NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jumlah jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat hingga Sabtu (6/6/2026), total delapan jemaah haji Aceh wafat selama menjalankan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penambahan jumlah tersebut terjadi setelah seorang jemaah asal Kabupaten Pidie meninggal dunia akibat gangguan kesehatan.
“Jemaah haji Aceh meninggal dunia di Makkah bertambah menjadi delapan orang,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Jemaah yang terbaru dilaporkan meninggal dunia adalah Nurdin Ali (69), anggota kelompok terbang (kloter) 10 asal Kabupaten Pidie. Ia wafat di Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayyiz, Makkah, pada Sabtu (6/6/2026) akibat gangguan jantung.
Sebelum Nurdin Ali, tujuh jemaah haji Aceh lainnya lebih dahulu meninggal dunia selama berada di Arab Saudi. Mereka adalah Mahdi Muhammad Sufi (60) dari kloter 2 asal Kabupaten Aceh Besar yang wafat di RS King Abdul Aziz akibat penyakit ginjal, Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74) dari kloter 10 asal Kabupaten Pidie yang meninggal di King Abdul Aziz Hospital pada 31 Mei 2026, serta Sulasry Abdul Gani (74) dari kloter 5 asal Kabupaten Bireuen yang wafat di kamar Hotel Burj Al Wahda Almutamayiz, Makkah, pada 31 Mei 2026.
Selain itu, Aminah Ahmad (76) dari kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya meninggal dunia di Sheefa Hospital pada 30 Mei 2026. Siti Salmijah (83), juga dari kloter 13 asal Pidie Jaya, wafat di RS Mina Al Wadi pada 28 Mei 2026. Kemudian Maimunah Yusuf Ali (72) dari kloter 13 asal Aceh Tamiang meninggal dunia pada 26 Mei 2026, serta Nurwaida Muhammad Yusuf (76) dari kloter 8 asal Kabupaten Bireuen yang wafat pada tanggal yang sama.
Menurut Arijal, seluruh jemaah haji Aceh yang meninggal dunia tersebut telah dimakamkan di Arab Saudi, yakni di pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Dan kepada pihak keluarga semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan atas kepergian almarhum-almarhumah,” tutur Arijal.
Di sisi lain, PPIH Embarkasi Aceh melaporkan masih ada sejumlah jemaah haji asal Aceh yang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Arab Saudi. Arijal menyebutkan sebanyak 10 jemaah haji Aceh saat ini masih mendapatkan penanganan kesehatan karena berbagai kondisi medis yang dialami.
PPIH Embarkasi Aceh berharap seluruh jemaah yang masih dirawat dapat segera pulih sehingga dapat melanjutkan rangkaian ibadah haji dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



