NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Yudisium Gelombang I dan II Tahun 2026 di Gedung FISIP UIN Ar-Raniry, Kamis (11/6/2026).
Mengutip SerambiNews, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan sosial, politik, dan pembangunan di tengah era disrupsi digital yang terus berkembang.
Dalam kesempatan itu, Kepala BAPPEDA Aceh, Dr. Ir. Zulkifli, M.Si., hadir sebagai pemateri utama dan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Rekonstruksi Tatanan Sosial; Peran Generasi Muda FISIP dalam Keberlanjutan Berbangsa.” Melalui orasi tersebut, Zulkifli menegaskan bahwa lulusan FISIP memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah dan bangsa.
Menurutnya, para sarjana baru tidak cukup hanya menjadi pengamat terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang. Mereka harus mengambil peran aktif sebagai bagian dari solusi dan pelaku pembangunan, khususnya di Aceh.
“Yudisium ini bukan akhir, melainkan modal awal untuk berhadapan dengan dunia pengabdian yang sesungguhnya. Generasi muda FISIP harus berdiri di garda terdepan sebagai Agent of Change (Agen Perubahan), Agent of Development (Agen Pembangunan), dan Agent of Modernization (Agen Pembaharuan),” ujar Dr. Zulkifli di hadapan peserta yudisium, dosen, tenaga kependidikan, dan para tamu undangan.
Dalam paparannya, Kepala BAPPEDA Aceh juga menyoroti sejumlah tantangan yang sedang dihadapi generasi muda saat ini. Mulai dari meningkatnya perilaku menyimpang di media sosial hingga masih rendahnya jumlah wirausaha sosial kerah putih di Aceh yang baru mencapai sekitar 0,35 persen.
Karena itu, ia berharap lulusan FISIP mampu mengambil peran dalam mengawal pelaksanaan otonomi khusus Aceh, menjaga perdamaian yang telah terbangun pasca-MoU Helsinki, serta turut berkontribusi dalam menyukseskan arah pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) 2025–2029.
Menjelang akhir orasinya, Zulkifli kembali mengingatkan pentingnya menjaga idealisme, moralitas, dan menghormati perjuangan orang tua yang telah mendukung perjalanan pendidikan para mahasiswa hingga meraih gelar sarjana.
“Jadilah sarjana yang berguna, bukan sekadar bergelar akademis. Pegang kuat prinsip idealisme dengan tetap tawadhu’ atau rendah hati, bukan rendah diri,” pungkasnya.
Pesan serupa juga disampaikan Dekan FISIP UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag. Dalam arahannya kepada para lulusan, Muji menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa perkuliahan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa ilmu tidak boleh berhenti sebagai pencapaian akademik semata, melainkan harus menjadi alat analisis yang tajam untuk memahami dan mencari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FISIP UIN Ar-Raniry, Eka Januar, M.Soc.Sc., menyampaikan bahwa jumlah peserta Yudisium Gelombang I dan II Tahun 2026 mencapai 61 orang.
Eka juga menjelaskan bahwa hingga saat ini FISIP UIN Ar-Raniry yang menaungi Program Studi Ilmu Politik dan Program Studi Ilmu Administrasi Negara telah meluluskan sebanyak 1.216 alumni. Para alumni tersebut kini telah berkiprah di berbagai sektor pengabdian, baik di pemerintahan, lembaga swasta, organisasi masyarakat, maupun sektor lainnya.



