NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). Kunjungan ini menandai keseriusan pemerintah dalam menggeser penanganan bencana dari fase tanggap darurat menuju fase pemulihan, dengan fokus utama percepatan penyediaan tempat tinggal sementara yang aman dan layak.
Dalam agenda tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operational Officer BPI Danantara Dony Oskaria, serta Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Turut mendampingi, Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro dan Direktur Operasional II Hutama Karya Gunadi.
Rombongan meninjau langsung kawasan huntara beserta fasilitas pendukung untuk memastikan kesiapan hunian transisi bagi warga terdampak banjir.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memandang serius penanganan bencana dan berkomitmen meringankan beban masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran Danantara dalam percepatan pembangunan hunian sementara serta menekankan pentingnya koordinasi yang ketat agar seluruh proses berjalan tertib dan efektif.
“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan suatu pekerjaan yang saya lihat baik. Ini membangun hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi. Nanti saya minta Danantara untuk berkoordinasi dekat dengan BNPB dan pemerintah daerah,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana. Ia juga meminta agar layanan dasar seperti sekolah dan puskesmas segera dipastikan kembali berfungsi agar aktivitas masyarakat dapat berangsur normal.
Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari program kolaborasi sejumlah BUMN Karya yang telah dimulai sejak Rabu (24/12/2025). Hutama Karya berkontribusi dalam pembangunan 198 unit dari total 600 unit huntara yang direncanakan. Pembangunan unit lainnya akan terus dilanjutkan sesuai target pemerintah.
Lokasi huntara berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Hunian ini disiapkan sebagai tempat tinggal transisi dan telah memenuhi standar minimum Huntara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain unit hunian, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti sanitasi dan toilet, dapur umum, pasokan air bersih, akses internet, mushola, serta prasarana jalan internal. Fasilitas ini disiapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menunjang aktivitas harian warga, serta memastikan kebutuhan ibadah dan memasak tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Kami dengan semangat bersama seluruh sumber daya yang kami miliki, optimis dapat bersinergi bersama melayani dengan memberikan kontribusi terbaik. Kami yakin, Huntara dapat hadir untuk memulihkan kehidupan yang lebih layak bagi warga yang terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Dony Oskaria menyampaikan bahwa penyerahan huntara kepada masyarakat dijadwalkan pada 8 Januari 2026.
“Nanti akan dibangun juga di tempat lain,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa selain huntara, pemerintah akan membangun hunian tetap (huntab). Dari total 15.000 huntara yang disumbangkan Danantara, 12.500 unit dialokasikan untuk Aceh, sementara sisanya disiapkan untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam peninjauan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi seluruh pihak sehingga pembangunan huntara dapat berjalan optimal dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak sebagai bagian dari proses pemulihan yang lebih terstruktur.

