NUKILAN.id | Banda Aceh — Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menggelar pelatihan pembinaan aplikasi bagi operator pondok pesantren di Aula Kantor Kemenag Kota Lhokseumawe, Rabu (28/8). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kinerja dan pemahaman para operator dalam menggunakan aplikasi pengelolaan pesantren.
Muntasyir, perwakilan dari Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh, menekankan pentingnya penguasaan teknologi oleh para operator pesantren. Ia menyampaikan materi pelatihan secara virtual dan menyoroti aplikasi-aplikasi vital yang harus dikuasai, seperti Sistem Informasi Tanda Keberadaan Pesantren (Sitren), Simba, Emis, dan lainnya. Aplikasi ini berfungsi sebagai alat penghubung dan pengakses informasi yang penting bagi kemajuan lembaga pendidikan dayah.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para operator menjadi lebih siap menghadapi perkembangan teknologi informasi dan mampu mengimplementasikannya secara efektif dalam pengelolaan pondok pesantren masing-masing,” ujar Muntasyir. “Kegiatan ini mencerminkan komitmen Kemenag Aceh dalam mendukung pengembangan pendidikan di pondok pesantren serta meningkatkan kualitas pengelolaan informasi,” tambahnya.
Selain Muntasyir, materi pelatihan juga disampaikan oleh narasumber ahli lainnya, yakni Mirza dan Chaliqun Nanda, praktisi dari Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh. Keduanya memberikan panduan teknis untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi dalam pengelolaan administrasi dan layanan pondok pesantren.
Pelatihan ini merupakan salah satu upaya Kemenag Aceh untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di pondok pesantren, sehingga mereka lebih tanggap terhadap perkembangan teknologi yang terus berkembang pesat. Dengan pelatihan ini, diharapkan pengelolaan pondok pesantren di Aceh bisa lebih profesional dan efisien, sesuai dengan kebutuhan zaman.
Acara pelatihan ini disambut baik oleh para operator pondok pesantren yang hadir, dengan harapan bahwa peningkatan kapasitas ini akan berdampak positif pada kualitas pendidikan dan administrasi di lembaga mereka.
Editor: Akil







