Penjualan Daging Meugang Menurun, Harga Sapi di Darussalam Tembus Rp180 Ribu per Kilogram

Share

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Penjualan daging sapi pada tradisi meugang di kawasan Simpang Galon, Darussalam, Kota Banda Aceh, dilaporkan menurun dibandingkan meugang menjelang Hari Raya Idulfitri sebelumnya. Pedagang menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu penyebab melemahnya daya beli, di tengah harga daging yang mencapai Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging sapi, Zan, mengatakan harga jual daging pada hari kedua meugang tahun ini berada di kisaran Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram untuk sapi lokal yang didatangkan dari Cot Iri.

“Harganya Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram. Ini sapi lokal dari Cot Iri. Hari ini tidak ramai yang jualan, satu ekor per penjual,” kata Zan kepada Nukilan, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, jumlah pembeli pada meugang kali ini lebih sedikit dibandingkan meugang menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia memperkirakan kondisi ekonomi masyarakat dan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan akhir bulan memengaruhi penjualan.

“Kalau penjualan lebih banyak di meugang Hari Raya Puasa dulu dibanding sekarang, mungkin karena faktor ekonomi masyarakat. Ini juga sudah akhir bulan, mungkin orang-orang belum gajian,” ujarnya.

Meski tradisi meugang umumnya meningkatkan permintaan daging menjelang hari besar keagamaan, pedagang di lokasi menilai aktivitas jual beli tahun ini belum seramai periode sebelumnya. Tingginya harga daging serta daya beli masyarakat yang melemah disebut turut memengaruhi penurunan transaksi. []

Reporter: Sammy

spot_img

Read more

Local News