Bursa Ketua Demokrat Aceh Menghangat, DPP: Semua Punya Peluang

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memastikan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh akan digelar setelah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat pada September 2026.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan Musda merupakan agenda lima tahunan yang wajib dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Musda tentu sebagai event lima tahunan yang diwajibkan oleh AD/ART dan akan kami laksanakan pada tahun ini,” kata Herman Khaeron saat diwawancarai Nukilan di Banda Aceh, Kamis (18/6/2026)

Menurutnya, DPP saat ini masih fokus menyelenggarakan Musda di sejumlah daerah lain. Dalam waktu dekat, Musda akan digelar di Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung, kemudian dilanjutkan ke Sumatera Barat hingga akhir Juli 2026.

Karena itu, pelaksanaan Musda Partai Demokrat Aceh diperkirakan berlangsung setelah September 2026.

“Aceh mungkin setelah September, karena pada September kami akan melaksanakan rangkaian kegiatan ulang tahun Partai Demokrat ke-25. Setelah itu baru kami meneruskan pelaksanaan Musda,” ujarnya.

Herman menegaskan seluruh kader memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti kontestasi pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Ia mengajak seluruh kader untuk berkompetisi secara damai dan menjunjung tinggi semangat demokrasi.

“Bagi siapa pun, kader silakan berkontestasi dengan damai, dengan baik, dan terbuka untuk siapa pun,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa Musda bukan hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga momentum memperluas partisipasi masyarakat dalam Partai Demokrat.

Menurutnya, proses Musda akan membuka peluang terbentuknya kepengurusan baru yang kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Cabang (Muscab), sehingga masyarakat yang ingin bergabung dan berjuang bersama Partai Demokrat memiliki ruang yang lebih luas.

“Sebagai partai modern dan inklusif, kami terbuka untuk siapa pun, baik tokoh masyarakat maupun warga yang berminat bergabung dengan Partai Demokrat,” ujarnya.

Terkait munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Herman mengatakan hingga saat ini belum ada kandidat yang diumumkan secara resmi oleh partai.

Ia menegaskan Partai Demokrat terbuka bagi siapa saja, baik kader internal maupun figur dari luar partai yang memenuhi ketentuan untuk mengikuti proses yang berlaku.

“Hingga hari ini belum secara resmi, namun silakan saja siapa pun, apakah dari internal maupun eksternal. Kami sebagai partai modern dan terbuka, terbuka untuk siapa pun,” katanya.

Mengenai nama-nama yang mulai mencuat, Herman menyebut tidak hanya Nurdiansyah Alasta, tetapi juga sejumlah kader lain yang dinilai memiliki kapasitas memimpin partai di Aceh.

“Kalau wacana banyak, bukan hanya Pak Dian. Ada juga Pak Rian Syaf, Pak Bram, Pak Sayuti, dan banyak kader Demokrat lainnya yang cukup mampu menjadi pemimpin di DPD Partai Demokrat Aceh,” ujarnya.

Herman menjelaskan, sesuai mekanisme AD/ART partai, Musda nantinya akan 

menghasilkan calon yang diusulkan kepada Ketua Umum Partai Demokrat. Selanjutnya, keputusan akhir mengenai penetapan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh berada di tangan Ketua Umum Partai Demokrat.

“Sesuai AD/ART, nanti ada pelaksanaan Musda. Dari Musda akan dihasilkan calon yang diusulkan kepada ketua umum, dan pada akhirnya otoritas ketua umum untuk menetapkan siapa Ketua DPD terpilih,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News