Gubernur Aceh Resmikan Aceh Corporate University untuk Perkuat Kompetensi ASN

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi membentuk Aceh Corporate University (Aceh Corpu) sebagai sistem pembelajaran terintegrasi untuk pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor 800.1.4/212/2026 sebagai langkah strategis dalam mendorong terwujudnya birokrasi berkelas dunia di Aceh.

Pembentukan Aceh Corpu bertujuan menciptakan ASN yang profesional, berintegritas, serta memiliki kinerja tinggi guna mendukung pencapaian target pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan amanat Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2025–2029.

Melalui konsep ini, Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dijadikan sebagai basis pembelajaran. Pengembangan kompetensi dilakukan secara inklusif, berdampak, efisien, serta terintegrasi dengan visi dan misi Pemerintah Aceh.

Dalam pelaksanaannya, Aceh Corpu mengacu pada Pedoman Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 306 Tahun 2024. Berbeda dari pelatihan konvensional, sistem ini menggabungkan pembelajaran formal, pembelajaran sosial seperti coaching dan mentoring, serta pembelajaran berbasis pengalaman seperti magang dan kerja tim.

Dari sisi kelembagaan, Gubernur Aceh bertindak sebagai Ketua Dewan Pengarah Pembelajaran, dengan Wali Nanggroe Aceh sebagai penasehat. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama dan Sekretaris Daerah Aceh turut menjadi anggota dewan pengarah yang bertugas merumuskan arah kebijakan pengembangan kompetensi agar selaras dengan RPJM Aceh dan manajemen talenta ASN.

Secara operasional, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh ditunjuk sebagai Koordinator Pembelajaran atau Chief Learning Officer yang bertanggung jawab mengoordinasikan pelaksanaan program serta pengembangan metode pembelajaran bagi seluruh SKPA.

Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan penunjukan para Asisten Sekretaris Daerah sebagai Koordinator Kelompok Keahlian atau Chief Group Skill yang terbagi dalam tiga bidang utama, yakni pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, perekonomian dan pembangunan, serta administrasi umum.

Struktur ini dirancang untuk menghapus sekat kerja antarinstansi dan mendorong kolaborasi melalui pendekatan Whole of Government dalam menangani isu strategis seperti kemiskinan, stunting, digitalisasi, dan investasi.

Melalui tujuh elemen inti, termasuk penguatan manajemen pengetahuan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), Aceh Corpu diharapkan mampu menjamin pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan.

Dengan sistem pembelajaran terintegrasi ini, Pemerintah Aceh menargetkan setiap indikator pembangunan dapat tercapai secara nyata di lapangan, sekaligus mewujudkan visi Aceh yang islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img

Read more

Local News