Komisi Yudisial Ajak Masyarakat Aceh Kawal Peradilan yang Bersih

Share

NUKILAN.id | Jantho – Komisi Yudisial (KY) wilayah Aceh menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi peradilan dan menjaga integritas hakim. Hal ini disampaikan oleh Hasrizal, Koordinator Penghubung KY wilayah Aceh, dalam Seminar Edukasi Publik bertajuk “Peran Penghubung KY dalam Mendukung Wewenang dan Tugas KY” yang diadakan di D’Energy Cafe, Aceh Besar, pada Kamis (22/8/2024).

Hasrizal menjelaskan bahwa tugas utama KY adalah menjaga harkat, martabat, dan perilaku hakim, bukan untuk mencari-cari kesalahan mereka.

“Masyarakat harus terlibat aktif dalam pengawasan ini untuk memastikan integritas peradilan tetap terjaga,” ujarnya di hadapan berbagai elemen masyarakat dan penegak hukum yang hadir.

Menurut Hasrizal, seminar ini menjadi ajang diskusi yang penting untuk memperkuat peran KY dalam menjaga peradilan yang bersih di Aceh. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas peradilan dengan mengawasi perilaku hakim secara objektif dan bertanggung jawab.

Dalam seminar tersebut, Erlizar Rusli, seorang advokat yang hadir sebagai pembicara, menyampaikan keprihatinannya terhadap beberapa oknum pengacara yang terlibat dalam praktik transaksional dengan hakim.

“Ada oknum pengacara yang bermain-main, bahkan melakukan transaksi dengan hakim, dan ini adalah praktik yang harus dihentikan,” tegas Erlizar.

Ia menekankan bahwa peran KY dalam pengawasan sangat dibutuhkan untuk menjaga keadilan dan mencegah praktik koruptif dalam proses peradilan.

Sakafa Guraba, Jaksa Fungsional dari Kejaksaan Tinggi Aceh, menyatakan optimisme terhadap perubahan positif dalam penegakan hukum di Indonesia, terutama di Aceh.

“Kami yakin, dengan adanya pengawasan yang lebih ketat, penegakan hukum di negara ini akan semakin baik,” katanya.

Sakafa menambahkan bahwa pengawasan oleh KY dan partisipasi masyarakat merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum di Indonesia.

Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Taqwaddin, juga memberikan pandangannya dalam seminar tersebut. Ia berharap KY Aceh dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam hal pengawasan terhadap hakim.

“KY Aceh harus memimpin dan menunjukkan bagaimana pengawasan terhadap hakim dapat dilakukan dengan efektif dan berintegritas,” tutup Taqwaddin.

Seminar ini menegaskan komitmen KY Aceh untuk mengajak seluruh elemen masyarakat dalam mengawal peradilan yang bersih dan berintegritas, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan dengan adil dan transparan.

Editor: Akil

spot_img
spot_img

Read more

Local News