Monday, July 15, 2024

Bustami Hamzah Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri Tito Karnavian

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, turut serta dalam rapat koordinasi (Rakor) rutin yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian. Rakor yang digelar setiap hari Senin secara virtual ini melibatkan seluruh kepala daerah untuk membahas pengendalian inflasi.

Pj Gubernur Aceh bersama jajarannya mengikuti rakor tersebut dari Meuligoe Gubernur Aceh pada Senin, 13 Mei 2024. Turut hadir dalam kesempatan itu, Pj Sekda Aceh Azwardi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Mawardi, pengurus Kadin Aceh, serta sejumlah Kepala SKPA terkait.

Dalam rapat tersebut, Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa angka inflasi nasional saat ini berada pada angka 3,00 persen, turun dibandingkan inflasi nasional pada April 2023 yang tercatat sebesar 4,33 persen. Meski demikian, Tito menegaskan bahwa pihaknya tidak menargetkan harga bahan pokok, barang, dan jasa di Indonesia mencapai deflasi atau minus. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara konsumen sekaligus produsen.

“Kita targetkan inflasi kita di angka 1,5 sampai 3,5 persen, sehingga konsumen terjangkau dan produsen bisa mendapat untung,” ujar Tito.

Tito juga menyampaikan bahwa Kemendagri memiliki tim yang secara terus-menerus memantau dan memonitor kinerja kepala daerah dalam menindaklanjuti sembilan upaya yang perlu dilakukan pemerintah daerah untuk pengendalian inflasi. Namun, hingga saat ini masih terdapat 96 pemerintah daerah yang belum menindaklanjuti satu pun dari sembilan instruksi tersebut.

Lebih lanjut, Tito menegaskan bahwa bagi daerah yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) kepala daerah dan tidak menjalankan upaya-upaya tersebut, maka pihaknya akan segera mengevaluasi jabatan tersebut. Sementara bagi daerah yang dipimpin oleh kepala daerah definitif, kinerja mereka akan diekspos ke media massa.

Adapun sembilan instruksi untuk pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi adalah sebagai berikut: pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, rapat teknis TPID, menjaga pasokan barang pokok dan barang penting, pencanangan gerakan menanam, melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor, berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, merealisasikan BTT, serta memberikan bantuan transportasi dari APBD.

Editor: Akil Rahmatillah

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img