NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Aceh pada Februari 2026 mengalami penurunan signifikan. Total kunjungan tercatat sebanyak 2.716 orang atau turun 25,91 persen dibandingkan Januari 2026.
Secara tahunan, angka tersebut juga menurun sebesar 29,36 persen dibandingkan Februari 2025.
“Turun 25,91 persen dibandingkan Januari 2026,” kata Plh. Kepala BPS Provinsi Aceh, Tasdik Ilhamudin dikutip Nukilan.id melalui kanal YouTube BPS Aceh.
Tasdik menjelaskan, pemantauan kunjungan wisman dilakukan melalui dua pintu masuk utama, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.
Selain kunjungan wisman, indikator lain di sektor pariwisata, yakni Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel, menunjukkan tren yang bervariasi. TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 21,63 persen, meningkat 2,32 persen poin dibandingkan Januari 2026, namun turun 2,69 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“TPK hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 21,63 persen, naik 2,32 persen poin dibandingkan Januari 2026, namun turun 2,69 persen poin dibandingkan Februari 2025,” ujar Tasdik.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang pada Februari 2026 berada di angka 15,26 persen. Angka ini naik tipis 0,12 persen poin dibandingkan Januari 2026, tetapi turun 2,93 persen poin dibandingkan Februari 2025.
BPS juga mencatat pergerakan penumpang angkutan udara dan laut di Aceh. Untuk angkutan udara domestik, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda pada Februari 2026 mencapai 18.504 orang, turun 21,47 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 6,64 persen dibandingkan Februari 2025.
Sementara itu, penumpang angkutan udara internasional tercatat sebanyak 9.319 orang, atau turun 24,77 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 29,49 persen dibandingkan Februari 2025.
Untuk angkutan laut, total penumpang di Aceh pada Februari 2026 mencapai 55.842 orang.
“Angka ini turun 2,42 persen dibandingkan Januari 2026 dan turun 9,15 persen dibandingkan Februari 2025,” pungkas Tasdik.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







