NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2 kembali bertambah. Seorang taruna yang sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dilaporkan meninggal dunia pada Senin (6/7/2026), sehingga total korban jiwa kini menjadi empat orang.
Korban terakhir yang meninggal diketahui bernama Mujibur Rahman (23). Ia sempat menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) sebelum kondisinya memburuk.
“Tadi siang pasien atas nama Mujibur Rahman (23) meninggal dunia di ruangan ICU 1,” kata Kepala Bidang Humas RSUDZA Rahmadi saat dimintai konfirmasi, Senin (6/7/2026).
Rahmadi menjelaskan, kondisi korban mengalami penurunan drastis sekitar pukul 12.20 WIB. Tim medis kemudian menghubungi pihak keluarga setelah melihat adanya perburukan kondisi pasien.
“Pasien dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga dan perawat ICU 1 pukul 12.38 WIB,” jelasnya.
Sebelum dinyatakan meninggal, tim medis telah melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebanyak lima siklus. Namun, setelah mendapat penjelasan dari dokter, pihak keluarga meminta agar upaya tersebut dihentikan.
Insiden ledakan Kapal Aceh Hebat 2 sendiri terjadi saat kapal tengah bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, usai berlayar dari Sabang pada Jumat (12/6). Setelah seluruh penumpang dan kendaraan turun dari kapal, sebanyak 16 taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) diminta masuk untuk mengikuti kegiatan praktik.
Sebanyak 14 taruna berada di ruang mesin, sementara dua lainnya berada di atas kapal. Kegiatan praktik tersebut dipandu oleh Kepala Kamar Mesin (KKM) Kapal Aceh Hebat 2, Agus Widodo (47), yang juga bertindak sebagai instruktur.
“Ketika itu KKM kapal merupakan instruktur dari Poltekpel jadi bawa anak-anak ngajar untuk mengenal mesin yang ada di kapal. Di saat itulah terjadi insiden itu,” kata Kepala Kantor KSOP Malahayati Amfami.
Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.13 WIB. Berdasarkan informasi awal, sumber ledakan berasal dari salah satu pompa yang berada di ruang mesin kapal.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 14 taruna Poltekpel Malahayati bersama Kepala Kamar Mesin mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Para korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, namun hingga kini empat taruna dilaporkan meninggal dunia akibat luka yang diderita.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News







