Beranda blog Halaman 962

Distanbun Aceh Gelar Pasar Tani Edisi HUT ke-79 RI

0
Suasana jual beli di Pasar Tani Distanbun Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-79 Republik Indonesia, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh kembali menyelenggarakan Pasar Tani pada Rabu, (21/8/2024).

Acara yang bertempat di Expo Bank Aceh, Jalan T.P. Nyak Makam, Lampineung, Banda Aceh, ini diikuti oleh berbagai peserta Pasar Tani serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kepala Distanbun Aceh, Cut Huzaimah, yang ditemui Nukilan.id di lokasi, menyampaikan bahwa setiap gelaran Pasar Tani bertujuan tidak hanya untuk memberikan keuntungan bagi penjual, tetapi juga kebahagiaan bagi pembeli.

“Edisi HUT kemerdekaan ini adalah salah satu dari berbagai event yang kami adakan. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan lomba-lomba dan hadiah menarik. Ini adalah inisiatif dari panitia untuk membuat acara lebih meriah,” kata Cut Huzaimah kepada Nukilan.id, Rabu (21/8/2024).

Dalam acara tersebut, dua kelompok peserta dilibatkan, yakni penjual Pasar Tani dan pembeli. Untuk para pembeli, disediakan voucher sebagai hadiah, sementara peserta Pasar Tani berkesempatan memenangkan produk pertanian dan UMKM.

Cut Huzaimah juga menjelaskan keuntungan yang didapatkan oleh warga jika membeli di Pasar Tani, seperti perbedaan yang signifikan antara harga produk pertanian di Pasar Tani dan pasar tradisional.

“Harga di sini jelas lebih murah, meskipun tidak terlalu besar selisihnya, mungkin sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 lebih murah. Misalnya, harga bawang merah di pasar Rp 30.000 per kilogram, di sini hanya Rp 25.000,” jelasnya.

Namun, Cut Huzaimah menegaskan bahwa harga yang lebih murah ini bukan karena adanya subsidi dari pemerintah, melainkan karena produk-produk tersebut dijual langsung oleh petani tanpa melalui perantara agen.

“Tidak ada subsidi dari pemerintah. Harga lebih murah karena mereka menjual langsung ke pembeli tanpa melalui agen, sehingga harganya lebih terjangkau,” tambahnya.

Pasar Tani edisi HUT RI ini menjadi kesempatan bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mendapatkan produk pertanian segar dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung para petani dan pelaku UMKM lokal. Acara ini juga menambah semarak peringatan HUT kemerdekaan dengan lomba dan hadiah menarik bagi pengunjung. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

40 Anggota DPRK Aceh Besar Dilantik, PAN dan PA Pimpin Sementara

0
Ketua DPRK Terdahulu Iskandar Ali menyerahkan Palu Sidang kepada Ketua DPRK Aceh Besar sementara Abdul Muchti dalam Sidang Paripurna di Kota Jantho. (Foto: MC Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar memasuki babak baru dengan dilantiknya 40 anggota legislatif pada Selasa (20/08/2024), jumlah terbanyak dalam sejarah DPRK Aceh Besar yang sebelumnya hanya diisi oleh 35 anggota.

Pelantikan anggota DPRK ini berlangsung dalam Rapat Paripurna di Kota Jantho, yang sekaligus menetapkan pimpinan sementara. Abdul Muchti, A.Md dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Naisabur dari Partai Aceh (PA) ditunjuk sebagai Ketua dan Wakil Ketua sementara.

Penyerahan palu sidang dari Ketua DPRK sebelumnya, Iskandar Ali, kepada Abdul Muchti menjadi momen simbolis yang menandai dimulainya tugas mereka. “Terima kasih, dengan diserahkan palu sidang ini, kami akan melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya hingga terpilihnya pimpinan definitif,” ujar Abdul Muchti.

Pimpinan sementara DPRK Aceh Besar dipilih berdasarkan hasil suara terbanyak pada Pemilihan Umum Legislatif yang digelar pada 14 Februari 2024 lalu. Mereka akan menjalankan tugas hingga terpilihnya Ketua DPRK definitif yang akan memimpin lembaga legislatif tersebut selama lima tahun ke depan.

Adapun daftar anggota DPRK Aceh Besar yang baru dilantik terdiri dari berbagai partai, antara lain Abdul Muchti, A.Md (PAN), Fahrizal, A.Md (PAN), Rahmad Aulia, S.Pd.I (PAN), Andri Kusmayadi (PAN), Dr. Yusran, S.Pd.I, M.A (PAN), Ahmad Zainuri, S.T (PAN), Bahtiar, S.T, M.Si (PAN), Maulana Akbar (PAN).

Selanjutnya ada Ridha Hidayatullah, S.H.I, M.H (PA), Muslim (PA), Naisabur (PA), Saifuddin (PA), Ananda Musni Caesar, A.Md (PA), Putri Nazarah, S.E (PA), Syahrizal (PA), Muklis (PKB), Yusran Efendi (PKB), Apriono, S.T (PKB), Sarjan (PKB), Syahrizal (PKB), Muhsin, S.Si (PKB), Zulfikar Aziz, S.E (PKS), Eka Rizkina, S.Pd (PKS), Ruslan Efendi, S.H.I (PKS), Mursalin, S.H.I (PKS), Muhammad Alif Khairullah (PKS).

Kemudian ada Zulfikar, S.H, M.Kn (NasDem), Jailani, S.Sos (NasDem), Zulkarnen (NasDem), Dahlan (Demokrat), Tgk. Irfan Siddiq, S.Pd (Demokrat), Firdaus Armia (Demokrat), Khairuddin, S.E (Golkar), Wiki Noviandi (Golkar), Satria Maulana Putra, S.E, M.M (PPP), Darmansyah (PPP), Zamzami, A.Md (PBB), Firdaus, S.E, M.M (PBB), A.Sabur, S.Sos (Partai Gelora), dan Tgk. Mahyudin (Partai Darul Aceh).

Rapat Paripurna ini sekaligus menandai dimulainya masa tugas baru bagi DPRK Aceh Besar yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Editor: Akil

Pemerintah Aceh Bahas Peluang Investasi dengan Investor Malaysia

0
Pemerintah Aceh Bahas Peluang Investasi dengan Investor Malaysia. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh tengah menjajaki peluang kerja sama strategis dengan investor asal Malaysia dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami, dan dihadiri oleh delegasi dari Findo Investor Berhad di Pendopo Gubernur Aceh, Selasa (20/8/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Bustami menegaskan komitmennya untuk membuka pintu investasi bagi para mitra yang ingin berkontribusi dalam pembangunan Aceh. “Aceh memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Kami tidak bisa membangun Aceh sendirian. Karena itu, mari kita lakukan ini bersama-sama memajukan Aceh,” ujar Bustami.

Diskusi antara kedua pihak berfokus pada beberapa sektor yang dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan, seperti industri peternakan, transportasi udara, serta pemberdayaan generasi muda kreatif di Aceh.

Bustami menjelaskan, Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah, khususnya dalam produksi pangan berbasis hasil ternak. “Industri peternakan di Aceh berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Kami berharap, dengan adanya kerja sama ini, ketahanan pangan di Aceh dapat meningkat,” jelasnya.

Selain itu, pembicaraan juga menyinggung potensi Aceh sebagai pintu gerbang penerbangan internasional, khususnya untuk rute Aceh-Arab Saudi. “Rute penerbangan Indonesia-Arab Saudi, terutama untuk umrah dan haji, memiliki frekuensi yang tinggi. Aceh sebagai titik strategis sangat potensial untuk menjadi pusat dalam jaringan penerbangan internasional,” tambah Bustami.

Aceh, yang terletak di ujung barat Indonesia, juga memiliki keunggulan geografis dengan akses langsung ke Samudra Hindia dan Selat Malaka, dua jalur perdagangan internasional yang vital. Pj Gubernur Aceh menekankan pentingnya percepatan proses perizinan investasi sebagai langkah konkret untuk menarik lebih banyak investor ke Aceh.

“Kami akan mempercepat proses perizinan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selama mengikuti prosedur, kami pastikan semuanya berjalan lancar,” ujar Bustami menegaskan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan antara Aceh dan Malaysia. Bustami mengajak seluruh pihak untuk mendukung penuh upaya pembangunan di Aceh.

“Dukungan dari semua pihak sangat penting. Mari kita bersama-sama memajukan Aceh,” tutupnya.

Editor: Akil

Menteri PUPR Tinjau Kesiapan Aceh Jelang PON XXI

0
Menteri PUPR Tinjau Kesiapan Aceh Jelang PON XXI. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, melakukan kunjungan kerja ke Banda Aceh, Selasa (20/8/2024), guna memantau kesiapan Aceh dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XXI yang akan digelar pada September mendatang. Kunjungan ini menjadi sorotan karena menjadi momen penting dalam rangka memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Salah satu lokasi yang menjadi fokus peninjauan adalah Kompleks Stadion Harapan Bangsa, yang akan menjadi pusat kegiatan PON XXI, termasuk sebagai venue untuk cabang olahraga sepak bola putra. Menteri Basuki mengunjungi stadion tersebut untuk memeriksa kondisi lapangan sepak bola dan anggar yang akan digunakan dalam uji coba pertandingan PON.

Dalam peninjauannya, Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh atas langkah-langkah persiapan yang telah dilakukan. Menurutnya, persiapan yang matang sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan PON, yang akan menjadi ajang olahraga terbesar di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Aceh dalam mempersiapkan fasilitas dan infrastruktur PON. Ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menyukseskan acara nasional ini,” ujar Menteri Basuki.

Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, yang turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh terus bekerja keras untuk menyelesaikan semua persiapan sebelum pembukaan PON. Ia memastikan bahwa Aceh siap menyambut kedatangan para atlet dan tamu dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk merampungkan semua fasilitas dan infrastruktur sesuai dengan standar yang ditetapkan. Aceh siap menyambut PON XXI dan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh peserta,” kata Bustami.

Selain Menteri Basuki, peninjauan ini juga dihadiri oleh Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Niko Fahrizal, dan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Achmad Kartiko. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan pentingnya kesiapan Aceh dalam menyambut ajang olahraga nasional yang bergengsi ini.

PON ke-XXI yang akan digelar di Aceh dan Sumatera Utara ini diharapkan dapat menjadi ajang pemersatu bangsa, serta memacu perkembangan olahraga di seluruh Indonesia. Dengan persiapan yang semakin matang, Aceh optimis dapat memberikan yang terbaik dalam perhelatan olahraga terbesar di tanah air ini.

Editor: Akil

Pesona Pesisir Timur Aceh: Meriahkan Budaya dan Alam di Langsa

0
Pesona Pesisir Timur Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Langsa – Kota Langsa akan menjadi tuan rumah event wisata yang dinantikan, “Pesona Pesisir Timur Aceh,” yang digelar selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 September mendatang. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata, tetapi juga untuk melestarikan budaya Melayu di wilayah Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dan Pemerintah Kota Langsa ini diharapkan dapat memberikan pengalaman menarik bagi masyarakat dan pengunjung. Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, melalui Kabid Pemasaran T Hendra Faisal, menjelaskan, “Kegiatan Pesona Pesisir Timur ini merupakan sosialisasi sekaligus promosi destinasi wisata yang ada di daerah ini.”

Event bertema “Menyapa Keindahan, Merangkai Kebudayaan” akan berlangsung di Lapangan Merdeka, di mana berbagai atraksi budaya siap memukau para pengunjung. Selama tiga hari tersebut, masyarakat akan disuguhkan dengan beragam kegiatan menarik, antara lain lomba permainan rakyat, lomba adu pantun, layar sinema Melayu, dike Aceh, dalil khairat, meurokon, serta pertunjukan debus yang akan menghibur dan mendidik.

Tidak hanya itu, pada malam pembukaan, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan budaya lokal. Selain atraksi budaya, pengunjung dapat mengunjungi pameran UMKM yang menampilkan produk-produk lokal yang siap mendukung perekonomian masyarakat.

Almuniza Kamal mengajak masyarakat, terutama yang berada di pesisir timur Aceh, untuk turut meramaikan kegiatan ini. “Kegiatan ini menghadirkan empat konsep menarik, yakni pesona alam, budaya, kuliner, dan religi. Kami berharap dengan adanya promosi ini, potensi yang ada di daerah ini dapat lebih dikenal,” tuturnya.

Dengan beragam atraksi dan kegiatan yang ditawarkan, “Pesona Pesisir Timur Aceh” diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan keindahan budaya dan alam Aceh di event yang tak terlupakan ini!

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Sambut Positif Rencana Pembangunan Islamic Center dan Masjid oleh UEA

0
Ilustrasi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. (Foto: InfoPublik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berkomitmen untuk membangun sebuah Islamic Center dan masjid di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh. Proyek ini akan menjadi simbol kolaborasi erat antara Aceh dan UEA dalam memperkuat pendidikan yang berlandaskan syariat Islam di Aceh.

Penjabat Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, mengungkapkan komitmen tersebut setelah menerima kunjungan delegasi UEA yang dipimpin oleh Sultan Faisal Ali Khalifah Al Remeithi di Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (20/8/2024).

“Kami menyambut dengan tangan terbuka niat mulia ini. Pembangunan Islamic Center dan masjid di UIN Ar-Raniry adalah langkah signifikan dalam memajukan dunia pendidikan di Aceh dalam kerangka syariat Islam,” kata Pj Gubernur Aceh Bustami di Banda Aceh.

Rencana ini pun mendapat sambutan hangat dari kalangan mahasiswa. Mahasiswa UIN Ar-Raniry melihat proyek ini sebagai peluang besar untuk menghidupkan kembali kejayaan pendidikan Islam di Aceh yang pernah mencapai puncaknya di masa lalu.

Mereka menilai kehadiran Islamic Center dan masjid tersebut dapat menjadi titik temu bagi intelektual muda dalam mengembangkan potensi diri sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Alahmdulillah, senang mendengarnya. Ini bukan hanya simbol kolaborasi Aceh-UEA, tetapi juga komitmen nyata untuk memperkuat pendidikan yang berlandaskan syariat Islam di Aceh,” ujar Rina Sari, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, saat diwawancarai oleh Nukilan.id, Selasa (20/8/2024).

Senada dengan Rina, Mahdi Rahman, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, juga menyambut baik rencana ini. Menurutnya, Islamic Center akan menjadi wadah yang tepat untuk menggali lebih dalam kajian-kajian Islam kontemporer dan meningkatkan wawasan intelektual mahasiswa.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Semangat kemajuan pendidikan yang berlandaskan Islam memang harus terus diperkuat, dan proyek ini adalah salah satu caranya,” kata Mahdi.

Mahdi juga berharap pembangunan Islamic Center dan masjid tersebut dapat segera terealisasi.

“Semoga proyek ini berjalan lancar dan bisa menjadi inspirasi bagi kami, para mahasiswa, untuk terus berkarya dan mendalami ilmu pengetahuan dalam bingkai Islam,” tutup Mahdi.

Dengan semangat tinggi dari para mahasiswa, proyek pembangunan Islamic Center dan masjid di UIN Ar-Raniry diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam menghidupkan kembali kejayaan pendidikan Islam di Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Sate Madura di Banda Aceh, Cita Rasa Khas yang Menggoda Selera

0
Sate madura. 9Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sate Madura, dengan bumbu kacang kental dan rasa yang khas, terus memikat hati para pecinta kuliner di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Banda Aceh. Di sepanjang Jalan Rama Setia, Lampaseh, aroma harum sate Madura yang dipanggang di atas bara menggoda selera siapa pun yang melintas.

Keunikan sate Madura terletak pada bumbu kacang yang meresap sempurna dalam setiap potongan daging. Tekstur dagingnya yang empuk namun tetap kenyal memberikan pengalaman kuliner yang memuaskan. Tidak heran jika sate Madura selalu menjadi pilihan favorit di antara banyak jenis sate lainnya.

Di Lampaseh, sate Madura hadir dalam dua varian, yaitu sate ayam dan sate daging. Dengan harga Rp 15.000 per porsi yang berisi lima tusuk, kuliner ini menjadi pilihan yang terjangkau bagi berbagai kalangan.

Seorang pelanggan setia, Rina, yang kami temui di lokasi, mengungkapkan kepuasannya setelah menikmati sate tersebut.

“Saya suka sekali dengan bumbu kacangnya yang gurih dan meresap. Setiap kali lewat sini, saya pasti mampir. Dari skala 1 sampai 10, saya beri nilai 8 untuk rasa dan tekstur dagingnya,” ujarnya saat diwawancarai Nukilan.id, Selasa (20/8/2024).

Rina juga menambahkan bahwa aroma sate yang khas dan menggoda sering kali membuatnya tergoda untuk membeli, meskipun awalnya tidak berniat.

“Aromanya itu benar-benar menggugah selera. Dari jauh saja sudah terasa, jadi sulit untuk menolak,” katanya sambil tersenyum.

Di balik popularitasnya, sate Madura menyimpan warisan budaya dan keahlian yang telah diwariskan secara turun-temurun. Proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran menambah nilai tersendiri pada kuliner ini.

Bagi Anda yang berada di Banda Aceh, menikmati sate Madura di Jalan Rama Setia bisa menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu santai sambil menikmati sajian lezat yang kaya akan cita rasa Nusantara. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Astra Agro Andalkan Rehabilitasi Mangrove untuk Konservasi Lingkungan di Aceh

0
Astra Agro Andalkan Rehabilitasi Mangrove untuk Konservasi Lingkungan di Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menjadikan rehabilitasi mangrove sebagai andalan dalam program konservasi lingkungan di Aceh. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Astra Agro berkomitmen menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dengan menanam ribuan pohon bakau di berbagai wilayah pesisir di Aceh.

Salah satu inisiatif besar perusahaan ini dimulai di Aceh Singkil, tepatnya di pesisir Desa Kilangan. Sejak 2018, PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), salah satu unit usaha Astra Agro, telah menanam 40.900 bakau di kawasan tersebut. Program ini dilakukan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Singkil dan Kelompok Tani Hutan Payau Teluk Bayu (KTHPTB). Penanaman bakau ini bertujuan untuk menahan abrasi pantai, menjaga ekosistem pesisir, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“Dulu sebelum ada program penanaman bakau dari PLB, pesisir pantai di Desa Kilangan ini begitu gersang. Sekarang, berkat program yang telah berjalan sejak 2018, wilayah ini telah berubah drastis,” ujar Irwan, Ketua KTHPTB.

Ia menambahkan bahwa kelompok tani dan masyarakat setempat sangat terbantu dengan program ini.

Program serupa juga dilakukan oleh PT Tunggal Perkasa Plantation 3 (TPP3) di Aceh Jaya, yang memulai penanaman bakau pada 2023 di Pantai Krueng No. Pantai ini menjadi prioritas karena lokasinya yang berdekatan dengan jalan utama yang sering digunakan oleh masyarakat setempat.

“Sebagai perusahaan, kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasi kami. Selain itu, program ini juga untuk mencegah abrasi pantai yang bisa berdampak pada akses jalan yang digunakan masyarakat,” kata Riduan Manik, Community Development Area Manager Aceh.

Astra Agro juga turut berpartisipasi dalam kegiatan penanaman 5.000 pohon bakau di muara Sungai Meureubo, Aceh Barat, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Aceh Barat. PT Karya Tanah Subur (KTS), bagian dari Astra Agro Grup di Aceh Barat, memberikan kontribusi sebanyak 1.200 pohon bakau dalam kegiatan ini.

“Kami bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang merupakan langkah konkret dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ashar Khoirurrozi, Assistant CSR PT KTS.

Penanaman bakau tidak hanya berfungsi untuk menahan abrasi dan mencegah erosi, tetapi juga untuk menjaga habitat berbagai biota laut dan mendukung ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam di sekitar hutan bakau.

Astra Agro terus mempertegas komitmennya dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui program-program CSR yang berbasis pada empat pilar utama, yaitu ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Perusahaan ini berharap melalui program rehabilitasi mangrove, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pelestarian hutan bakau dan memanfaatkan potensi ekonominya secara berkelanjutan.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Barat Buka 94 Posisi untuk Penerimaan CPNS 2024

0

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 untuk 94 posisi dari dua formasi yang dibutuhkan.

Dalam penerimaan CPNS tahun ini membuka 94 alokasi jabatan dari dua formasi, yaitu formasi tenaga teknis sebanyak 64 orang dan tenaga Kesehatan 30 orang serta alokasi kebutuhan khusus untuk penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan dalam pengumuman Sekretariat Daerah Pemkab Aceh Barat Nomor: 800.1.2.2/571/2024 tentang penerimaan CPNS di lingkup Pemkab Aceh Barat tahun anggaran 2024.

Dikuitp Nukilan dari pengumuman tersebut, jadwal pendaftaran dibuka sejak 20 Agustus hingga 6 September 2024. Kemudian seleksi administrasi pada 20 Agustus hingga 13 September 2024 dan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 14 hingga 17 September 2024. Terakhir tahapan pengusulan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS pada 22 Februari hingga 23 Maret 2025.

Pendaftaran CPNS ini dibuka untuk umum mulai dari tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga perguruan tinggi atau Sarjana (S1).

Terdapat sebanyak 17 persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelamar, di antaranya berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun pada saat menyelesaikan pendaftaran.

Sementara untuk penyandang disabilitas diharuskan untuk memenuhi persyaratan tambahan, yaitu melampirkan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah/puskesmas yang menerangkan jenis dan derajat kedisabilitasannya dan menyampaikan video singkat yang menunjukkan kegiatan sehari-hari pelamar dalam menjalankan aktivitas sesuai dengan jabatan yang akan dilamar. []

Reporter: Sammy

Putusan MK Soal Pilkada 2024, Dinamika Pilgub DKI Jakarta Berpotensi Semakin Panas

0
Putusan MK Soal Pilkada 2024, Dinamika Pilgub DKI Jakarta Berpotensi Semakin Panas. (Foto: Kompasiana)

NUKILAN.id | Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) baru saja memutuskan perkara terkait gugatan Pilkada 2024 yang mengubah persyaratan pencalonan kepala daerah. Keputusan ini berpotensi mengubah peta politik, terutama dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang bisa semakin dinamis.

Sebelum putusan ini, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sempat berada dalam posisi sulit setelah ditinggalkan oleh partai-partai pendukungnya. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memutuskan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju Plus, mendukung pasangan Ridwan Kamil dan Suswono dalam Pilgub DKI Jakarta 2024.

Namun, putusan MK ini membawa angin segar bagi Anies Baswedan. Dengan perolehan suara PDI Perjuangan (PDIP) yang mencapai 14,01 persen pada Pemilu Legislatif 2024, partai berlambang banteng ini memiliki peluang untuk mengusung Anies tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Syarat minimal pencalonan gubernur adalah 7,5 persen, yang berarti PDIP dapat maju sendiri jika menginginkan.

Pertanyaan yang kini muncul adalah apakah PDIP benar-benar akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta? Peluang tersebut tetap terbuka, meskipun PDIP sebelumnya telah menyatakan keinginannya untuk mengusung pasangan calon (paslon) sendiri di Pilgub Jakarta. Namun, pilihan untuk mendukung Anies atau mempersiapkan calon lain masih menjadi bahan pertimbangan di internal partai.

Selain Anies, PDIP juga tengah menimbang sosok lain untuk diusung, termasuk mantan Wali Kota Semarang yang kini menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi.

Sementara itu, dukungan mayoritas kursi DPRD DKI Jakarta saat ini mengarah kepada pasangan Ridwan Kamil dan Suswono (Rawon). Jika PDIP memilih untuk mendukung Anies atau Hendrar, situasi Pilgub DKI Jakarta 2024 bisa menjadi semakin panas dengan persaingan yang semakin ketat.

Editor: Akil