Tuesday, June 25, 2024

Kemenkop UKM Siapkan Pabrik Pengolahan Nilam di Aceh, Mahasiswa dan Pemuda Sambut Antusias

NUKILAN.id | Banda Aceh – Staf Ahli Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Riza Damanik mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM tengah mempersiapkan pembangunan pabrik skala menengah untuk pengolahan komoditas nilam di Aceh. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah salah satu komoditas unggulan Indonesia.

Riza dalam Media Gathering Kemenkop UKM, di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa nilam adalah salah satu komoditas perkebunan yang mudah ditemukan di hampir seluruh Aceh, dan selama ini nilam menjadi satu komoditas unggul yang sangat diperlukan oleh industri parfum.

Menurut Riza, pembangunan pabrik ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas-komoditas unggulan di Indonesia. Nilam, atau yang dikenal sebagai patchouli oil dalam perdagangan internasional, adalah salah satu penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri parfum.

Riza menuturkan, nilam di Aceh memiliki kualitas unggul karena daya ikat yang sangat kuat sehingga daya tahannya lebih lama. Rencana pembangunan pabrik nilam ini sudah dibicarakan dan akan terealisasi di tahun ini.

Rencana pembangunan pabrik pengolahan nilam di Aceh ini mendapatkan tanggapan positif dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dan pemuda di Aceh. Banyak yang melihat langkah ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan perekonomian lokal dan membuka lapangan kerja baru.

Agus, seorang mahasiswa Universitas Syiah Kuala, menyambut baik rencana ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan pabrik nilam tersebut bisa memberikan kesempatan emas bagi Aceh untuk lebih dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional.

“Saya berharap pabrik ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan,” ujar Agus kepada Nukilan.id, Rabu (22/5/2024).

Sementara itu, Daud, seorang pemuda asal Aceh Selatan, melihat proyek ini sebagai langkah maju untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam di Aceh.

“Aceh memiliki banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya pabrik pengolahan nilam, kita bisa menunjukkan bahwa Aceh mampu bersaing di pasar global,” kata Daud penuh semangat.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan pemuda, diharapkan rencana pembangunan pabrik pengolahan nilam ini dapat segera terealisasi dan membawa manfaat besar bagi Aceh serta Indonesia secara keseluruhan.

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img