Beranda blog Halaman 1633

Pemuda Pancasila Minta Jokowi Akomodir Representasi Aceh di Kabinet

0

Nukilan.id – Majelis Pimpinan Wiliayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Aceh minta Presiden Rerpublik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengakomodir kembali Representasi Aceh dalam kabinetnya.

Hal itu disampaikan Ketua MPW Pemuda Pancasila Aceh, T. Juliansyah Darwin saat Konferensi Pers di Abraj Rooftop Lounge, Grand Arabia Hotel, Banda Aceh, (12/7/2022) sore.

Ia mengatakan, salah seorang putra Aceh yaitu Sayed Muhammad Muliady, SH masuk dalam bursa calon Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) pengganti almarhum Tjahjo Kumolo yang telah meninggal pada Jum’at (1/7/2022) lalu.

“Kami berharap kepada Bapak Presiden Jokowi berkenan mempertimbangkan kembali untuk menempatkan figur Putra Asal Aceh dapat diposisikan sebagai Representasi Aceh dalam Kabinet Pemerintahan,” kata Darwin yang akrab disapa Teuku Puteh itu.

Ia menyampaikan, mengingat saat ini tidak ada lagi perwakilan Aceh di kabinet. Pihaknya mendorong Presiden Jokowi agar Sayed Muhammad masuk dalam kabinet.

“Kita melihat Sayed memenuhi syarat dan sangat layak untuk menjadi Menteri dalam Kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo, selain sudah lama berkiprah ditingkat nasional, sayed juga memiliki komunikasi dan relasi yang bagus dengan banyak pihak dan multistakeholder di level nasional,” pungkas Teuku Puteh.

Reporter: Reji

Kemendagri Tegaskan Peran Konkret Camat Tangani Penyakit Mulut dan Kuku

0

Nukilan.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA menegaskan peran konkret Camat dalam menangani penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Menurutnya, penguatan koordinasi dan sinergi bersama antara Camat, TNI, dan Polri yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta perangkat daerah terkait mutlak dilakukan.

Hal itu disampaikan Safrizal dalam Sosialisasi Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku bagi Camat Seluruh Indonesia secara virtual yang digelar Kementerian Pertanian bersama Kemendagri, Sabtu (9/7/2022). Sosialisasi ini dihadiri kurang lebih 4.500 Camat dari seluruh daerah.

“Posisi Camat selalu konkret dan aktual dalam perspektif kewilayahan, baik mendorong optimalisasi pemanfaatan kecamatan sebagai rumah bersama pendamping dan penyuluh pertanian maupun menjalankan fungsi komunikasi publik, baik yang sifatnya langsung maupun dilakukan melalui berbagai media untuk melakukan edukasi dalam melawan hoaks dan disinformasi tentang PMK,” terang Safrizal.

Adapun kegiatan sosialisasi tersebut merupakan langkah antisipasi dan sekaligus respon terhadap ancaman merebaknya PMK pada hewan sapi. Ini mengingat perayaan Idul Adha yang jatuh pada Minggu 10 Juli 2022 dan membuat masyarakat khawatir akan terganggunya pelaksanaan ibadah kurban. Persoalan ini menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat berdasarkan data yang dihimpun hingga 7 Juli 2022, tercatat sebanyak 2.030 kecamatan yang tersebar di 233 kabupaten dan 20 provinsi terdeteksi menjadi wilayah sebaran PMK.

Safrizal menjelaskan, pemerintah pusat khususnya Kemendagri telah menerbitkan regulasi untuk mendukung penanganan PMK. Ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Penanganan PMK di Daerah. Regulasi itu mencabut aturan sebelumnya yakni Inmendagri Nomor 31 Tahun 2022 tentang Penanganan Wabah PMK serta Kesiapan Hewan Kurban Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H.

“Untuk menghadapi merebaknya penyakit mulut dan kuku pada hewan sapi kita harus menerapkan strategi total football, di mana seluruh stakeholder harus bersinergi menangani PMK. Hal ini menjadi sangat penting tidak hanya terkait aspek penanganannya, namun juga memastikan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan khidmat dan lancar,” terangnya.

Dia menjelaskan, penanganan wabah di berbagai tempat termasuk saat pandemi Covid-19 menempatkan kolaborasi sebagai kata kunci berhasilnya upaya pengendalian. Karena itu, dirinya meminta kepada seluruh Camat agar secara intensif mengoordinasikan para lurah maupun kepala desa di wilayahnya dalam penanganan PMK. Selain itu, camat juga perlu terus melakukan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana atau kejadian luar biasa.

Senada dengan itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengingatkan bahwa Camat adalah garda terdepan dalam menghadapi PMK. Dirinya juga meminta agar semua pihak terlibat aktif secara terintegrasi dalam menekan jumlah penularan kasus PMK di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Kementerian Pertanian turut menyampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam menangani PMK. Upaya itu seperti pembentukan posko gugus tugas di tingkat nasional hingga kabupaten sebanyak 177 unit. Langkah lainnya dengan memantau lalu lintas hewan ternak, distribusi obat dan sarana, penyediaan vaksin, pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, pelatihan vaksinator, serta penyediaan informasi elektronik terkait PMK.

Rafli Salurkan 9 Sapi Qurban di Aceh

0

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Rafli, salurkan 9 sapi qurban pada perayaan hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah, yang disalurkan melalui yayasan Lentera Muda Karya (LEMKA) untuk di serahkan kapada panitia qurban sejumlah masjid dan pesantren yang tersebar di beberapa tempat di Aceh.

“Alhamdulillah sapi untuk kurban sudah kita salurkan ke panita masjid-masjid dan pesantren untuk dibagikan ke seluruh komponen masyarakat. Dan disembelih pada 1,2,3 Zulhijjah. Sapi Qurban ini bagian kecil dari pengorbanan kita meneladani kisah dan pelajaran dari Nabi Ibrahim,” ujar Rafli dari Fraksi PKS asal Aceh minggu (11/07/2022).

Pimpinan Yayasan Lemka Aminullah S.H mengatakan, “Sembilan sapi senilai 200 juta kami terima dari bapak Rafli dan BUMN Bank Mandiri selaku mitra kerja komisi VI DPR RI. Sapi qurban di sembelih oleh petugas-petugas qurban di masjid dan pesantren dalam kabupaten Aceh Besar dan Banda Aceh” ungkapnya.

Sementara itu, terkait penyembelihan hewan qurban di Aceh, komponen masyarakat dan panitia penyelenggara memastikan hewan kurban tersebut terbebas dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit lainnya sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Terkait kesehatan hewan, sapi sapi ini dalam kondisi sehat dan layak qurban. Sudah diperiksa oleh dr Hewan pada Dinas Peternakan Kabupaten Aceh Besar,” tutur Aminullah.[]

Nasrul Zaman: Tim Pansus Hutang Pemko Banda Aceh Perlu Diapresiasi

0
dr Nasrul Zaman. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Penyampaian Ketua Tim Pansus DPRK Banda Aceh tentang sisa hutang Pemerintah Kota (Pemko) sejumlah Rp23 Milliar dari total Rp158 Milliar, meski disampaikan pada saat setelah Walikota Aminullah selesai menjabat tetap harus dapat diberi apresiasi.

Hal itu disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, Drml. Nasrul Zaman dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (11/7/2022).

“Karena seringkali kita mendengar dan melihat kenyataan kalau pansus-pansus DPRK lebih sering masuk angin yang tidak jelas kelanjutannya,” kata Nasrul.

Penyampaian Ketua Pansus Pansus tersebut, lanjutnya, sekaligus membantah pernyataan Kepala Badan Keuangan Kota Banda Aceh yang berulang ulang menyatakan bahwa hutang telah lunas diselesaikan.

“Uang Rp23 Milliar itu bukanlah jumlah sedikit dan ini menunjukkan kalau Amin-Zainal gagal mengelola keuangan Pemko Banda Aceh dengan baik dan benar,” tegas Nasrul.

Ia berharap kepada Pejabat (Pj) Walikota Banda Aceh, Bakri Siddiq dapat segera menginventarisir item anggaran hutang tersebut dan diselesaikan pada tahun anggaran saat ini 2022 sehingga tidak menjadi beban dalam perencanaan APBK 2023 mendatang.

“Kita juga menginginkan Pak Walikota yang baru segera mengevaluasi Sekdako dan Kepala Badan Keuangan karena pihak tersebut harus diminta pertanggung jawaban atas carut marut pengelolaan keuangan selama ini,” pinta Nasrul Zaman. []

Muslim Serahkan Daging Qurban Untuk Anak Yatim

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh melaksanakan qurban Idul Adha 1443 H. Daging qurban tersebut dibagikan ke anak yatim dan masyarakat umum lainnya, Senin (11/7/2022).

Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim, S.HI., M.M,  ikut hadir dan menyerahkan langsung paket qurban untuk anak yatim. Muslim berharap qurban tersebut dapat menjadi amal jariyah bagi yang melaksanakan qurban serta bermanfaat bagi penerima.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berbagi dengan saudara-saudara kita. Mudah-mudahan qurban ini menjadi amal jariyah bagi yang melaksanakannya dan bermanfaat bagi saudara kita” ucap Muslim.

Muslim juga menambahkan bahwa ajang qurban merupakan salah satu momen Demokrat untuk mendekatkan diri dan berbagi dengan masyarakat. Ini sejalan dengan yang dipesankan oleh pendiri partai bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Qurban ini tidak hanya memiliki nilai ibadah. Tetapi ini juga komitmen Demokrat untuk selalu berbagi dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Ini yang selalu dipesankan oleh bapak SBY dan Ketum AHY” ucap anggota DPR-RI asal Aceh tersebut.

Qurban Demokrat tahun ini mengusung tema Halal Bi Halal DPD Demokrat Aceh Berqurban.  Pada Qurban tahun ini DPD Demokrat Aceh menyembelih 9 ekor sapi. Satu disumbangkan untuk panitia qurban masjid Jami’ Lueng Bata, Banda Aceh. []

Pencipta Lagu Alas Mukad Pranata Wafat, Fraksi Demokrat DPRA Sampaikan Duka

0

Nukilan.id – Seniman Kawakan dan Pencipta lagu-Lagu Alas Mukadimin atau dikenal Mukad Pranata meninggal Dunia di RS Adam Malik, Medan, Minggu (10/7/2022).

Anggota DPR Aceh Daerah Pemilihan Aceh Tenggara dan Gayo Lues, drh Nurdiansyah Alasta, M. Kes kepada media mengabarkan, kepergian Mukad Pranata adalah kehilangan besar Aceh Tenggara, karena Alm adalah seniman yang konsisten hidup dari berkarya.

“Saya pribadi dan Demokrat Aceh menyampaikan duka mendalam merasa kehilangan seniman yang bermutu. Kami mendoakan semoga Almarhum diterima disisi Allah SWT,” kata Nurdiansyah, Senin.

Mukad Pranata adalah salah satu seniman Alas yang memperoleh penghargaan dari DPD Partai Demokrat Aceh diujung tahun 2021, dan juga pencipta lagu “khusus” yang dipersembahkan untuk pemenangan Nurdiansyah Alasta pada pemilu 2019.

Di Aceh Tenggara Mukad Pranata dikenal sebagai pencipta lagu dan Penyanyi di Era 90-an, dan oleh masyarakat Almarhum dianggap salah seorang pencipta dan Penyanyi yang telah memberi pengaruh pada generasi sekarang.

Salah satu karya Almarhum lagu yang populer di Alas berjudul Pulau Jawe. [js]

Sambut Hari Raya Idul Adha, Demokrat Aceh Sembelih 9 Ekor Sapi Qurban

0

Nukilan.id – Banda Aceh, 11/07/2022. Peringati Idul Adha atau hari Raya Qurban 1443 H, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Aceh sembelih 9 ekor sapi qurban untuk dibagikan kepada masyarakat.

Ketua panitia qurban Demokrat Aceh, Tgk Miswar, mengatakan bahwa Demokrat menyembelih 9 sapi qurban pada tahun ini. Namun satu ekor disumbangkan ke panitia qurban Masjid Jami’ Lueng Bata, Banda Aceh.

“Sejatinya kita di Demokrat menyembelih 9 ekor sapi qurban tahun ini. Namun satu kita sumbangkan ke panitia qurban Masjid Jami’ Lueng Bata. Ini bentuk kepedulian kita terhadap tetangga kita disini” ucap Tgk Miswar.

Sementara sekretaris DPD Demokrat Aceh, Arif Fadilah, mengatakan bahwa qurban ini merupakan agenda peduli dan berbagi yang rutin dilaksanakan oleh Demokrat sebagaimana yang diamanahkan oleh Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Alhamdulillah tahun ini kita kembali dapat melaksana qurban di hari raya Idul Adha. Ini bentuk komitmen Demokrat untuk saling berbagi dengan masyarakat sebagaimana yang dimanahkan oleh Ketum AHY, Demokrat selalu hadir membantu dan berbagi dengan masyarakat” imbuh pria yang pernah menjabat ketua DPRK Banda Aceh itu.

Pemotongan hewan qurban tersebut dilaksanakan di halaman kantor DPD Demokrat Aceh yang beralamat di Lueng Bata, Banda Aceh. Sementara untuk penerima daging qurban, DPD Demokrat Aceh akan membagikan kepada anak yatim dan masyarakat umum lainnya.

Dinilai Gubernur Aceh Terburuk, Ini Prestasi Nova Iriansyah

0

Nukilan.id Beberapa hari terakhir bergaung penyebutan Nova Iriansyah “Gubernur Terburuk Sepanjang Sejarah Aceh” yang disampaikan Partai Aceh. dalam Rapat Paripurna di Gedung Utama DPRA, Jumat, 1 Juli 2022.

Status Aceh sebagai provinsi termiskin di Sumatera serta kelima di Indonesia, dinilai anggota DPR Aceh akibat tata kelola yang buruk. Itu sebabnya, wakil dari 5 juta lebih rakyat Aceh menilai; Nova Iriansyah sebagai terburuk sepanjang sejarah Aceh.

Anehnya, meski di satu sisi Fraksi PA menerima Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2021, namun Fraksi PA menyimpulkan bahwa Nova Iriansyah telah gagal dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Gubernur Aceh dan gagal dalam mewujudkan visi – misi Aceh Hebat yang menjadi jargon pemerintah Irwandi – Nova.

Kemiskinan Aceh

Berkesan agak janggal, jika kemisikinan sebagai indikator, melabeli Nova terburuk!

Baiklah, mari kita lihat sejak 2007, BPS yang dirilis. Penduduk miskin tahun 2007 26,65%, penduduk miskin tahun 2008 23,53%, penduduk miskin tahun 2009 21,80% Penduduk miskin tahun 2010 20,98%, penduduk miskin tahun 2011 19,57%. Label yang disematkan Aceh termiskin se-Sumatera.

Selanjutnya 2012 Semester 1: 19,46% II: 18,58%; 2013 Semester 1: 17,60% II: 17,72%; 2014 Semester 1: 18,05% II: 16,98%. Masih label yang sama;
2015 Semester 1: 17,08% II: 17,11% ; 2016 Semester 1: 16,73% II: 16,43% termiskin ke 2 se-Sumatera, setelah Bengkulu;

2017 Semester 1: 16,89% II: 15,92%; 2018 Semester 1: 15,97% II: 15,68%; 2019 Semester 1: 15,32% II: 15,01%; 2020 Semester 1: 14,99% II: 15,43%; 2021 Semester 1 : 15,33% II : 15,53% .( https://www.bps.go.id ). Kembali Aceh mendapat label termiskin se-Sumatera.

Kemiskinan Aceh sudah terjadi sejak lama, tetapi mengapa isu tersebut baru diangkat pada masa akhir tugas beliau?

Adilkah “dosa warisan” menjadi dasar label Nova sebagai “Gubernur Terburuk Sepanjang Sejarah Aceh”? Mengapa label tersebut tidak disematkan kepada gubernur sebelumnya ? dulu Aceh juga termiskin se sumatera?

Bila dihitung sejak tahun 2017 yang lalu sampai 2021, dimana beliau menetapkan posisi Aceh, angka kemiskinan semester I dan II, menurun yaitu 1,53% dan 0,59%. Apakah ini bukan prestasi?

Melongok Gebrakan Nova Iriansyah

14 ruas jalan beberapa tahun
Sekretaris Dinas PUPR Aceh Muhammad Yasir, menjelaskan, dari 14 ruas jalan pembangunan Proyek Mulitiyears, dua diantaranya sudah selesai. Yasir menjelaskan, sejarah peningkatan jalan batas Aceh Timur-kota Karang Baru, merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur Pemerintah Aceh sejak awal tahun 90-an, dan dapat diselesaikan pada tahun 2021.

“Saat ini dengan penanganan skema MYC TA 202-2021, ruas jalan ini kini dapat dinikmati oleh masyarakat dengan nyaman dan aman,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Yasir, untuk proyek Peningkatan Jalan Batas Gayo Lues – Babah Roet dibangun sepanjang 28,338 meter dimulai dari perbatasan perbatasan Kabupaten Gayo Lues – Kabupaten Aceh Barat Daya dan berakhir di Simpang le Mirah Kecamatan. Babah Roet Kabupaten Aceh Barat Daya.

Dalam sambutan gubernur Aceh saat peresmian jalan tembus Jalan Batas Aceh Timur dengan Karang Baru, Aceh Tamiang Nova mengaku tidak menyangka pembangunan bisa terwujud sesuai target.

Nova menambahkan, setelah jalan tersebut selesai akan disusul juga jalan batas Galus-Abdya yang saat ini penyelesaian akhir serta ruas jalan multiyears lainnya yang juga selesai akhir tahun ini sebagaimana dimaksud kontrak yang dimaksud.

“Tiga ruas menuju Perlak-Lokop Desember selesai, jalan Sinabang-Sibugo Desember selesai, jalan Jantho-Lamno Oktober selesai.

Kapal Aceh Hebat

Melongok ke masa sebelumnya, Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah bersama Bupati Aceh jaya Drs. HT Irfan Tb melakukan peluncuran perdana kapal KMP hebat 1 yang diadakan di pelabuhan Calang kecamatan Krueng Sabee, 09/03/2021 ( https://aceh.antaranews.com .) Kini telah ada Kapal Aceh Hebat 1, 2 dan 3 yang telah dinikmati masyarakat Aceh.

Hasil Fenomenal Sektor Pendidikan
Dibawah restu Nova Iriansyah, mendorong percepatan pembangunan pendidikan. Taqwallah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Tahun 2022 ini 6.303 siswa lulus Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Aceh Peringkat 8 Nasional!.

Berdasarkan persentase, Aceh peringkat pertama siswa lolos Seleksi SBMPTN yaitu 37,01%!. Pencapaian yang luar biasa, dimana pada tahun 2018 Aceh hanya di urutan ke 23 ke bawah. Begitupun tahun 2021 yang lalu.

Adakah pendidikan sefenomenal ini sebelumnya?

Ucapkan Terima Kasih

ucapan terima kasih dan rasa syukur masyarakat mengalir bagai udara, di berbagai pelosok Aceh, seperti yang disampaikan Bupati Aceh Tamiang, Abdya, dan Gala Gubernur Nova Iriansyah yang sudah meresmikan dua dari 14 ruas jalan multiyears. Wabup Aceh Tamiang HT Insyafuddin yang mewakili Bupati mengatakan atas nama seluruh masyarakat Aceh Tamiang, ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang telah mengakomodir aspirasi masyarakat.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur, jalan penghubung sepanjang 15,1 kilometer ini telah selesai dilaksanakan,” kata dia.

“Tadi kami berangkat jam 7 dari Gayo Lues, jam 9 sudah sampai (di Babahrot, Abdya).

Hal senada beroperasinya Kapal Aceh Hebat, khususnya Simelue, Sabang dan lintasan Kapal Aceh Hebat, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Aceh.

Usul Nama Jalan

Secara terpisah, Anggota DPRA daerah pemilihan Aceh Tamiang, Asrizal H Asnawi, mengaku sangat bersyukur atas diresmikannya jalan batas Aceh Timur dengan Karang Baru, Aceh Tamiang.

Dia mengungkapkan, tahun 2005 silam dirinya mengusulkan untuk mengusulkan agar Aceh Tamiang agar jalan tersebut dialihkan menjadi milik provinsi. Sehingga sejak tahun 2016, Pemerintah Aceh berkewajiban membiayainya dengan APBA. Cuma anggarannya paling banyak Rp 30 miliar.

“Dengan segala dinamika yang ada di DPRA sampai menjadi salah satu bahan hak angket DPRA. Namun Pemerintah Aceh di bawah komando Ir Nova Iriansyah tetap kekeuh melanjutkan pembangunan jalan tersebut dengan pola tahun jamak atau multiyears,” ujar Asrizal.

“Alhamdulillah hari ini jalan tersebut selesai dibangun dan ini akan menjadi warisan atau warisan bersejarah dari Ir Nova sebagai Gubernur Aceh,” tambah politik PAN ini.

Menurutnya, jalan itu tidak akan tuntas tanpa ada tekad yang kuat dari Gubernur Nova. Paling tidak, jalan itu baru akan selesai pada 2030 setelah sebagian jalan lainnya yang telah dibangun mengalami kerusakan.

Karena itu, atas nama masyarakat Aceh Tamiang dia mengusulkan agar nama Ir Nova Iriansyah ditabalkan sebagai nama jalan.

“Atas nama masyarakat Aceh Tamiang, sebagai Anggota DPRA asal Aceh Tamiang, saya mengusulkan nama jalan yang diresmikan itu ditabalkan jadi Jalan Ir Nova Iriansyah,” usul Asrizal.

Menyimak gebrakan Nova untuk mewujudkan Aceh Hebat, merayakan prestasi hebatl, Bro?

Layakkah Nova Iriansyah menyandang gelar “Gubernur Terburuk Sepanjang Sejarah Aceh”?. []

Gampong Lamdingin Banda Aceh Sembelih 33 Hewan Qurban

0
Masyarakat gampong lamdingin sedang melaksanakan qurban Idul Adha 1443 H. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Masyarakat Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh melaksanakan Qurban Idul adha 1443 H di halaman Masjid Al-Abrar.

Keuchik Gampong Lamdingin, Zakky M Kasem mengatakan, tahun ini masyarakat Gampong Lamdingin menyembelih 33 hewan quban. Diantaranya, 23 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

“Hari ini pelaksaan qurban ada juga di dusun Gano, jadi kita totalin semua karena dusun gano masuk juga lingkungan Gampong Lamdingin,” katanya.

Daging Qurban tersebut akan dibagikan untuk fakir miskin, masyarakat umum, pengurban dan yang berhak lainnya.

Menurut Zakky, jumlah hewan qurban Idul Adha tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Ia berharap untuk tahun selanjutnya bisa lebih banyak lagi yang berqurban.

Keuchik Gampong Lamdingin berterimakasih atas antusias warga yang hadir dan membantu dalam pelaksanaan qurban.

“Terimakasih untuk panitia qurban, pemuda dan masyarakat gampong Lamdingin telah menyukseskan pelaksaan qurban tahun ini,” tuturnya.

Reporter: Reji

Jadi Khatib Arafah, Abrar ZYM Sampaikan Haji Akbar dan Moderasi Beragama dari Tanah Mulia

0

Nukilan.id – Kakankemenag Banda Aceh H. Abrar ZYM, S.Ag., MH menjadi Khatib Wukuf Arafah Jamaah Haji Indonesia Kloter 5 BTJ. Abrar menyampaikan ringkasan khutbah wukuf Prof Mohammad Mukri Ketua PBNU/ Delegasi Amirul Hajj Musim Haji 1443 H/2022 M tentang Haji Akbar dan Moderasi Beragama dari Tanah Yang Mulia, Jumat, 8 Juli 2022.

Abrar dalam khutbahnya membacakan ayat Haji Akbar dalam Surat At Taubah Ayat 3. Inilah ayat Al Quran yang menyebutkan  langsung Istilah haji Akbar, Haji Akbar yang jatuh pada Hari jumat pernah dialami oleh Rasulullah Saw pada tahun ke 9 H.

Haji Akbar memiliki keistimewaan dan kelebihan dibanding musim haji lainnya disebutkan dalam Kitab Mughni al-Muhtaj Jilid 1 hal. 497 beberapa keistimewaan haji akbar menurut ulama kalangan syafi’iyyah jika hari Arafah jatuh pada hari Jumat, maka seluruh yang berkumpul di padang Arafah akan langsung mendapat ampunan dari Allah tanpa perantara.

Lanjut Abrar, pada momentum haji akbar ini mari kita merenungkan perjalanan kehidupan kita sekaligus mengambil ibrah sebagai modal menghadapi masa depan. Mari kita bermuhasabah, bahwa kehadiran kita ke Tanah Suci ini berasal dari arah yang berbeda-beda. Kita disatukan oleh Allah swt dalam keragaman bangsa, suku, budaya, bahasa, dan banyak perbedaan-perbedaan lainnya yang merupakan sunnatullah.

Kita disatukan dalam Islam rahmatan lil alamin, melalui tuntunan syariat menjalankan kewajiban haji di Tanah Suci. Dengan hal ini kita diingatkan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathoniah. Janganlah kita bercerai berai, ucap Abrar dengan membacakan firman Allah surat Ali Imran ayat 103.

Dalam momentum haji ini,  kita diingatkan untuk menanggalkan “ke-aku-an” kita, mari mengagungkan Allah yang merupakan Dzat paling berhak dalam kehidupan. Kita hadir hanya dengan memakai dua helai kain putih yang menjadi simbol ketidak mampuan dan kepasrahan kepada Allah. Pakaian ihram yang kita pakai ini menunjukkan bahwa kita semua sama di hadapan Allah swt.

Bukan jabatan, bukan harta, dan bukan kelebihan fisik yang pantas untuk dibanggakan di hadapan Allah karena yg menjadi barometernya, tidak ada yang paling hebat diantara suku dan bangsa itu, kecuali orang yang Taqwa, ucap Abrar.

Dalam rangka mewujudkan kehidupan yang harmoni antar sesama, sudah semestinya kita mengedepankan sikap moderat dalam segala hal, wa bil khusus moderat dalam beragama.

Moderasi beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yaitu melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemashlahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

“Moderasi bergama harus terus kita
syiarkan ke seluruh penjuru dunia agar
peradaban dan perdamaian dunia bisa
terwujud”, tutur Abrar. []