Beranda blog Halaman 957

Jalan Limpok-Cot Iri Mulai Diperbaiki, Begini Respons Warga

0
Potret Jalan Limpok-Cot Iri yang Mulai Diperbaiki. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai memperbaiki jalan di Limpok, Kecamatan Darussalam dan Cot Iri, Kuta Baro, Aceh Besar. Perbaikan ini akan dilakukan sepanjang dua kilometer, yang merupakan akses penting bagi mahasiswa dan masyarakat menuju kawasan Darussalam.

Kawasan Darussalam merupakan pusat pendidikan di Aceh Besar, di mana Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, kampus Tgk. Chik Pante Kulu, serta sejumlah lembaga pendidikan lainnya berada. Oleh karena itu, jalan yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung mobilitas mahasiswa dan masyarakat.

Andi, seorang mahasiswa USK yang setiap hari melintasi jalan tersebut untuk pergi ke kampus, menyambut baik rencana perbaikan ini.

“Jalan ini adalah akses utama kami menuju kampus. Saya berharap perbaikan ini segera dilaksanakan dan cepat rampung,” ujar Andi saat diwawancarai oleh Nukilan.id, Jumat (23/8/2024).

Hal serupa diungkapkan oleh Maidi, seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

“Kami sangat senang. Jalan yang baik tidak hanya penting untuk mahasiswa, tapi juga untuk kami yang setiap hari melintasi jalan ini untuk bekerja atau beraktivitas,” katanya.

Perbaikan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. Selain itu, akses yang lebih baik diharapkan mampu mendukung kegiatan pendidikan dan ekonomi di kawasan Darussalam dan sekitarnya.

“Kami berharap proyek ini bisa segera dimulai dan selesai tepat waktu, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secepat mungkin,” tambah Maidi. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dinas Pangan Aceh Besar Luncurkan Program Genius dan Beri Kudapan Bergizi di Sekolah Dasar

0
Dinas Pangan Aceh Besar Luncurkan Program Genius dan Beri Kudapan Bergizi di Sekolah Dasar. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pangan bekerja sama dengan Dinas Pangan Provinsi Aceh dan Badan Pangan Nasional kembali menggelar Sosialisasi Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi (Genius). Acara ini menyasar para orang tua siswa untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak.

Sosialisasi yang berlangsung di SD Negeri Lhok Seumeulu, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, pada Senin (19/8/2024), juga diiringi dengan pemberian kudapan tinggi protein hewani kepada siswa-siswi. Ini adalah bagian dari upaya Pemkab Aceh Besar dalam mendukung penanganan masalah gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju generasi emas 2045.

Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi, dalam sambutannya menyatakan bahwa program Genius bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memberikan pangan bergizi kepada anak-anak usia sekolah.

“Program ini diharapkan dapat menambah wawasan orang tua agar lebih memahami pentingnya asupan gizi yang baik untuk tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Alyadi juga menyebutkan bahwa hanya tiga sekolah di Kabupaten Aceh Besar yang mendapatkan program ini, yaitu SDN Neusok Teubaluy, SDN 9 Bukit Teurebeh, dan SDN Lhok Seumeulu.

“Sekolah-sekolah yang terpilih sangat beruntung karena mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan program bantuan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, mengungkapkan bahwa Aceh Besar merupakan salah satu dari tiga kabupaten di Provinsi Aceh yang mendapatkan kesempatan untuk menjalankan program Genius, selain Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Barat.

“Keberlanjutan program ini di Aceh Besar menunjukkan kepercayaan yang diberikan karena tahun lalu hanya dua sekolah yang terlibat. Sekarang ada tiga sekolah,” jelas Surya.

Ia berharap program ini bisa membawa perubahan positif, terutama bagi orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Muslim, anggota DPRK Aceh Besar dari Komisi 5 yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan, turut mengapresiasi program ini. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan Dinas Pangan sangat tepat sasaran, mengingat banyak orang tua di Aceh Besar belum sepenuhnya memahami pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak mereka.

“Pertumbuhan dan perkembangan anak membutuhkan gizi yang cukup, dan ini harus menjadi perhatian utama orang tua. Program ini sejalan dengan komitmen kita dalam menjaga ketahanan pangan dan kesehatan anak-anak,” kata Muslim.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota DPRK Aceh Besar Komisi 5, Komite SDN Lhok Seumeulu, pengurus TP-PKK Kabupaten Aceh Besar, Kapolsek, Danramil Blang Bintang, serta para orang tua siswa. Mereka semua menyambut baik upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi bagi generasi muda di Aceh Besar.

Dengan adanya program Genius, diharapkan anak-anak di Aceh Besar akan mendapatkan asupan gizi yang lebih baik dan mampu tumbuh dan berkembang secara optimal untuk masa depan yang lebih cerah.

Editor: Akil

PAN Resmi Dukung Bustami Hamzah dan Tu Sop untuk Pilkada Aceh 2024

0
PAN Resmi Dukung Bustami Hamzah dan Tu Sop untuk Pilkada Aceh 2024. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi memberikan dukungan kepada pasangan Bustami Hamzah dan Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2024. Dukungan ini ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), pada Jumat (23/8/2024) di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, Jakarta.

Sekretaris DPW PAN Aceh, Irfannusir, mengonfirmasi penyerahan SK tersebut dan menegaskan bahwa seluruh kader PAN di Aceh akan tunduk pada keputusan yang telah diambil oleh DPP. “Betul, tadi SK dukungan sudah diserahkan langsung oleh Ketua Umum PAN,” ujar Irfannusir, dikutip dari Kompas.com, Jumat (23/8/2024).

Penyerahan SK dukungan ini, lanjut Irfannusir, merupakan keputusan mutlak dari DPP PAN. “Kami di DPW dan DPD hanya bisa sami’na wa atha’na, karena ini adalah keputusan DPP,” tambahnya.

Lebih lanjut, Irfannusir menyatakan bahwa seluruh kader PAN di Aceh akan bekerja keras untuk memenangkan pasangan Bustami Hamzah dan Tu Sop.

“Instruksi dari DPP PAN jelas, agar semua kader tunduk dan patuh untuk memenangkan pasangan ini,” tegasnya.

Bustami Hamzah bukanlah nama baru di kalangan masyarakat Aceh. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh sebelum diangkat menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, menggantikan Achmad Marzuki. Pengalaman Bustami dalam pemerintahan menjadi salah satu alasan kuat bagi PAN untuk memberikan dukungan penuh.

Di sisi lain, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau lebih dikenal sebagai Tu Sop, merupakan seorang ulama terkemuka di Aceh. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA). Kehadirannya di panggung politik Aceh dianggap mampu memberikan keseimbangan antara pemerintahan dan nilai-nilai keagamaan yang kuat di tengah masyarakat.

Dengan kombinasi Bustami Hamzah sebagai birokrat berpengalaman dan Tu Sop sebagai sosok ulama yang dihormati, PAN berharap pasangan ini dapat menghadirkan pemerintahan yang harmonis, adil, dan berintegritas di Aceh.

Menjelang Pilkada Aceh 2024, dukungan PAN terhadap pasangan Bustami Hamzah dan Tu Sop menambah daftar panjang kandidat yang siap bertarung. Partai ini optimis dengan kekuatan dan jaringan yang dimiliki, pasangan ini bisa meraih suara signifikan dalam pemilihan mendatang.

“Semua kader harus bergerak cepat dan solid dalam mensosialisasikan program-program Bustami Hamzah dan Tu Sop kepada masyarakat,” tutup Irfannusir.

Pilkada Aceh 2024 diprediksi akan berlangsung ketat, dengan berbagai dinamika politik yang menarik untuk diikuti. Dukungan resmi PAN terhadap Bustami Hamzah dan Tu Sop menandai dimulainya langkah konkret partai tersebut dalam kontestasi politik di Aceh.

Editor: Akil

Masjid Al-Mizan FEB USK Bagikan Nasi Gratis Setiap Jumat, Mahasiswa dan Warga Antusias

0
Pembagian nasi gratis kepada jemaah usai sala jumat di Masjid Al-Mizan, FEB USK. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Al-Mizan yang terletak di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tempat berkumpulnya jemaah setiap Jumat dengan suasana yang berbeda. Tidak hanya untuk melaksanakan ibadah salat Jumat, para jemaah juga mendapatkan nasi gratis yang rutin dibagikan oleh panitia masjid.

Sebelum salat Jumat dimulai, panitia terlebih dahulu membagikan kupon kepada para jemaah yang datang lebih awal. Kupon tersebut kemudian ditukarkan dengan nasi bungkus setelah salat selesai. Inisiatif ini ternyata mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, mahasiswa, hingga warga sekitar kampus.

Andi, seorang mahasiswa USK yang selalu salat Jumat di Masjid Al-Mizan, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian nasi gratis ini.

“Sebagai anak kos, saya sangat senang bisa mendapatkan nasi gratis setiap Jumat di sini. Ini sangat membantu, apalagi buat mahasiswa seperti saya yang perlu berhemat,” ujar Andi saat ditemui Nukilan.id, Jumat (23/8/2024).

Tidak hanya mahasiswa lama, Safril, seorang mahasiswa baru di USK, juga merasa terkejut dengan kegiatan ini.

“Awalnya saya kira ini bercanda. Ternyata, ini benar-benar gratis. Saya sangat bersyukur karena dengan begini bisa sedikit mengurangi pengeluaran sehari-hari,” kata Safril dengan nada penuh haru.

Pembagian nasi gratis ini tidak hanya menjadi daya tarik bagi mahasiswa, tetapi juga warga sekitar kampus. Mereka mengaku senang dengan kegiatan sosial yang diadakan oleh Masjid Al-Mizan ini.

“Program ini sangat bermanfaat. Kami sangat mengapresiasi usaha panitia masjid yang peduli dengan kebutuhan jamaah,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Program ini diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi banyak pihak. Dengan adanya kegiatan ini, Masjid Al-Mizan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga tempat berbagi kebahagiaan bagi sesama. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Resensi Buku: Misi “Membunuh Tuhan” Fuad Mardhatillah

0
Misi “Membunuh Tuhan” Fuad Mardhatillah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Kolom – “Tuhan sudah mati. Kita sudah membunuh Tuhan.” Pemakluman dari filsuf Jerman Friedrich Nietzsche ini sampai keteliga filsuf Aceh, Fuad Mardhatillah.

Keduanya jelas tidak sezaman. Nietzsche memaklumkan “kematian tuhan” dalam karyanya “Die fröhliche Wissenschaft” (1882) lalu dikuatkan dalam Also sprach Zarathustra.

Tentu saja pemaknaan sosok yang akrab disapa Bang Fuad berbeda spiritnya dengan Nietzsche. Bagi filsuf Jerman kematian tuhan sebagai pertanda telah datang Abad Pencerahan yang menafikan Tuhan.

Sedangkan bagi filsuf Aceh “kematian tuhan” sebagai pertanda munculnya abad kehidupan yang gila karena orang-orang yang seharusnya menjalankan misi Tuhan malah melakukan kudeta kepada Tuhan.

Selanjutnya, manusia itu sendiri yang menjadi Tuhan dengan segenap wajahnya. Dari mulai wajah penuh kasih tapi untuk menipu hingga wajah penuh kuasa untuk mengendalikan dan menindas manusia lainnya.

Jadilah hidup terbagi dalam kasta yang oleh Nietzsche juga disebut yaitu kasta penindas sebagai Tuhan dan kasta kaum tertindas sebagai hamba. Dan, paska manusia memproklamasikan kematian Tuhan, mereka merayakannya dengan penuh kegilaan hingga manusia tidak sadar lagi sudah begitu gilanya.

“Di sini, para manusia di segala penjuru dinia dan di semua lini kesadarannya, secara fenomenal menunjukkan suasana yang tampak makin kesurupan dalam rasukan birahi kekuasaan.”

Begitu salah satu petikan dari pembacaan Bang Fuad yang masih sangat kontekstual meski ditulis Mei 2004. Saat itu, Aceh sedang dalam kepungan konflik dan beberapa bulan kemudian Aceh diguncang gempa yang diikuti tsunami dahsyat Desember 2004.

Konflik jelas sebuah bala kemanusiaan yang harusnya tidak dilakukan oleh manusia yang bertuhan Allah SWT. Meski di dalam sejarah manusia tidak bisa lepas dari konflik dan perang tapi Allah menyeru kepada manusia untuk condong kepada perdamaian.

Namun, sekalipun Indonesia sudah menumbangkan Tuhan Orde Baru, dalam laku politiknya tetap betindak sebagai Tuhan yang boleh menghukum. Maka ide Aceh untuk merdeka dilawan dengan kekuatan penghancur laksana Allah mengutus malaikat penghukum.

Padahal, Nabi sudah memberi contoh nyata untuk sedapat mungkin menghindari pendekatan kekerasan dan memilih menolak tawaran malaikat yang punya kemampuan menghukum. Jika pun harus berperang itu semata-mata sebagai mekanisme pertahanan agar terhindar dari tindakan kejahatan yang lebih parah.

Bahkan, Nabi lebih memilih jalur berunding meski dibaca oleh para sahabatnya sebagai kelemahan dari isi isi perjanjian. Tapi, segenap aklak baik Nabi dari Allah ini justru diabaikan oleh Tuhan-Tuhan manusia.

Tuhan-Tuhan manusia hanya maha kasih kepada pemujanya, yang mencium tangannya, yang berharap padanya dan bergantung hidup kepadanya. Sedangkan kepada yang mengganggu kekuasaannya dan merusak nama baiknya apalagi sampai mengganggu wibawanya akan didera dengan kesusahan hidup dan dihukum pedih.

Dan gilanya kasih sayang pamrih dan pengkuman itu dilakukan dengan meminjam peralatan Allah. Mereka meneriakkan Allah marah dan menghukum orang yang disebut membuat Allah murka tapi semua itu dilakukan untuk menutupi kegagalan mereka dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya.

Begitulah Bang Fuad menelanjangi kehidupan saat ini dalam tulisan berjudul “Merayakan Kegilaan, Memproklamasikan Kematian Tuhan: Sebuah Teropong Eskatologis.

Tulisan itu hanya salah satu dari 9 tulisan dalam Bab 2 yang diberi judul: Jalan Memahami Masa Depan. Dan kesembilan tulisan di Bab 2 benar-benar usaha Bang Fuad membuka topeng-topeng yang oleh umum atau cendikia non kritis sebagai hal biasa padahal cukup mematikan kemanusiaan manusia sebagai hamba pembebas.

Buku yang diterbitkan oleh Bandar Publishing tahun 2024 ini adalah kumpulan pemikiran Bang Fuad dari 1999 hingga 2006. Dengan begitu bisa dibilang buku ini respon atas keadaan pada masanya. Namun, karena ditulis dari sudut pandang filsafat dengan dibantu peralatan berpikir sosiologis, budaya, politik, dan agama maka ke 35 judul tulisan yang dibagi dalam 5 bab jadi sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Hal itu dikarenakan kehidupan tidak berubah secara revolusioner. Pergantian pemimpin dan pemerintahan memang terjadi. Gagasan bernas memang ditawarkan oleh masing-masing pemimpin. Namun dalam prakteknya hanya pergantian posisi “Tuhan” semata yang masih rajin menggunakan “peralatan” langit untuk memenuhi hasrat berkuasa manusia yang berujung penjajahan ke penjajahan.

Dan, sampai saat ini orang-orang dengan senang hati masih merayakan kegilaannya hingga makin menegaskan hilangnya dimensi transenden atau dimensi ilahiyah dari perjalanan sejarah umat manusia.

“Akhirnya, semuanya terpulang kepada kita, sadar atau tidak, bahwa setiap individu memiliki kewajiban sosial untuk menata kembali kebudayaan yang lebij memberi jaminan bagi tumbuhnya keadilan dan kesejahteraan bersama.”

Penutup itu, terasa sebuah proklamsi Bang Fuad untuk menjalankan misi “membunuh Tuhan” yang kini masih terus diperankan oleh manusia. Tanpa mengembalikan hidup kepada Allah yang sejati, maka Tuhan Maha Asyik tidak akan pernah hadir karena Tuhan Maha Murka akan terus dihadirkan oleh manusia yang memakai surban Tuhan.

Oleh: Risman Rachman

Panwaslih Aceh Selatan Hadiri Rapat Evaluasi Pungut Hitung Pemilu Tahun 2024 di Banda Aceh

0
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Masrafit dan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Panwaslih Aceh Selatan. (Foto: Panwaslih Asel)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya memastikan kualitas dan transparansi Pemilu 2024, Panwaslih Provinsi Aceh menyelenggarakan rapat evaluasi pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di Ayani Hotel Penayong, Banda Aceh, pada Rabu (21/8/2024). Rapat ini dihadiri oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S) Panwaslih Aceh Selatan, Masrafit, serta Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas (HP2H), Basar Mulyadi.

Acara dibuka oleh Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Panwaslih Provinsi Aceh, Ibu Safwani, S.H., M.H., yang didampingi oleh Kabag Hukum Panwaslih Provinsi Aceh, Ibu Sri Mulyani. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai secara mendalam pelaksanaan proses pemungutan dan penghitungan suara serta mengidentifikasi kendala yang mungkin terjadi selama pelaksanaan.

Masrafit mengungkapkan, “Evaluasi ini sangat penting untuk menginventarisasi kendala, hambatan, kekuatan, dan kelemahan yang muncul selama pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024. Temuan ini akan menjadi rekomendasi untuk perbaikan dalam pemilu mendatang.”

Dia menambahkan bahwa meskipun pihaknya telah bekerja maksimal, masih terdapat beberapa catatan yang perlu diperbaiki.

“Penting bagi kita untuk menunjukkan hasil yang lebih baik dan sesuai dengan harapan masyarakat. Evaluasi ini akan membantu kita mencapai tujuan tersebut,” ujar Masrafit.

Dalam kegiatan ini, narasumber yang hadir termasuk Bapak Khairil Akbar, S.Hi., MH, dan Ibu Marini, S.Pt., M.Si. Mereka memberikan wawasan berharga terkait praktik terbaik dan strategi perbaikan dalam proses pemilihan.

Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk memperbaiki proses pemilu di masa depan, memastikan transparansi, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap hasil pemilihan.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Dukung Saleum IX Sebagai Ajang Kreativitas Nasional

0
Kakanwil Kemenag Aceh Azhari menerima audiensi Panitia Saleum MAN 1 Banda Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan Saleum IX, sebuah even tingkat nasional yang diselenggarakan oleh MAN 1 Banda Aceh. Event bertajuk Science and Art Contest for Lighting Up Education to be an Unbreakable Memory of MAN 1 Banda Aceh ini dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu, 24 Agustus hingga Selasa, 27 Agustus 2024.

Dalam audiensi dengan panitia Saleum dan kepala madrasah, yang dilaksanakan pada Jumat (16/8/2024), Azhari menyampaikan dukungan dan semangatnya untuk even yang diikuti lebih dari seribu peserta tersebut.

“Kami sangat mendukung dan terus memberikan support serta menyemangati kepanitiaan dan seribuan peserta Saleum IX tahun 2024, yang ikut meriahkan even madrasah ini,” ungkap Azhari.

Saleum IX adalah ajang kreativitas berskala nasional yang bertujuan untuk membangun kreativitas dan inovasi peserta didik, serta melatih mereka dalam mengelola kegiatan berskala besar. Pendaftaran untuk event ini ditutup pada Ahad, 18 Agustus lalu, dengan total 1.402 peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Para peserta akan berlaga dalam 23 cabang perlombaan yang terbagi dalam tiga kategori: jenjang SMP/MTs, SMA/MA, dan umum.

Untuk jenjang SMP/MTs, terdapat 9 cabang lomba, meliputi Olimpiade Matematika, IPA, IPS, pidato Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Tahfidzul Quran, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Story Telling, serta badminton putra dan putri. Sementara itu, jenjang SMA/MA akan menyajikan 8 cabang lomba, seperti tari Ratoh Jaroe, Rapa’i Geleng, Syarhil Qur’an, cerdas cermat, English Debate, musikalisasi puisi, tajhiz mayit, dan futsal.

Kategori umum akan meliputi lomba Ranking 1, Fotografi, Short Movie, Essay Bahasa Indonesia, Essay Bahasa Inggris, dan Design Poster.

Dr. Nursiah S.Ag., M.Pd., Kepala MAN 1 Banda Aceh, mengungkapkan bahwa Saleum IX merupakan kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar di luar kelas.

“Alhamdulillah, kita sudah siap menggelar Saleum IX. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun soft skill berupa kreativitas dan inovasi peserta didik. Mengelola kegiatan sebesar Saleum tentu tidak mudah. Setidaknya, mental mereka akan terlatih sejak dini demi pendewasaan dan kesuksesan di masa mendatang,” ujar Nursiah.

Dengan dukungan penuh dari Kakanwil Kemenag Aceh, Saleum IX diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga serta memperkuat kompetensi siswa dalam berbagai bidang kreativitas.

Editor: Akil

Dinkes Sebut Cakupan Imunisasi di Aceh Masih Rendah

0
Ilustrasi imunisasi. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Banda Aceh Cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak di Provinsi Aceh masih tergolong rendah. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat, realisasi imunisasi pada tahun 2023 hanya mampu mencapai sekitar 35 persen dari target nasional 100 persen. Program bulan imunisasi anak sekolah tahun lalu juga hanya mencapai 32 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, Iman Murahman, menyampaikan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, pihaknya menghadapi tantangan besar untuk meningkatkan cakupan imunisasi.

“Masih sangat kesulitan meningkatkan angka imunisasi karena tingkat kepercayaan belum kembali normal, masih ada trauma hoaks masa lalu,” ujar Iman, dikutip dari HabaAceh.id, Jumat (23/8/2024).

Iman menjelaskan, trauma yang dimaksud adalah dampak dari berita bohong terkait imunisasi yang beredar beberapa tahun lalu.

“Orangtua muda masih trauma dengan berita hoaks soal imunisasi di masa lalu,” katanya. Hal ini membuat masyarakat ragu untuk membawa anak-anak mereka mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Padahal, menurut Iman, pada rentang waktu 2013-2014, cakupan imunisasi di Aceh sempat mencapai 90 persen.

“Seharusnya untuk imunisasi rutin harus tetap digenjot. Juga untuk orangtua harus kami sampaikan kalau imunisasi ini sangat penting untuk kesehatan anak,” tambahnya.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinkes Aceh bersama UNICEF dan berbagai pihak lainnya berusaha meningkatkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, guru, dan anak muda. Kepala Perwakilan UNICEF Aceh, Andi Yoga Tama, menargetkan cakupan imunisasi tahun ini bisa meningkat.

“Mudah-mudahan bulan 8 dan 9 ini bisa kita genjot. Minimum target di atas 70 persen, kalau bisa di atas 90 persen,” ujar Andi.

Andi juga menyebutkan pihaknya sedang menjalankan program uji coba kelas ayah di lima kabupaten/kota. Program ini bertujuan untuk memastikan informasi mengenai kesehatan, pengasuhan anak, dan gizi dapat diterima oleh para ayah.

“Hal seperti ini penting dilakukan untuk memastikan hak setiap anak tumbuh dengan sehat, terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya, dan mencapai potensinya secara maksimal,” pungkas Andi.

Meski fokus banyak pihak kini tertuju pada persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar September mendatang, Dinkes Aceh menegaskan bahwa program imunisasi harus tetap berjalan agar target cakupan yang lebih tinggi dapat tercapai.

Editor: Akil

Pemerintah Kota Banda Aceh Teken NPHD, Siapkan Dana Hibah Rp5,2 Miliar untuk Sukseskan Pilkada 2024

0
Pemerintah Kota Banda Aceh Teken NPHD, Siapkan Dana Hibah Rp5,2 Miliar untuk Sukseskan Pilkada 2024. (Foto: Pemko BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam upaya memastikan suksesnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Pemerintah Kota Banda Aceh dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) resmi menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di ruang rapat Wali Kota, Rabu (21/8/2024). Penandatanganan ini dilakukan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, dan Ketua Komisioner Panwaslih Kota Banda Aceh, Indra Milwady.

Dana hibah sebesar Rp5,2 miliar ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan pengawasan pemilihan, serta menciptakan suasana yang adil dan transparan. Prosesi penandatanganan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Sekretaris Daerah Amiruddin, Asisten Pemerintahan Bachtiar, dan perwakilan dari Komisi Independen Pemilihan (KIP).

Ade Surya menegaskan bahwa penandatanganan NPHD merupakan wujud nyata dukungan penuh Pemerintah Kota terhadap penyelenggaraan Pilkada 2024 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. “Langkah ini menunjukkan sinergi antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan Panwaslih sebagai penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pj Wali Kota berharap Panwaslih dapat menjalankan tugas dengan dedikasi dan integritas tinggi. “Pengawasan yang efektif adalah kunci untuk mencegah praktik-praktik yang dapat merusak kredibilitas pemilihan,” tambahnya.

Ia juga mengajak Panwaslih untuk berkolaborasi dengan sepenuh hati, memastikan pelaksanaan Pilkada berlangsung tanpa kendala, dengan keadilan dan transparansi sebagai prinsip utama. “Kami berharap komitmen kita bersama dapat mewujudkan pemilihan yang berintegritas,” tutup Ade Surya.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Banda Aceh menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan proses demokrasi yang berkualitas, menjelang momen penting bagi masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Pelatihan Bonsai Diharapkan Dorong Ekonomi Kreatif di Banda Aceh

0
Pelatihan Bonsai Diharapkan Dorong Ekonomi Kreatif di Banda Aceh. (Foto: Pemko BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Potensi bonsai sebagai karya seni yang mendukung perekonomian masyarakat menjadi sorotan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Agribisnis Tanaman Tingkat Madya yang dibuka oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Ade Surya, pada Jumat (23/8/2024) di Escape Green Bistro. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dari berbagai komunitas bonsai di Banda Aceh dan direncanakan berlangsung selama tiga hari.

Dalam sambutannya, Ade Surya menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk menggali potensi diri dan berkontribusi dalam mengembangkan industri bonsai di kota yang dikenal dengan keberagaman budayanya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat kepada peserta, karena pengembangan tanaman bonsai kini menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Fahmi, Kepala Dinas Pariwisata Said Fauzan, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Aulia Rachmana Putra, yang turut memberikan dukungan terhadap inisiatif ini.

Ade Surya menekankan pentingnya pengelolaan bonsai yang baik melalui penyelenggaraan event-event seperti pameran atau kontes. Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap bonsai, tetapi juga menarik perhatian wisatawan untuk mengunjungi Banda Aceh.

“Kami akan mendukung komunitas bonsai dalam menggelar event-event ini agar dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan,” tutupnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang teknik pembudidayaan bonsai, tetapi juga dapat menciptakan peluang usaha baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Editor: Akil