Ekspor Aceh Turun 7,21 Persen, Impor Melonjak 112,78 Persen pada Mei 2026

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat nilai ekspor barang asal Aceh pada Mei 2026 mencapai 52,88 juta dolar AS, turun 7,21 persen dibandingkan April 2026. Sebaliknya, nilai impor melonjak 112,78 persen menjadi 104,80 juta dolar AS, sehingga neraca perdagangan luar negeri Aceh pada bulan tersebut mengalami defisit sebesar 51,92 juta dolar AS.

Plh Kepala BPS Provinsi Aceh, Abdul Hakim, mengatakan penurunan ekspor secara bulanan terutama dipengaruhi berkurangnya nilai ekspor komoditas utama Aceh, meski secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan.

“Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada bulan Mei 2026 sebesar 52,88 juta dolar AS, turun sekitar 7,21 persen dibandingkan April 2026. Namun dibandingkan Mei tahun lalu masih meningkat sekitar 5,13 persen,” kata Abdul Hakim dalam siaran langsung akun YouTube BPS Aceh yang dikutip Nukilan, Kamis (2/7/2026).

BPS mencatat, ekspor Aceh pada Mei 2026 masih didominasi bahan bakar mineral (batubara) dengan nilai 36,68 juta dolar AS atau berkontribusi 69,37 persen terhadap total ekspor. Nilai ekspor komoditas ini turun 19,50 persen dibandingkan April 2026.

Komoditas terbesar kedua adalah kopi dan rempah-rempah senilai 13,65 juta dolar AS atau sekitar 25,81 persen dari total ekspor. Berbeda dengan batubara, ekspor kopi dan rempah justru meningkat 50,88 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, ekspor daging dan ikan olahan mencapai 1 juta dolar AS, sedangkan bahan anyaman nabati dan produk nabati lainnya sebesar 1,06 juta dolar AS.

Berdasarkan negara tujuan, India masih menjadi pasar utama ekspor Aceh dengan nilai 22,35 juta dolar AS atau 42,26 persen dari total ekspor. Komoditas yang dikirim ke negara tersebut didominasi batubara dan berbagai produk kimia. Selanjutnya, Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai 7,25 juta dolar AS, disusul Tiongkok sebesar 7,16 juta dolar AS dan Vietnam sebesar 6,14 juta dolar AS.

Sementara itu, nilai impor Aceh pada Mei 2026 tercatat 104,80 juta dolar AS, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan April yang sebesar 49,25 juta dolar AS.

“Nilai impor Provinsi Aceh pada bulan Mei 2026 sebesar 104,80 juta dolar AS, naik hingga 112,78 persen dibandingkan April 2026,” sebutnya.

Lonjakan impor terutama berasal dari gas propana dan butana yang mencapai 87,34 juta dolar AS atau 83,34 persen dari total impor. Selain itu, Aceh mengimpor bahan kimia anorganik senilai 14,06 juta dolar AS dan pupuk sebesar 3,41 juta dolar AS.

BPS menyebut peningkatan impor yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor menyebabkan neraca perdagangan luar negeri Aceh berbalik mengalami defisit.

“Pada bulan Mei 2026, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh mengalami defisit sebesar 51,92 juta dolar AS,” demikian disampaikan Abdul Hakim. []

Reporter: Sammy

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News