NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi Aceh pada September 2026 mencapai 5,03 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Angka tersebut meningkat dibandingkan inflasi tahunan pada Agustus 2026 yang tercatat 4,86 persen.
Berdasarkan data BPS Aceh, Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh pada September 2026 mencapai 116,62. Sementara inflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) tercatat 0,36 persen dan inflasi sejak awal tahun (year to date/y-to-d) mencapai 1,94 persen.
Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria sebelumnya menjelaskan bahwa kenaikan inflasi tahunan terjadi karena adanya peningkatan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.
“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” kata Agus Andria, sebagaimana dikutip Nukilan dari YouTube BPS Aceh, Kamis (1/10/2026).
Pada September 2026, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 12,17 persen dan memberikan andil 1,28 persen terhadap inflasi Aceh.
Kelompok lain yang mengalami kenaikan antara lain perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,90 persen, transportasi 5,94 persen, makanan, minuman dan tembakau 5,02 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 4,23 persen, serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,25 persen.
BPS mencatat sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan, yakni beras, nasi dengan lauk, emas perhiasan, bensin, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), tomat, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, dan semen.
Dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, beras memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan sebesar 0,62 persen, disusul daging ayam ras 0,27 persen dan SKM 0,20 persen. Secara keseluruhan, kelompok tersebut memberikan andil 1,92 persen terhadap inflasi Aceh.
Sementara pada kelompok transportasi, inflasi tahunan mencapai 5,94 persen dengan andil 0,59 persen. Bensin menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar, yakni 0,29 persen, diikuti angkutan udara sebesar 0,07 persen.
Secara wilayah, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,86 persen, disusul Aceh Tamiang 5,79 persen. Banda Aceh mencatat 4,69 persen dan Lhokseumawe 4,59 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Meulaboh sebesar 3,61 persen.
Dengan demikian, kenaikan inflasi Aceh pada September terutama tercermin dari tingginya inflasi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran, yang memberikan kontribusi 1,28 persen terhadap inflasi tahunan provinsi. []
Reporter: Sammy


