NUKILAN.ID | ACEH TAMIANG – Aktivis lingkungan Jerhemy Owen turut terlibat dalam aksi penertiban sekitar 10 hektare kebun sawit ilegal yang berada di kawasan Hutan Lindung Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.
Aksi tersebut dilakukan bersama masyarakat, Forum Konservasi Leuser, serta Kelompok Pengelolaan Hutan Wilayah VII sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi kawasan hutan yang telah beralih menjadi perkebunan kelapa sawit secara ilegal.
Melalui unggahan di akun Instagram @cretivox, Owen memperlihatkan proses penebangan pohon sawit yang tumbuh di kawasan hutan lindung. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi potensi bencana alam seperti banjir maupun longsor.
Menurut Owen, kawasan hutan lindung seharusnya tetap dipertahankan sebagai kawasan konservasi, bukan dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan. Selain menjaga tata kelola air, hutan juga berperan melindungi keanekaragaman hayati dan menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Usai penebangan tanaman sawit ilegal, kawasan tersebut akan memasuki tahap restorasi guna mengembalikan fungsi ekologisnya sebagai hutan lindung.
“Lahan ini seharusnya menjadi kawasan konservasi yang berperan penting untuk mencegah banjir dan longsor. Setelah dibersihkan, area ini akan dikembalikan menjadi hutan melalui restorasi,” ujar Owen.
Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam proses pemulihan kawasan. Sinergi antara warga, organisasi konservasi, dan pengelola hutan diharapkan mampu mempercepat rehabilitasi kawasan yang selama ini mengalami kerusakan akibat aktivitas ilegal.
Hutan Lindung Tenggulun merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Leuser yang memiliki nilai ekologis tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa liar sekaligus berfungsi sebagai penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Melalui aksi tersebut, Owen berharap kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kawasan hutan terus meningkat sehingga praktik pembukaan lahan secara ilegal dapat dihentikan demi menjaga kelestarian lingkungan. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News









