Dispora Aceh Gelar Sayembara Menulis Cerpen Piala Gubernur Aceh Bertema Mitigasi Bencana

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh menggelar Sayembara Menulis Cerpen Piala Gubernur Aceh sebagai upaya mendorong kreativitas generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran tentang mitigasi bencana.

Kegiatan yang mengangkat tema “Pemuda dan Bencana Hidrometeorologi” ini terbuka bagi pemuda Aceh berusia 16 hingga 30 tahun yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP atau Kartu Keluarga (KK) Aceh. Sayembara tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pemuda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperluas pemahaman mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dalam ketentuannya, peserta diwajibkan mengirimkan karya cerpen berbahasa Indonesia yang baik dan benar dengan panjang naskah antara 1.000 hingga 1.500 kata dan diketik menggunakan spasi 1,5. Penggunaan bahasa daerah diperbolehkan dengan menyertakan catatan kaki. Karya yang dilombakan harus merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan, dan tidak sedang diikutsertakan dalam kompetisi lain. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya.

Naskah cerpen dikirim dalam format PDF melalui email cerpenmitigasi@gmail.com dengan melampirkan biodata singkat serta salinan KTP atau KK. Batas akhir pengiriman karya ditetapkan pada 29 April 2026, sedangkan pengumuman pemenang akan dilakukan pada 21 Mei 2026 melalui media resmi panitia.

Pada ajang ini, panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp29 juta yang akan diberikan kepada 18 pemenang. Satu pemenang utama akan memperoleh hadiah sebesar Rp10 juta.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat budaya literasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat literasi pemuda Aceh sekaligus mengampanyekan pentingnya mitigasi bencana melalui karya sastra, khususnya cerpen. Kami ingin generasi muda tidak hanya kreatif, tetapi juga peka terhadap isu-isu kebencanaan di lingkungan mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh karya cerpen yang terpilih nantinya akan menjadi hak milik panitia dan dapat dipublikasikan untuk berbagai kepentingan kegiatan tanpa menghilangkan identitas penulis. Selain itu, keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Sementara itu, Komunitas Hikayat Aceh sebagai pelaksana kegiatan menilai sastra memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebencanaan.

“Mitigasi bencana tidak hanya soal kebijakan dan teknologi, tetapi juga kesadaran kolektif. Karya sastra memiliki kekuatan untuk menyentuh emosi dan membangun ingatan bersama. Peristiwa kebencanaan perlu diabadikan dalam karya sastra agar menjadi pelajaran lintas generasi,” ungkap perwakilan komunitas tersebut.

Melalui kegiatan ini, Dispora Aceh mengajak seluruh pemuda di Aceh untuk berpartisipasi aktif sebagai bentuk kontribusi dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News