Direktur Utama Bank Aceh Raih Pemred Award 2026, Dinilai Berhasil Bangun Komunikasi Publik yang Transparan

Share

NUKILAN.ID | YOGYAKARTA – Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menerima Pemred Award 2026 kategori Corporate Leadership – The Best Communication dalam ajang Festival Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).

Penghargaan tersebut diberikan kepada pemimpin yang dinilai mampu membangun komunikasi publik yang kredibel, memperkuat keterbukaan informasi, serta menjalin hubungan yang baik dengan media massa dan masyarakat.

Berdasarkan penilaian Dewan Juri yang diketuai Anggota Dewan Pers RI, Yogi Hadi Ismanto, Fadhil Ilyas dinilai berhasil mendorong keterbukaan informasi melalui kemudahan akses informasi, menjaga hubungan yang harmonis dengan insan pers, serta konsisten membangun komunikasi yang konstruktif, profesional, dan bertanggung jawab. Penilaian juga mempertimbangkan kemampuan Bank Aceh dalam menjaga hubungan yang sehat antara institusi, media, dan masyarakat, sekaligus mendukung penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.

Menerima penghargaan tersebut, Fadhil Ilyas menyampaikan rasa syukur dan mendedikasikan penghargaan itu kepada masyarakat Aceh serta seluruh insan Bank Aceh.

“Alhamdulillah, penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh. Sebagai Bank Pembangunan Daerah milik masyarakat Aceh, penghargaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Fadhil, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bank Aceh dalam membangun budaya komunikasi yang cepat, akurat, mudah diakses, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, di tengah persaingan industri jasa keuangan yang semakin dinamis, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG). Karena itu, Bank Aceh terus memperkuat budaya transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi yang efektif sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyampaian informasi perusahaan secara berkala, penguatan fungsi kehumasan, optimalisasi kanal komunikasi digital, peningkatan layanan informasi publik, serta pengembangan hubungan profesional dan berkelanjutan dengan media di tingkat daerah maupun nasional.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah Syariah, Bank Aceh juga terus melakukan transformasi menjadi institusi keuangan modern yang berdaya saing nasional. Selain memperkuat bisnis, inovasi layanan, dan digitalisasi, perusahaan menempatkan komunikasi publik yang terbuka dan kredibel sebagai bagian dari strategi transformasi.

Momentum penghargaan ini juga bertepatan dengan satu dekade perjalanan Bank Aceh sebagai bank syariah. Dengan penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta sinergi antara Direksi, Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan seluruh insan perusahaan, Bank Aceh optimistis dapat terus meningkatkan daya saing sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Aceh.

Fadhil berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh insan Bank Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

“Kami menyadari bahwa kepercayaan adalah aset terbesar sebuah lembaga keuangan. Karena itu, penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik, menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun komunikasi yang profesional dan bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Pemred Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian Festival Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang digelar pada 17–19 Juli 2026 di Yogyakarta. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada kepala daerah, pimpinan lembaga, BUMN, BUMD, korporasi, serta tokoh nasional yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan dan komunikasi publik.

Dalam malam penganugerahan itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima penghargaan Pena Emas, sementara Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir turut meraih penghargaan atas kepemimpinan dan kontribusinya dalam tata kelola pemerintahan serta komunikasi publik.

Bagi Bank Aceh, penghargaan tersebut menjadi penguat komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan tata kelola yang baik, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mempercepat transformasi menuju Bank Pembangunan Daerah Syariah yang modern, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News