Beranda blog Halaman 2193

IPMIR Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

0

Nukilan.id – Ikatan Pemuda Mahasiswa Idi Raya (IPMIR) Banda Aceh menggelar buka puasa bersama dan sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menjalin silaturahmi bersama mahasiswa Idi Raya dan alumni IPMIR, di salah satu cafe di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Senin (10/5/2021).

Kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama tersebut terlaksana atas dukungan para alumni IPMIR.

“Kegiatan ini bertujuan menjalin silaturahmi antar mahasiswa Idi Raya yang terdiri dari 5 Kecamatan di Pusat Ibu kota Idi,” kata Ketua Umum IPMIR, Arif Munandar S. Hum kepada Nukilan.id.

Arif Berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilakukan di Idi, tetapi bisa dimana saja, karena dengan menjalin silaturahmi, persatuan semakin kuat.

“Silaturahmi ini bisa kita adakan dimana saja. Karena dengan kita berkumpul kita akan kuat dalam menjalin silaturahmi dan persatuan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Firdaus, Dalam Sambutannya mewakili Alumni IPMIR mengatakan, paramahasiswa dan pemuda Idi Raya di Rantau harus terus bersatu.

“IPMIR rumah bagi kalian dimanapun berada. Karena di sini kalian bisa belajar makna kebersamaan dan apa itu organisasi,” kata Firdaus mengingatkan.

Firdaus juga berpesan kepada Ketua IPPAT yang juga hadir pada acara tersebut untuk selalu mendukung dan terus berkoordinasi dengan paguyuban kecamatan.

“Karena fondasi dari IPPAT yaitu paguyuban-paguyuban Kecamatan, Aceh Timur di Banda Aceh,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Para Alumni IPMIR, Ketua Umum IPPAT dan Para Mahasiswa Pemuda Idi Raya.[Irfan]

Kadisdik Aceh Terima Kunker Komisi B DPRD Langkat

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, di ruang Opsroom Disdik Aceh, Senin (10/5/2021).

Rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara terdiri dari 7 orang yang dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Langkat, Sandrak Herman Manurung.

Selain bersilaturrahmi, kunjungan DPRD Langkat tersebut juga untuk menggali informasi mengenai proses belajar mengajar secara Daring dan Luring di masa pandemi Covid-19, mekanisme pemerataan guru PNS Aceh, mekanisme sistem penggajian guru honorer serta metode penyeleksian calon kepala sekolah.

“Selain untuk mengetahui bagaimana sistem dan implementasi pendidikan Aceh di masa pandemi Covid 19 dan juga bagaimana terobosan-terobosan Dinas Pendidikan Aceh untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia tentunya agar bisa berkontribusi untuk pembangunan daerah,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Langkat, Sandrak Herman Manurung.

Menurutnya, berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bidang Pendidikan, Aceh berada pada urutan12 secara nasional, hal ini menandakan Provinsi Aceh masih lebih baik dari Sumatera Utara.

“Dinas Pendidikan Aceh memang punya cara tersendiri untuk mentransmisikan sistem pendidikan. Nanti dari hasil pembahasan tadi kami akan coba diskusikan dengan ke dinas pendidikan di Kabupaten Langkat. Bagaimana model yang dulunya datang sebagai peserta rapat yang sebenarnya itu tidak tepat sasaran lagi. Kedepan harus fokus bagaimana meningkatkan motivasi guru untuk mengajar yang lebih baik,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu, Kadisdik Aceh turut didampingi Kabid Sarana Prasarana, Sya’baniar, SE, Plt. Kabid Pembinaan GTK, Muksalmina, M.Si, Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM dan Kepala UPTD PTKK, Asra Riady, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut Kadisdik Aceh meyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Langkat ini.

Menurut Alhudri, kunjungan ini selain untuk menjalin tali silaturahmi sekaligus untuk bertukar pikiran terkait program pembelajaran yang ada di wilayah masing-masing.

“Ini satu momen yang baik untuk bertukar informasi terkait perkembangan daerah masing-masing di satu sisi. Mungkin ada yang lebih di kita dan ada kekurangan juga,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama Plt. Kabid Pembinaan GTK, Muksalmina, M.Si memaparkan beberapa hal menyangkut dengan anggaran yang dikelola Disdik Aceh, sistem pelaksanaan pembelajaran daring dan luring, tata cara pemerataan guru, data indeks pembangunan manusia, system penggajian guru honorer berdasarkan grade nya, dan upaya peningkatan mutu dan kualitas guru serta kepala sekolah.

“Dengan semua program tersebut, kita berharap hanya dua yaitu harus mampu meluluskan siswa SMA untuk tembus sebanyak-banyaknya pada Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta. Lalu untuk lulusan SMK harus mampu sebanyak-banyaknya bekerja mandiri atau terserap di Industri dan Dunia Usaha. Kemudian lulusan SLB juga kita targetkan agar bisa mandiri,” tutur Muksalmina.

Kemudian Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM menyebutkan masih ada kendala pembelajaran daring yang dilakukan selama ini, karena belum seluruh daerah terkoneksi jaringan internet dengan baik.

“Kita juga berupaya membuat modul-modul pembelajaran secara offline yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran. Untuk itu kita telah mengajak guru-guru inti untuk menyusun materi pembelajaran yang mudah dipahami murid,” terangnya.

Sementara usai pertemuan tersebut, Kabid Sarana Prasarana, Sya’baniar, SE didampingi para eselon III lingkup Disdik Aceh, menyerahkan cendera mata kepada Komisi B DPRK Langkat.[]

Jaga Kerahasiaan Data Pribadi, Dokumen Kependudukan Tak Perlu Difotokopi

0

Nukilan.id – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengajak masyarakat dan berbagai instansi untuk lebih berhati-hati menjaga kerahasiaan data pribadi.

“Seluruh elemen masyarakat wajib menjaga kerahasiaan data pribadi. Maka saya mohon betul masyarakat untuk tidak mengupload dokumen kependudukan di media sosial. Kepada lembaga atau instansi yang menggunakan fotokopi dokumen kependudukan, seperti KTP-el atau pun Kartu Keluarga sebagai persyaratan pelayanan, agar segera dimusnahkan dengan mesin penghancur dokumen bila tidak terpakai lagi. Jangan dibuang begitu saja, sehingga bisa dimanfaatkan atau disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh dalam pernyataan resmi di Jakarta, Senin (10/5/2021).

Pernyataan Dirjen Dukcapil ini untuk menyikapi jagat media sosial yang kembali heboh lantaran adanya laporan masyarakat tentang berkas fotokopi KTP-el dan Kartu Keluarga dijadikan kertas pembungkus gorengan dan penjual angkringan.

Berawal dari cuitan akun Twitter atas nama @ismailfahmi yang memperlihatkan fotokopi KTP yang dijadikan bungkus gorengan, serta berkas fotokopi KK yang dijadikan bungkus makanan angkringan, pada Sabtu (8/5/2021).

“Buat yang fotokopi KK dan/atau E-KTP, pastikan tidak ada extra copy seperti ini,” cuitnya sembari membubuhkan emoticon ‘Rolling on the floor laughing’.

Nah, bagaimana sebetulnya Dukcapil mengatur agar berkas fotokopi KK dan KTP itu tidak tercecer dan digunakan untuk hal yang tidak sepatutnya?

Zudan mengingatkan, dokumen kependudukan yang berisi data pribadi yang sangat riskan disalahgunakan. Untuk itu dirinya meminta Dinas Dukcapil kabupaten/kota agar mempedomani Permendagri Nomor 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Dokumen Kependudukan.

“Pendokumentasian berkas permohonan layanan disimpan dan diarsipkan untuk kemudian dimusnahkan jika sudah masuk masa retensinya. Untuk berkas manual, saya minta agar dikonversikan ke dalam bentuk digital sebelum dimusnahkan. Untuk memusnahkannya bentuk tim dan buat berita acaranya,” ujarnya memberikan arahan.

Zudan menyarankan kepada lembaga pengguna data Dukcapil agar tidak perlu memfotokopi dokumen kependudukan, seperti KTP-el dan KK sebagai syarat pelayanan.

“Gunakan card reader, atau bagi instansi yang belum bekerja sama segera mengajukan permohonan pemanfaatan data kependudukan kepada Dinas Dukcapil terdekat,” ujarnya.

Begitu pun untuk pelayanan permohonan dokumen kependudukan, Dirjen Zudan juga memerintahan jajaran Dinas Dukcapil kabupaten/kota tidak ada lagi meminta berkas foto copy kepada pemohon karena pelayanan Adminduk dilakukan melalui online.

Zudan mengaku sudah menurunkan tim untuk meneliti dari mana berkas fotokopi KTP dan KK yang kemudian dijadikan bungkus jajanan makanan kaki lima tersebut berasal.

“Misal ada entitas bisnis yang mempersyaratkan fotocopi KK atau KTP bagi calon nasabahnya, apakah itu leasing, bank, perusahaan multilevel marketing, atau lembaga lainnya. Saya sekali lagi mengimbau agar berkas fotokopi itu untuk dimusnahkan. Dukcapil pun melakukan hal yang sama, kalo ada KTP-el rusak agar segera dibakar untuk menghindari masalah seperti ini,” kata Dirjen Zudan Arif Fakrulloh.

[Puspen Kemendagri]

Positif Corona, Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

0

Nukilan.id – Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia. Dia meninggal setelah dinyatakan positif Corona atau COVID-19.

“Benar, ustaz sudah meninggal dunia. Baru saja 1 menit setelah selesai azan Magrib,” kata Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, Senin (10/5/2021).

Tengku Zulkarnain dirawat sejak 2 Mei 2021 karena positif Corona. Dia dirawat di RS Tabrani Pekanbaru.

“Beliau masuk ke RS kita tanggal 2 Mei. Kita berkewajiban siapa saja yang masuk untuk ditangani. Itu sudah jelas perintah Gubernur, kita rumah sakit yang ditunjuk sebagai RS rujukan. Kita lakukan yang terbaik untuk dirawat,” kata Direktur Corporate Communication RS Tabrani, Ian Machyar, kepada wartawan, Senin (10/5).

Dia mengatakan Tengku Zulkarnain dalam kondisi stabil saat pertama kali masuk di RS. Menurutnya, Tengku Zulkarnain tidak memiliki penyakit lain.

“Waktu masuk kondisinya positif saja, kesehatan stabil. Tidak ada sakit lain,” katanya.

Tengku Zulkarnain dinyatakan terpapar COVID setelah melakukan swab PCR di RS Tabrani. Saat itu, dia berencana pulang ke Medan, Sumatera Utara.

“Beliau rencana besoknya mau pulang ke Medan. Ketahuan positif karena swab mau pulang ke Medan. Jadi swab untuk perjalanan,” kata Ian.

Ian menyebut kesehatan Tengku Zulkarnain dalam kondisi stabil. Tengku Zulkarnain dirawat di ICU.

“Sekarang dalam pengawasan dokter yang berwenang. Dirawat di ruang ICU dan kami terus memantau. Tidak ada sakit penyerta, hanya positif saja,” kata Ian.

“Keluarga ada di sini dari Medan dan Pekanbaru, jadi yang positif hanya sendiri. Yang perlu digarisbawahi, masuk tanggal 2 Mei bukan tanggal 6 Mei. Bukan melanggar mudik, karena mudik tanggal 6 Mei dilarang. Ini hari ke-8 Mei dirawat,” katanya lagi.[detikcom]

Tradisi Meugang di Aceh, Sambut Idul Fitri dengan Berbagi Daging

0
Suasana jual beli daging Meugang di Pasar Simpang Empat Kota Fajar (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Setiap daerah memiliki tradisi dan adat istiadat yang berbeda-beda. Hal tersebut yang membuat masyarakat Indonesia mempunyai sikap toleransi yang tinggi antar sesama.

Saat melakukan sebuah perayaan, masyarakat Indonesia juga memiliki cara masing-masing untuk melakukannya. Cara tersebut biasanya berasal dari hal-hal yang biasa dilakukan nenek moyang dari dulu sehinggan diwariskan untuk terus dibudayakan.

Misalnya saja pada hari raya Idul Fitri atau lebaran, masyarakat Indonesia merayakan dengan tradisi yang berbeda-beda di setiap daerah. Salah satu daerah di Indonesia yang sangat kental dengan ajaran agama Islam yaitu Aceh, melakukan sebuah tradisi bernama Meugang.

Tradisi ini masih dilakukan pada setiap tahunnya oleh masyarakat Aceh. Berikut penjelasan mengenai tradisi yang memiliki nilai sosial tinggi ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber, seperti dilansir liputan6.com, Senin, (10/5/2021).

Makmeugang atau meugang ini memang tidak asing untuk masyarakat Aceh. Ini sebuah tradisi unik yang dimiliki masyarakat Aceh untuk menyambut hari-hari besar agama Islam yaitu sebelum memasuki bulan Ramdhan, hari raya Idulfitri, dan hari raya Iduladha.

Sejarah makmeugang berawal dari masa kerajaan Aceh. Pada saat kemimpinan Sultan Iskandar Muda di Kerajaan Aceh Darussalam, beliau ingin melakukan tradisi makmeugang itu. Sultan memerintahkan kepada para petinggi istana untuk membagikan daging kepada rakyat.

Daging tersebut juga dibagikan mengutamakan rakyat yang lebih membutuhkan seperti fakir miskin. Tradisi ini pun kemudian terus diwariskan kepada kepemimpinan kerajaan selanjutnya, yang mana sudah diwariskan secara turun temurun sampai sekarang.

Pada masa penjajahan Belanda dahulu pun, tradisi ini tetap dilaksanakan oleh masyarakat Aceh. Hal tersebut dilakukan dengan para pemimpin desa yang bersekutu dengan Belanda membagikan daing tersebut pada rakyat.

Tradisi ini memang tidak akan lekang dimakan waktu karena terus dibudayakan hingga saat ini. Tradisi yang sudah ada sejak zaman kerajaan Aceh ini pun sudah berumur ratusan tahun.

Tujuan Acara Makmeugang

Tradisi makmeugang atau meugang ini merupakan sebuah tradisi di mana setiap masyarakat memasak daging dan menyantapnya bersama keluarga. Pada tradisi makmeugang ini diawali dengan melakukan pemotongan hewan seperti sapi, kerbau, atau kambing.

Pada sebagian masyarakat juga, ada yang langsung membeli daging di pasar untuk mengolah daging tersebut menjadi makanan apa pun. Tidak jauh berbeda pada zaman kerajaan Aceh, tujuan makmeugang ini masih sama hingga sekarang yaitu membagikan daging kepada masyarakat, khususnya yang fakir miskin.

Masyarakat saling berbagi pada daging dengan berbagai macam olahan yang berbeda-beda. Selain itu, pada saat kerjaan Ache pun, memiliki makna lain sebagai rasa syukur dan berterima kasih atas kemakmuran dan kesejahteraan Aceh.

Tak Hanya Wariskan Budaya, Meugang Punya Nilai Positif

Pembelajaran yang didapatkan dari tradisi makmeugang ini akan sangat bermanfaat pada kehidupan sehari-hari. Saling berbagi kepada sesama atau orang-orang yang membutuhkan merupakan sebuah nilai yang sangat positif dalam hidup.

Hal tersebut juga dilakukan Sultan untuk membuat semua masyarakatnya sama-sama bisa menyambut bulan Ramadhan , hari raya Idulfitri, dan hari raya Iduladha. Dengan adanya pembagian daging gratis tersebut seluruh masyarakat jadi bisa menikmatinya.

Pada masa sekarang pun, tujuan yang dimiliki Sultan harus terus dilakukan untuk membuat para orang yang membutuhkan bisa menikmati daging walau tak seberapa. Masyarakat Aceh pun dengan sangat bergembira terus menyambutnya pada setiap tahun.

Budaya Indonesia yang dikenal masyarakatnya dengan bergotong royong dan salin tolong menolong ini duktikan dengan adanya tradisi ini. Warisan budaya ini berikan nilai sosial yang luar biasa kepada seluruh warganya, sehingga harus terus dilestarikan.

Dua WNA Kru Film Dokumenter Diperintahkan Keluar dari Aceh

0

Nukilan.id – Dua warga negara asing (WNA) kewarganegaraan Amerika Serikat dan Jerman yang merupakan kru film dokumenter, diperintahkan kembali ke Medan, Sumatera Utara, karena tidak mengantongi izin beraktivitas di Kota Subulussalam.

Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono mengatakan, dua WNA tersebut termasuk dalam lima kru film dokumenter yang hendak mendokumentasikan di kawasan Hutan Lae Soraya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

“Kedua warga negara asing tersebut yakni berinisial VBN, 40 tahun asal Jerman, dan RG, 38 tahun dari Amerika Serikat. Mereka hendak membuat film dokumenter tentang lingkungan,” kata AKBP Qori Wicaksono di Subulussalam, Minggu (9/5/2021).

Kapolres mengatakan dua WNA tersebut bersama tiga WNI yang juga kru film serta dua sopir. Mereka hendak masuk ke wilayah Sungai Lae Soraya, melakukan liputan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Sebelumnya, mereka liputan dokumenter di Aceh Tenggara.

AKBP Qori Wicaksono mengatakan keberadaan rombongan pembuat film dokumenter itu diketahui saat hendak melewati pos penyekatan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara di Jembatan Timbangan Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Jumat (7/5), sekitar pukul 21.00 WIB.

Rombongan tersebut dari Aceh Tenggara menumpang dua mobil, yakni mobil boks membawa perlengkapan dan mobil penumpang minibus. Saat, diperiksa semua dapat memperlihatkan dokumen perjalanan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan imigrasi terkait kelengkapan dokumen keimigrasian. Hasil pemeriksaan dokumen keimigrasian dinyatakan lengkap,” ujar Kapolres.

Untuk kepentingan koordinasi dengan pihak terkait, kata Kapolres, kru film dokumenter tersebut dibawa ke Mapolres Subulussalam. Sebelumnya, terhadap ketujuh orang tersebut juga dilakukan pemeriksaan usap antigen, dan hasilnya nonreaktif.

AKBP Qori Wicaksono mengatakan saat di Mapolres Subulussalam didapat informasi dari koordinator Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Aceh Irwandi yang menyebutkan hanya tiga kru film yang WNI melaporkan kegiatan mereka di Subulussalam.

“Sedangkan WNA tidak dilaporkan, sehingga tidak memiliki izin memasuki kawasan hutan. Oleh sebab itu, KPH-VI merekomendasikan WNA keluar dari Subulussalam karena tidak memiliki izin untuk beraktivitas di kawasan Hutan Lae Soraya,” kata AKBP Qori Wicaksono.

Terhadap ketiga WNI kru film dokumenter, tetap dipersilakan untuk melanjutkan aktivitas mereka karena sudah mendapatkan izin membuat film dokumenter di kawasan Hutan Lae Soraya

“Kami tidak menemukan unsur tindak pidana mereka lakukan. Hanya saja mereka tidak melapor kepada KPH-VI terkait dengan adanya WNA dalam rombongan. Jadi, kedua WNA diminta keluar dari Subulussalam,” kata AKBP Qori Wicaksono.[Antara]

Begini Cara Tanam Aglonema agar Tumbuh Subur

0

Nukilan.id Tanaman aglonema tumbuh subur sudah pasti menjadi hal diinginkan oleh setiap pemiliknya. Sebab, bentuk dan tampilannya akan semakin elok untuk dipandang mata pencintanya

Bagi kamu yang baru berencana menanam aglonema serta menginginkannya tumbuh subur dan cantik, ada beberapa kiat atau langkah yang perlu dilakukan. 

Dikutip dari kanal Youtube Fahrul Fahrul, Rabu (5/5/2021), terdapat beberapa langkah dalam menanam tanaman aglonema agar tumbuh subur. Berikut di antaranya. 

Masukkan Pecahan Batu Bata ke dasar Pot

Masukkan pecahan batu bata merah ke dalam dasar pot hingga setinggi dua sentimeter. Hal ini bertujuan meniriskan genangan air pada bagian bawah media tanam akibat air yang berlebih sehingga mengurangi risiko pembusukan akar aglonema. 

Paling penting, meletakkan pecahan batu bata pada dasar pot akan lebih besar menjaga kesuburan aglonema serta lebih kecil kemungkinan terkena busuk akar dan batang. 

Gunakan Media Tanam yang Sesuai

Media tanam aglonema utamanya bisa menggunakan campuran tanah, sekam padi, sekam bakar. Buat tekstur media tanam menjadi gembur atau tidak keras. 

Kamu bisa menambahkan campuran media tanam lainnya, asalkan tiga media tanam yang disebut di atas terdapat di dalamnya.

Jangan Tanam Agloema Terlalu Dalam

Cara pertama menanam aglonema agar tumbuh subur adalah menanamnya tidak terlalu dalam. Tanam aglonema ke media tanam atau tanah pada bagian bonggol, yakni bagian atas dari sela-sela akar. 

Jangan menanam aglonema ke tanah atau media tanam pada bagian pucuknya, tanam pada bagian bawah pucuk aglonema (ujung bonggol ke bawah hingga akar).

Bukan berarti membuatnya mati, tapi aglonema yang ditanam terlalu dalam akan membuat pertumbuhannya sangat lambat. Sebab, aglonema tidak dapat mengembangkan diri, tetapi berusaha melepaskan diri dari media tanam yang terlalu dalam. 

Cegah Aglonema dari Berbagai Penyakit 

Saat aglonema sudah ditanam, silakan lakukan penyemprotan dengan obat pembasmi hama untuk mencegah berbagai penyakit dan serangan hama.

Pembasmi hama yang bisa digunakan adalah antracol. Ikuti dosis yang tertera pada kemasan dan semprotkan secara merata ke aglonema yang baru ditanam. 

Jangan Beri Pupuk Setelah Penanaman

Aglonema yang baru ditanam jangan diberikan pupuk terlebih dahulu, kecuali kamu ingin menggunakan vitamin B1 maupun pupuk dekastar. Untuk pupuk di luar itu, jangan diberikan terlebih dahulu selama empat sampai lima hari.

Letakkan Aglonema di Tempat Teduh

Setelah selesai, letakkan tanaman aglonema yang baru ditanam di tempat yang teduh dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung.[kompas]

Mendagri Minta KEK Galang Batang PT. BAI Perhatikan Aspek Lingkungan

0

Nukilan.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam kunjungan kerjanya ke Kepulauan Riau, sempat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Minggu (9/5/2021).

Dalam kesempatan itu, Mendagri yang turut didampingi Gubernur Kepulauan Riau, meminta PT. BAI memperhatikan aspek lingkungan, agar selaras dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan green industry dan green economy. Ia pun menekankan kegiatan di sana jangan sampai menghasilkan efek polusi yang dapat mencemari lingkungan.

“Tadi saya pesan kepada PT BAI, nomor satu saya minta tolong masalah lingkungan, karena pemerintah pusat sekarang mindsetnya adalah green industry, green economy, ini jangan sampai memberikan dampak polusi terutama apalagi ada penggunaan batu bara, sudah ada teknologi untuk zero transmission, zero pollution untuk batu bara, fine, bagus,” ujar Mendagri.

Mendagri juga berpesan agar PT BAI memperhatikan pengelolaan sampah, terutama sampah plastik, agar tak turut mencemari lingkungan. Terlebih, plastik merupakan jenis sampah yang sulit diurai. “Jangan sampai ada sampah plastik, jangan sampai ada industri besar seperti ini sampahnya tidak teratur, plastik terutama,” pesannya.

Selain persoalan sampah, Mendagri juga minta status KEK tak mengubah kawasan hijau dan lingkungan sekitar, misalnya dengan membiarkan ruang hijau dan perbukitan yang telah ada sebelumnya. “Ruang hijau jangan diubah, jadi tetap ada hutan, industri di tengah hutan, itu hebat,” tandasnya.

Tak kalah penting, selain aspek lingkungan, Mendagri juga menekankan pengembangan sumber daya manusia (SDM) masyarakat setempat. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton. Ia pun meminta agar pelatihan masyarakat lokal dijadikan prioritas. Dengan demikian diharapkan KEK Galang Batang akan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menguntungkan semua pihak.

“Nah ini kalau semua diuntungkan, perusahaan jangan hanya mikir untung sendiri, perusahaan diuntungkan, masyarakat diuntungkan, pemda diuntungkan, pemerintah pusat diuntungkan, kita semua pasti akan mendukung investasi menjadi model buat tempat lain,” tuturnya.

Mengutip data dari www.kek.go.id, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang berada di Pulau Bintan Kepulauan Riau, yang merupakan sentra choke point Selat Malaka. KEK Galang Batang akan dikembangkan sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter. Diperkirakan KEK Galang Batang akan mampu menyerap tenaga kerja sebesar 23.200 orang, tersebar untuk industri pengolahan refinery sebesar 350 orang, industri pengolahan smelter sebesar 260 orang dan jasa dermaga serta pelabuhan yang berpotensi menciptakan kegiatan ikutan (multiplier effect) di kawasan tersebut.

[Puspen Kemendagri]

KPK Tangkap Bupati Nganjuk Terkait Dugaan Jual Beli Jabatan

0
Logo KPK. (Foto: KPK)

Nukilan.id – Tim satgas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur (Jatim) pada Ahad (9/5) sore. Salah satu yang ikut terjaring dalam operasi senyap tersebut, yakni Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat (NRH).

“Benar KPK melakukan tangkap tangan di Nganjuk,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonformasi, Senin (10/5).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, tangkap tangan dilakukan karena diduga telah terjadi praktik jual beli jabatan. “Diduga begitu (jual beli jabatan),” kata Ghufron saat dikonfirmasi, Senin (10/5).

Ghufron belum menjelaskan secara perinci kasus yang menjerat Bupati Nganjuk serta berapa jumlah pihak lain yang ikut diamankan. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum NRH dan pihak yang tertangkap tangan lainnya.

“Siapa saja dan berapa uang yang diamankan, kami sedang melakukan pemeriksaan, bersabar, nanti kita ekspose,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tangkap tangan kali ini dipimpin oleh Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Penyelidik KPK Harun Al Rasyid. Sebelumnya, nama Harun disebut masuk dalam 75 pegawai KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).[]

Sumber: Republika

157 WNA China Masuk Indonesia, Begini Kata Kemenkumham

0

Nukilan.id – Sebanyak 157 Warga Negara Asing (WNA) asal China sampai di Indonesia melalui Bandara Udara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (8/5/2021).

Namun demikian pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menegaskan bahwa para WNA tersebut telah memenuhi aturan keimigrasian.

“Seluruh WNA telah memenuhi aturan keimigrasian dengan jenis visa dan kegiatan yang sesuai dengan Peraturan Menkumham Nomor 26 tahun 2020 yaitu untuk kegiatan bekerja, bukan untuk kunjungan wisata,” jelas Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting dikutip dari kompas.com, Minggu (9/5/2021).

Selain itu Jhoni juga menyebut bahwa sebelum diperiksa oleh pihak imigrasi, semua WNA sudah dinyatakan aman atau clearance oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Petugas imigrasi tidak akan memberikan izin masuk jika para penumpang tidak lulus pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri yang ditentukan oleh Satgas Penanganan Covid-19,” tuturnya.

Adapun WNA asal China tiba di Tanah Air dengan menggunakan pesawat China Soutern Airlens CZ387 dari Guangzhou pada pukul 05.00 WIB.

Hingga saat ini pemerintah sebenarnya sudah memberlakukan larangan WNA ke Indonesia jika untuk tujuan wisata. Pemerintah juga menghentikan sementara pemberian kunjungan serta visa on arrival (VOA) untuk menekan angka penularan virus corona.

Sebagai informasi Jhoni juga menyebut bahwa kedatangan WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk melakukan kepentingan esensial saja.

“Kedatangan para WNA ke Indonesia hanya diizinkan untuk tujuan seperti bekerja di proyek strategis nasonal, objek vital, penyatuan keluarga, bantuan medis dan kemanusiaan, serta kru alat angkut,” ungkap dia.