NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menilai tingginya harga tiket penerbangan domestik dari dan menuju Aceh perlu segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Aceh.
Selain memberatkan masyarakat, mahalnya tarif penerbangan disebut dapat berdampak terhadap perekonomian daerah, khususnya dalam menarik investasi serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Aceh.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Golkar DPRA, Khalid, dalam rapat paripurna terkait Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Gedung DPRA, Kamis (27/8/2026).
Fraksi Golkar meminta Pemerintah Aceh mengambil langkah konkret untuk mencari solusi atas persoalan harga tiket pesawat. Upaya tersebut, menurut mereka, dapat ditempuh melalui advokasi dan diplomasi, serta membangun komunikasi dengan maskapai penerbangan, Kementerian Perhubungan, hingga Presiden Republik Indonesia.
Golkar juga menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap penerapan Tarif Batas Atas (TBA) penerbangan yang dianggap masih memberikan beban cukup besar kepada masyarakat Aceh.
“Kondisi ini sangat membebani warga Aceh. Selain itu, menjadi salah satu faktor penghambat masuknya investor serta menurunkan angka kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara,” ujar Khalid.
Fraksi Golkar menggambarkan tingginya tarif tersebut melalui harga tiket penerbangan rute Banda Aceh-Jakarta yang saat ini berada di kisaran lebih dari Rp2 juta untuk harga termurah. Kondisi itu dinilai tidak sebanding dengan harga tiket pada sejumlah rute penerbangan domestik lainnya di Indonesia.
Di sisi lain, Fraksi Golkar turut menyoroti pentingnya hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendukung penerapan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance di Aceh.
Karena itu, Fraksi Golkar mendorong adanya forum koordinasi yang dilaksanakan secara rutin antarlevel pemerintahan. Forum tersebut dinilai penting untuk menyatukan perencanaan program, menyelaraskan penganggaran, sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Aceh. (xrq)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News




