Beranda blog Halaman 2031

7 Wanita Digerebek Sedang Berpesta Miras di Banda Aceh

0

Nukilan.id – Personel Polresta Banda Aceh dan Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan Wh) menggerebek sebuah kafe dan menemukan tujuh wanita muda yang sedang pesta minuman keras.

Ketujuh wanita muda tersebut berinisial NM (22), HS (19), EMD (26), CA (22), FD (26), MA (22) dan NA (19). Petugas juga menyita barang bukti berupa minuman keras merek Red Label dan Vibe dari ketujuh wanita itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, AKP M. Ryan Citra Yudha mengatakan, peristiwa itu berawal dari laporan warga setempat yang merasa terganggu dengan suara bising dari kafe tersebut.

“Warga setempat merasa terganggu dengan adanya suara bising hampir tiap malam. Mereka melaporkan,” kata Ryan saat dikonfirmasi, Senin, (30/8/2021).

Setelah mendapat laporan dari warga, petugas gabungan lalu melakukan patroli dan menuju kafe tersebut. Mereka menemukan sejumlah wanita yang sedang asyik minum minuman keras.

“Ternyata di dalam ruang karaoke ditemukan tujuh wanita muda sedang berpesta miras dengan berbagai merek,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyitaan barang bukti, polisi menyerahkan wanita tersebut ke Satpol PP dan Wilayatul Hisbah bersama barang bukti miras. Hingga saat ini ketujuh wanita muda ini masih dalam pemeriksaan oleh petugas Satpol PP. [viva]

Tim DTPK Beri Pelayanan Kesehatan Gratis di Pedalaman Aceh Tengah

0

Nukilan.id – Kabid Yankes, Dinas Kesehatan Aceh, dr. Yuanita Ananda, MKM melepas keberangkatan tim Pelayanan Kesehatan Bergerak, Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DPTK) ke Desa Djamat dan Umang Kecamatan Atu Lintang Aceh Tengah, di halaman Dinkes Aceh, Senin (30/8/2021).

Ini adalah kali kedua untuk tahun ini tim DTPK Aceh melakukan pengobatan gratis melayani kesehatan warga di pedalaman Aceh Tengah itu.

Kegiatan DPTK kali ini diikuti oleh 35 personil yang terdiri dari dokter spesialis (Jantung,Penyakit Dalam, THT), dokter gigi, dokter umum, perawat mahir, Sanitarian, Nutrisionis, Apoteker yang berasal dari RSUZA, RSIA, RSUD Meuraxa dan Dinkes Aceh.

dr. Yuanita mengharapkan agar semua anggota tim yg terlibat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik serta tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Ketua rombongan dr. Rais Mubarak melaporkan bahwa kegiatan DPTK ini berlangsung selama 6 hari sejak tanggal 30 Agustus s.d 4 September 2021.

Selain melaksanakan pengobatan massal, tim juga memberikan bantuan paket kesehatan yg terdiri, handuk, sabun, dan sikat gigi.

Disamping itu tim DPTK ini juga akan membagikan mainan anak-anak yang merupakan partisipasi dari LazisMU Aceh, Forum CSR Aceh serta donatur lainnya.

“Kegiatan DPTK ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan yang ada di Aceh. Kegiatan ini rutin dilaksanakan Dinkes Aceh yang dananya bersumber dari APBN dan APBA,” demikian ujar Ketua Rombongan.

Payment Point Bank Aceh di Kantor Bupati Aceh Utara Beroperasi

0

Nukilan.id – Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, dan Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman , Senin, (30/08/2021), meresmikan operasional jaringan kantor payment point Bank Aceh yang berada di lantai dua gedung Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon Aceh Utara.

Thaib dalam sambutannya mengatakan, kehadiran layanan kantor Bank Aceh di kantor Bupati Aceh Utara akan sangat bermanfaat bagi aktifitas transaksi keuangan pemerintah ini Kabupaten Aceh Utara maupun pribadi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan aparatur sipil negara di Aceh Utara menggunakan layanan Bank Aceh.

“Bank Aceh adalah bank miliki kita, karena itu kehadirannya harus didukung oleh kita selaku masyarakat Aceh,” ujarnya.

Bupati Aceh Utara berharap, nantinya Bank Aceh dapat membangun jaringan kantor setara Cabang di Lhoksukon.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, operasional kantor payment point ini merupakan jaringan kantor yang ke-12 bagi Bank Aceh Cabang Merdeka lhokseumawe. Sebelumnya telah tersedia masing-masing 1 unit Kantor Cabang, 9 Unit Kantor Cabang Pembantu, 1 unit kantor kas, dan 1 unit payment point.

“Kehadiran kantor payment point kami harapkan dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi aparatur sipil negara yang bertugas, maupun masyarakat yang berkesempatan hadir disini,” ujar Haizir.

Dikatakan, untuk mendukung akselerasi keuangan digital, sejak setahun terakhir, Bank Aceh telah meluncurkan sejumlah layan digital seperti aplikasi mobile banking Action, Kartu Debet, mesin Cash Recycling Machine, dan penerapan fitur Quick Response Code Indonesian Standar atau (QRIS) pada aplikasi Action.

Ditambahkan Haizir, di tahun ini Bank Aceh juga telah menargetkan sejumlah layanan baru seperti internet banking, uang elektronik, mesin Electronic Data Capture (EDC) maupun kerjasam pembayaran dengan sejumlah e-commerce yang ada di Indonesia.

Sementara di tahun 2022, Bank Aceh menargetkan program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai dan implementasi layanan digital banking di beberapa unit kerja.

“Diseminasi jaringan kantor dan layanan digital, kami harapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi seluruh nasabah Bank Aceh,” ujarnya.

Di akhir acara, Haizir menyerahkan secara simbolis penyerahan deviden sebesar Rp 16,6 miliar bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib.

Selanjutnya, Muhammad Thaib menyerahkan secara simbolis penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk Bank Aceh sebesar Rp. 2 Miliar.

“Penyertaan modal yang diberikan sangat berarti bagi penguatan struktur modal bank,” ujar Haizir.

Dijelaskan, peraturan otoritas jasa keuangan (pojk) nomor 12/pojk.03/2020 tanggal 17 maret 2020 tentang konsolidasi bank umum, telah mewajibkan struktur modal bank milik pemerintah daerah di indonesia harus memenuhi modal minimal berjumlah Rp. 3.000.000.000.000,- (tiga triliun rupiah) selambat-lambatnya pada tahun 2024.

Acara peresmian turut dihadiri oleh Sekretaris Aceh Utara, Dr A Murtala, pimpinan SKPK, sementara dari Bank Aceh turut dihadiri oleh Pemimpin Divisi Umum Bank Aceh, Iskandar, Pemimpin Divisi Usaha Kecil dan Menengah, Iskandar, Pemimpin Cabang Merdeka Lhokseumawe, Taufik Saleh, Peimpin Cabang Samudera Lhokseumawe, Baihaqi, Pemimpin Cabang Bireuen, Junaidi Ramli, Pemimpin Cabang Idi, T Firmansyah, Pemimpin Cabang Banda Aceh, Hendra Supardi. []

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Blang Kolak 1 Masuk 10 Besar Nasional Keterbukaan Informasi, Bupati Aceh Tengah: Saya Optimis 3 Besar

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar berharap Kampung Blang Kolak 1 masuk 3 besar Nasional untuk Kompetisi Keterbukaan Informasi yang sedang digelae secara nasional oleh Komisi Informasi Pusat dan Kementerian Desa Republik Indonesia.

Hal itu disampaikan Shabela dalam sambutannya pada kunjungan rombongan Tim Penilai Kompetisi Keterbukaan Informasi dari Pusat di Aula Kantor Pemerintah Kampung Blang Kolak 1, Sabtu (30/8/2021).

Ia menjelaskan, Kampung Blang Kolak 1 dihuni oleh masyarakat yang heterogen, masyarakat yang berbeda suku dan budaya.

Menurut Shabela, pihaknya sudah menyaksikan langsung bagaimana upaya perangkat desa di desa ini dalam mencapai sepuluh besar keterbukaan informasi.

“Blang Kolak 1 ini luar biasa, patut di apresiasi karena mewakili Aceh Tengah masuk sebagai 10 besar terkait keterbukaan informasi,”

“Tadinya, kampung ini benar-benar berlomba dengan berbagai kendala, macam-macamlah (kendala), katakan seperti SDM, alat, dan lain-lain. Nah ini dia tepati. Tak ada hal yang menghalangi, harus berhasil, maka beliau (Reje) membenahi diri. Kami melihat sendiri,” kata Shabela saat memberi sambutan.

Sepuluh besar dari 75 ribu kampung ujar Shabela, patut untuk disyukuri dengan menggelar sebuah syukuran.

“Kalau saya jadi reje, saya akan potong kerbau. Jadi kalau nanti poton kerbau, undang kami,” seloroh Shabela.

Kampung Blang Kolak 1 terang Shabela, punya berbagai fasilitas pendukung, seperti rumah sakit swasta dan kampung yang berada di komplek desa.

“Jadi kalau rejenya jangan tertinggal, rejenya yang lebih hebat dari bupati sebenarnya,” ucap Shabela.

Nama Blang Kolak 1 lanjut Shabela, merupakan nama dari lapangan atau hamparan yang terletak di kampung ini, karena Blang Kolak artinya hamparan. Lapangan ini kini menjadi sarana olahraga seperti sepakbola.

Berharap Diundang Istana

Shabela juga berharap Kampung Blang Kolak 1 bisa diundang ke istana jika berprestasi dalam bidang keterbukaan informasi. Ia optimis desa tersebut masuk 3 besar secara nasional.

“Biasanya, mimpi saya jadi kenyataan. Biasanya benar. Kalau reje diundang ke istana, saya akan ikut serta,” tambah Shabela, disambut tepuk tangan undangan yang hadir di lokasi itu.

“Di tiga besar, itu mimpi saya. Saya yakin. Kalau urutan pertama saya tidak tahu. Karena saya hampir tidak pernah ke istana” terang Shabela.

Ia mengaku menemui Presiden Jokowi untuk mengusulkan penegerian Universitas Gajah Putih.

“Aceh Tengah ini adalah rumah kedua Jokowi,” ungkap Shabela.

Terkait kompetisi keterbukaan informasi yang sedang diikuti Kampung Blang Kolak 1, sebab ia mendengar fasilitas pendukung sudah mulai terpenuhi.

Bahkan Shabela bersaksi, Kampung Blang Kolak 1 memang melakukan keterbukaan publik, sehingga Pemkab terus memacu Kampung Blang Kolak 1 dalam keterbukaan informasi.

“Saya percaya tim penilai yang hadir adalah tim independen, tidak boleh diintervensi. Namun karena sudah disambut secara adat, bapak-bapak sudah menjadi warga di sini, jadi bapak susah nanti, jadi mau tidak mau harus memenangkan,” kelakar Shabela, kemudian disambut tawa tamu yang ada di aula tersebut.

Shabela menganggap, capaian Blang Kolak 1 sebagai sepuluh tingkat Nasional merupakan sesuatu yang luar biasa, sehingga Pemkab Aceh Tengah terus memberi dukungan kepada kampung ini untuk membantu pembangunan daerah,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu hadir tim penilai dari Komisi Informasi Pusat, perwakilan Kemendes RI, personel BAKTI Kominfo RI, pereakilan DPMG Aceh, Kominfosa Aceh dan Kominfo Aceh Tengah bersama Kepala Bappeda Aceh Tengah. []

Terjebak Kebakaran, Pasutri Banda Aceh di Temukan Tewas

0
Kebakaran Rumah di Aceh (Foto: detik.com)

Nukilan.id – Pasangan suami-istri di Banda Aceh Sudarisman (60) dan Khairani Daud (59) ditemukan tewas dalam rumahnya yang ludes terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.

Insiden kebakaran terjadi di Jalan K. Saman Lr. Mesjid Desa Beurawe Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh, Senin (30/8/2021) sekitar pukul 03.30 WIB. Ada dua rumah yang terbakar yakni milik Sudarisman dan Firman.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan lima unit armada pemadam untuk menjinakkan api. Petugas tiba di lokasi enam menit setelah dilaporkan adanya kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Heru Triwijanarko mengatakan “Ketika tiba di lokasi, kami mendapat laporan adanya dua orang korban jiwa sehingga petugas berusaha menerobos ke dalam rumah,”

Ketika menerobos masuk, petugas menemukan korban terletak di depan pintu kamar dan pintu kamar mandi. Jasad kedua korban kemudian dievakuasi keluar oleh petugas pemadam.

Menurut Heru, api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB. Dia menyebut, rumah milik korban terbakar merupakan rumah permanen sedangkan rumah milik Firman terbuat dari kayu.

“Kedua rumah tersebut rusak berat. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Heru. [detikcom]

Irwan Djohan Bagikan Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid di Aceh Besar

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan. id – Dalam rangka Reses II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Teuku Irwan Djohan, ST mengadakan pembagian sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid 19 di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (29/8/2021).

Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana Kegiatan, Edo kepada Nukilan.id bahwa, pembagian sembako tersebut untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Edo menyebutkan, pembagian sembako tersebut dilakukan pada Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang, sampai hari ini pembegian sembako itu sudah dilaksanakan pada 6 titik, dengan satu sembako yang dibagikan kepada keluarga yang terdampak Covid-19 sebanyak 125 paket.

“Adapun titik yang sudah dibagikan yaitu, Yayasan HAKA di Kantor Peunayong, Lamtemen Timur, Lamlagang digabung menjadi 2 titik dan Gampong Meunasah Manyang, dengan jenis sembako berupa, beras, alat tulis untuk anak sekolah, dan nasi Kotak,” sebutnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat penerima sembako, Ibu Marhamah mengucapkan terimakasih kepada anggota DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan. Dengan adanya bantuan ini, kata dia, kami selaku masyarakat merasa terbantu, dengan kondisi di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini.

“Memang selama ini Bapak Irwan Djohan selalu memprioritas untuk membantu masyarakat, karena jiwa sosialnya sangat tinggi dan sukar tolong menolong sesama warga,” ungkapnya.

Ibu Marhamah berharap, semoga kedepan Bapak Teuku Irwan Djohan terpilih kembali dan bisa terus membantu masyarakat yang membutuhkan.

Reporter: Irfan

Raje Blang Kolak 1: HAM yang Harus Dipenuhi Negara Adalah Hak untuk Tahu

0

Nukilan.id – Reje atau Kepala Desa Kampung Blang Kolak 1, Asri Kandi mengatakan, salah satu hak asasi manusia yang harus dipenuhi oleh negara adalah hak untuk tahu.

Hal itu merupakan hak konstitusional setiap warga negara Indonesia, karena dijamin di dalam Pasal 18 F Undang-Undang Dasar 1945, yaitu hak setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi.

Hal itu dikatakan Reje Kampung Blang Kolak 1, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (30/8/2021).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat, M Syahyan, KIP Nusa Tenggara Timur, Daniel Tolu, Koordinator Fasilitasi Advokasi dan Diseminasi Kebijakan Pembangunan, Azkar Wicaksana, Sub Koordinator Fasilitasi Advokasi dan Diseminasi Kebijakan Pembangunan, Asep Heruhidayat, Siti nita Apriliani Staf Kemendes, Siti nita Apriliani, dan dua orang BAKTI Kominfo, Fitri Wulandari dan Siti nita Apriliani.

Sementara KIP Aceh diwakili salah satu komisionernya, Arman Fauzi, serta turut hadir Kadis Kominsa Aceh, Khairuddin Yoes.

Masih menurut Asri Kandi, informasi terkait kampung adalah hak masyarakat desa untuk mengaksesnya, baik terkait administrasi, keuangan, pembangunan maupun permberdayaan masyarakat.

“Guna memenuhi hak tersebut, Pemerintah Kampung Blang Kolak 1 berkomitmen menjalankan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang terbuka partisipatif, inovatif dan akuntabel,” ujarnya.

Implementasi dari komitmen yang diterapkan di Kampung Blang Kolak 1 ini lanjut Asri Kandi, sangat didukung oleh para pihak dari level kampung hingga provinsi.

“Kami bersyukur, komitmen yang kami laksanakan sekarang mendapat apresiasi. Kabar baik kami terima bahwa Kampung Blang Kolak 1 terpilih mewakili Provinsi Aceh yang menerima kunjungan dari tim Visitasi Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik di desa,” ujarnya.

Pihaknya berharap, implementasi penyediaan informasi publik yang akurat dan benar ini dapat membantu terselenggaranya pemerintahan kampung yang transparan dan akuntabel.

“Kami juga siap menjadi role model keterbukaan informasi publik bagi kampung-kampung lain di Aceh,” pungkasnya.

Kehadiran tim yang terdiri dari perwakilan Komisi Informasi Pusat (KIP), Perwakilan Kementerian Desa (Kemendes) dan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) itu hadir ke Kampung Blang Kolak 1 untuk melakukan penilaian terkait kompetisi Keterbukaan Informasi Desa Tingkat Nasional. Sebab kampung yang berada di Kilometer 0 Aceh Tengah ini telah masuk Sepuluh Desa Terbaik Keterbukaan Informasi Publik Tingkat Nasional.[]

Bersiap!! Seleksi Kompetensi PPPK Guru Akan Dimulai 13 September 2021

0
Kepala Bidang Pembinaan GTK, Muksalmina, S.Pd, M.Si

Nukilan.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI bersama Dinas Pendidikan Aceh akan menyelenggarakan pelaksanaan seleksi kompetensi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru mulai 13 hingga 17 September 2021 pada 49 titik di seluruh Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Plt. Kepala Bidang Pembinaan GTK, Muksalmina, S.Pd, M.Si. menyebutkan sesuai surat dari Kemdikbudristek nomor: 4661/B/GT/01.00/2021 tertanggal 28 Agustus 2021, jadwal seleksi PPPK bergeser dari sebelumnya 30 Agustus menjadi 13 September 2021.

“Insyallah dalam waktu dekat kita akan duduk bersama para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota untuk membicara teknis pelaksanaan ujian PPPK,” tuturnya.

Muksalmina menjelaskan meskipun waktu pelaksanaan telah dijadwalkan, namun passing grade untuk seleksi kompetensi PPPK Guru belum ditetapkan. Namun peserta tidak usah khawatir. Pasalnya, passing grade tersebut dipastikan akan ditetapkan sebelum pelaksanaan seleksi kompetensi tahap pertama.

“Jadi para calon PPPK dapat mengikuti ujian di daerahnya masing-masing. Kita sudah menyiapkan sebanyak 160 ruang ujian dengan 3.661 unit komputer. Saat ini tim proktor dan operator kita sedang bekerja keras menyiapkan sistem di daerah. Semoga tidak ada kendala yang berarti saat ujian nanti,” harapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kemdikbudristek, lanjut Muksalmina, jumlah peserta yang akan mengikuti seleksi kompetensi PPPK tahap pertama sebanyak 28.691 orang. Mereka adalah para guru non pns yang selama ini telah mengabdi di satuan pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB yang ada di seluruh Aceh.

“Kami berpesan agar seluruh calon PPPK Guru dapat menyiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti seleksi, tetap belajar lebih semangat, fokus pada modul dan materi yang telah diberikan saat pembekalan PPPK kemarin,” pesannya.

Muksalmina menghimbau para calon PPPK untuk tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengiming-imingkan dapat meluluskan ujian. Pasalnya ujian akan dilakukan secara online dan transparan.

“Bapak/ibu sendirilah yang menentukan nasibnya sendiri. Teruslah berusaha dengan belajar dan berdoa agar dimudahkan dalam ujian nanti,” pintanya.

Sementara itu berdasarkan Surat Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 4661/B/GT.01.00/2021 tentang Penyampaian Jadwal Tahapan Pelaksanaan Seleksi Guru ASN-PPPK Tahun 2021.

Jadwal Seleksi PPPK Guru Tahap Pertama Tahun 2021 :
– Pengumuman daftar peserta, waktu dan tempat seleksi PPPK Guru I : 9 September 2021
– Cetak kartu peserta seleksi PPPK Guru : 9 s.d. 12 September 2021
– Pelaksanaan Seleksi Kompetensi I : 13 s.d. 17 September 2021
– Pengumuman hasil Seleksi Kompetensi I : 24 September 2021
– Masa sanggah I (masa pengajuan sanggah) : 24 s.d. 27 September 2021
– Jawab sanggah I (tanggapan sanggah) : 27 September s.d. 5 Oktober 2021
– Pengumuman hasil sanggah I : 5 Oktober 2021

Informasi dan penjelasan lain terkait pelaksanaan seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru dapat dibaca melalui laman https://gurupppk.kemdikbud.go.id. []

Raih Tiket PORA, PDBI Langsa Optimis Persembahkan Aksi Terbaik

0

Nukilan.id – Tim Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Kota Langsa yang bersaing dengan 11 kontingen kabupaten/ kota lain akhirnya lolos ke PORA.

Setelah selesai mengikuti ajang Pra-Pekan Olahraga Aceh atau Pra PORA III yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Gelumpang Payong,Kecamatan Jeumpa,Kabupaten Bireun, Minggu (29/08/2021).

Dengan usaha dan perjuangan yang maksimal akhirnya PDBI kota Langsa berhasil menyisihkan beberapa kab/kota, dan PDBI kota Langsa berhasil meraih tiket PORA tahun 2022 mendatang di Sigli meskipun tidak mendapatkan juara.

Ketua PDBI Kota Langsa bapak Saifullah SE beserta rombongan dari Langsa yang juga ikut menyaksikan langsung penampilan tim Drumband Langsa tampil di urutan pertama dan di susul Aceh Tengah,Aceh Timur,Aceh Tamiang,Lhoksemawe,Banda Aceh,Aceh Besar,Sabang,kemudian tuan rumah Bireun,Aceh Utara,Bener Meriah dan Aceh Tenggara.

“Alhamdulillah PDBI kota Langsa berhasil menyisihkan beberapa kab/kota dan PDBI kita Langsa berhasil meraih tiket PORA di Sigli tahun 2022 mendatang, ini semua berkat usaha dan perjuangan yang maksimal.”ungkap Saifullah SE. Wakil ketua I DPRK kota Langsa telah dikonfirmasi. Senin (30/08/2021).

Perlombaan ini berlangsung empat hari yang di laksanakan di tempat yang berbeda-beda,para peserta menampilkan keterampilan tim,kekompakan tim dalam memainkan berbagai perlengkapannya.

“Meski telah lolos ke PORA tetap harus terus berlatih untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,terutama dalam melakukan gerakan serta harmonisasi musik yang dimainkan tim Drumband di ajang PORA selanjutnya” ujar Saiful.

Pelatih Drumband Kota Langsa bapak Dodi Syahreza juga terus memberi semangat untuk adik adik didiknya agar terus menampilkan yang terbaik.

kegiatan berlangsung tapa dihadiri oleh penonton karena Pra-PORA di masa pandemi COVID 19,panitia tetap melakukan kegiatan sesuai dengan protokol kesehatan dan pengamanan yang ketat oleh tim keamanan gabungan.[]

FKL Jumpai Wali Nanggroe Bahas Perkembangan Suaka Rhino Sumatera

0

Nukilan.id – Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL) datang menjumpai Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeuneuret, Kabupaten Aceh Besar, Senin (30/8/2021).

Kedatangan tersebut membahas progres pembangunan Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Kabupaten Aceh Timur yang saat ini tengah dalam proses pembangunan,

Informasi tersebut seperti disampaikan oleh Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe M. Nasir Syamaun, MPA.

Para pengurus Yayasan FKL yang terdiri dari Dedi Yansyah selaku Koordinator Program, Hertanto Korpid Bidang Perlindungan dan Murtadha Staf Perizinan, datang secara khusus untuk melaporkan update terkini progres dan kendala pembangunan SRS sejauh ini.

“Pembangunannya sedang pra kondisi untuk pembangunan infratruktur, sudah ada akses ke SRS, itu sudah sesuai dengan arahan Bupati Aceh Timur dan tim di kabupaten bahwa pembangunan itu sudah bisa dilakukan,” kata Dedi.

“Luas fasilitas areal inti 600 hektar, dan areal penyangganya yang kita usulkan 7600 hektar. Saat ini sedang dalam proses pengajuan hak pakai,” tambah Dedi.

Dedi juga menambahkan, jika berpatokan pada dokumen-dokumen sudah ada dan jalannya proses pembangunan, dapat dilaporkan progres pembangunan SRS Aceh Timur sudah mencapai 80 persen. “Memang ada sedikit kendala. Untuk mengatasi kendala itu, saat ini kita tengah melakukan pendekatan-pendekatan secara kemanusiaan,” kata Dedi.

Menanggapi progres yang disampaikan Yayasan FKL, Wali Nanggroe menyatakan, dirinya sangat mendukung pembangunan SRS Aceh Timur. Dukungan tersebut telah pernah juga disampaikan sebelum-sebelumnya.

“Badak Sumatera ini merupakan salahsatu satwa kebanggaan orang Aceh. Dan saat ini Aceh menjadi benteng terakhir keberlanjutan Badak Sumatera di Indonesia khususnya, dan di dunia pada umumnya,” kata Wali Nanggroe.

“Saya minta pembangunan SRS Aceh Timur terus dilanjutkan,” tambah Wali Nanggroe, sembari mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya merencanakan berkunjung langsung ke lokasi pembangunan SRS di Aceh Timur.

Seperti diketahui, di Indonesia hanya ada dua sub jenis badak yang masih tertinggal, yaitu Badak Jawa di Ujung Kulon, dan Badak Sumatera hanya ada di Kalimantan Timur, Way Kambas, dan di Aceh. Dari keseluruh Badak Sumatera yang masih tersisa di Indonesia, 50 persen diantaranya berada di Aceh.[]