu mengombinasikan budaya dengan teknologi,” katanya.

Terakhir, Prof. Sanny mengajak semua pihak untuk bersatu dalam membangun Aceh yang lebih baik dan damai.

“Tolong investor itu diterima dengan baik, ramah, damai jangan menganggap mereka kafir,” pungkasnya.

Saat ini, Prof. Abdullah Sanny juga menduduki beberapa jabatan strategis. Selain sebagai Wakil Ketua ICMI, ia juga ditunjuk sebagai Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah, Dewan Pakar Diaspora Global Aceh (DGA), serta Ketua Dewan Pakar World Halal Industry Trade Aliances (WHITA). Prof. Sanny juga menjabat sebagai guru besar di Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dengan rekam jejak yang cemerlang dan visi yang kuat untuk membangun Aceh, Prof. Abdullah Sanny siap memimpin Aceh ke arah masa depan yang lebih cerah.

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img