Jemaah Haji Aceh yang Meninggal Bertambah Jadi 20 Orang, Tersisa Satu Masih Dirawat

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi bertambah menjadi 20 orang hingga 2 Juli 2026. Di sisi lain, hanya tersisa satu jemaah asal Aceh yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penambahan jumlah jemaah yang meninggal terjadi setelah seorang jemaah asal Kabupaten Nagan Raya dilaporkan wafat di Makkah pada 1 Juli 2026.

“Data jamaah yang wafat terus kami perbarui. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, bekerja sama dengan petugas kesehatan dan otoritas Arab Saudi,” kata Arijal.

Jemaah yang terbaru meninggal dunia adalah Rapasah Puteh (86), Kloter 9 asal Kabupaten Nagan Raya. Ia mengembuskan napas terakhir di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, pada 1 Juli 2026 akibat septic shock, pneumonia, chronic obstructive pulmonary disease (COPD), acute renal failure, dan congestive heart failure (CHF). 

Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh yang diterima Nukilan, sebagian besar jemaah yang meninggal merupakan kelompok lanjut usia dengan riwayat penyakit penyerta. Penyebab kematian didominasi penyakit jantung, gangguan pernapasan, hingga komplikasi penyakit kronis. Jemaah termuda yang meninggal berusia 60 tahun, sedangkan yang tertua berusia 92 tahun. 

Arijal juga menyebutkan jemaah Aceh yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi kini tinggal satu orang. Jemaah tersebut adalah Abdul Rahman (94), Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, yang sedang dirawat di King Fahad Hospital, Madinah.

Menurut Arijal, Abdul Rahman menjalani perawatan karena mengalami kadar gula darah rendah atau hipoglikemia. Kondisinya saat ini berada dalam pengawasan tim medis rumah sakit dan terus dipantau oleh petugas kesehatan haji Indonesia yang bertugas di Arab Saudi.

Selain jemaah, seorang petugas haji yang tergabung dalam Tim Kesehatan Haji (TKH), Dedeng Trisulo, juga meninggal dunia di Madinah pada 17 Juni 2026 akibat serangan jantung akut. 

Arijal mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi maupun yang sedang dalam proses pemulangan agar tetap menjaga kondisi kesehatan, mengonsumsi makanan dan cairan yang cukup, serta mematuhi arahan petugas haji mengingat cuaca di Tanah Suci masih cukup ekstrem.

“PPIH Embarkasi Aceh terus memantau kondisi jamaah dan memastikan seluruh layanan bagi jemaah, termasuk penanganan kesehatan, berjalan secara optimal hingga seluruh rangkaian pemulangan selesai,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News