NUKILAN.ID | BIREUEN – Seorang bocah sekolah dasar di Kabupaten Bireuen, Aceh, menyita perhatian publik setelah menulis surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia. Bocah bernama Nur Fitri (8) itu menyampaikan keluh kesahnya setelah empat bulan tinggal di tenda darurat akibat banjir yang merusak rumahnya.
Momen tersebut viral setelah diunggah melalui akun Instagram @acehgroundtimes. Dalam video itu, Fitri tampak membacakan surat yang ia tulis tangan di atas kertas bergaris.
Dalam suratnya, Fitri menceritakan kondisi yang ia alami bersama warga lainnya di lokasi pengungsian yang berada di halaman Kantor Bupati Bireuen.
”Nama saya Nur Fitri, umur saya 8 tahun. Saya masih sekolah di SD. Sekarang saya tinggal di tenda di halaman kantor bupati Bireuen, rumah saya rusak karena banjir tahun lalu,” ungkap Fitri saat membacakan isi suratnya.
Ia menggambarkan sulitnya menjalani kehidupan sehari-hari di bawah tenda. Cuaca ekstrem menjadi tantangan utama, mulai dari panas menyengat di siang hari hingga dingin menusuk saat malam.
”Di tenda saya sedih, pak. Malam kedinginan, siang panas. Kalau hujan saya takut, kadang saya menangis diam-diam di selimut,” ungkapnya.
Ia mengaku merindukan kehidupan normal seperti anak-anak lain, terutama bisa belajar dengan nyaman di rumah dan berangkat ke sekolah dari tempat tinggal sendiri.
”Pak Presiden, saya rindu rumah saya. Rindu bisa belajar di rumah saya. Rindu pergi ke sekolah dari rumah seperti anak-anak lain,” lanjutnya lagi.
Menjelang Hari Raya, harapan Fitri semakin besar agar keluarganya dapat kembali memiliki rumah. Ia ingin merayakan momen tersebut tidak lagi di tenda pengungsian.
”Sebentar lagi Hari Raya. Saya ingin merayakannya di rumah, bukan di tenda,” pintanya.
Dalam bagian akhir suratnya, Fitri juga menyampaikan janji kepada Presiden jika permohonannya dikabulkan.
”Pak Presiden, kalau bapak bangun rumah saya dan teman-teman yang kena banjir, saya janji akan belajar rajin dan jadi anak yang baik, berbakti kepada orang tua, agama, dan negara,” pungkasnya.
Kisah Fitri menjadi potret kondisi anak-anak korban bencana yang masih bertahan di pengungsian dan berharap adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.












