NUKILAN.ID | Jakarta — Bank Aceh Syariah mengimbau para nasabah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi promo undian yang beredar di media sosial dan mengatasnamakan perseroan. Pihak bank menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak berasal dari kanal resmi perusahaan.
Klarifikasi ini disampaikan setelah beredarnya unggahan di Facebook pada 6 Januari 2026 yang menampilkan tautan pendaftaran undian dengan berbagai iming-iming hadiah besar. Unggahan tersebut menyasar pengguna yang disebut sebagai nasabah aktif aplikasi Action Mobile atau layanan mobile banking Bank Aceh.
Dalam unggahan tersebut tercantum informasi berikut:
“KHUSUS Nasabah Bank BPD Aceh Yg sudah Aktif Menggunakan Aplikasi Action Mobile ( MBanking )
Hadiah Utama:
10 Tiket Umroh Gratis
1 Mobile Fortuner
1 Mobile Pajero Sport
1 Mobile X Pander
30 Motor Honda Vario
25 TV Led 31in
10 Hp Iphone 15 promax
40 Kulkas Dua Pintu
20 Emas & Logam Mulia
Masih Banyak Hadiah Lainnya
Untuk melanjutkan pendaftaran kupon undian BANK BPD ACEH, Klik daftar”
Unggahan tersebut juga menyertakan menu pendaftaran yang mengarahkan pengguna ke sebuah tautan mencurigakan:
“http://ach-regestrasi-cs kupon.my.id/?fbclid=IwY2xjawPMIv9leHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFkVUw5V2hxSVV4eGVrU093c3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHtfXVp3-txk41W4TEidFw7Eg3UeNKuMslu9F-N8alP0vR_tpT1Mu7a20txFc_aem_TTdbVaYAIetIESwe8WPhuw”.
Klarifikasi Manajemen
Melalui akun Instagram resmi @bankacehofficial, manajemen menegaskan bahwa promo undian tersebut tidak benar dan bukan bagian dari program resmi Bank Aceh. Nasabah diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa verifikasi.
“Di tengah banyaknya informasi yang beredar, kami mengimbau untuk nasabah harap berhati-hati terhadap promo undian palsu yang mengatasnamakan Bank Aceh, dengan jangan mudah tergiur oleh iming-iming hadiah,” tulis manajemen Bank Aceh.
Pihak bank juga meminta masyarakat selalu memeriksa sumber informasi dan memastikan hanya mengikuti pengumuman dari kanal resmi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Selain itu, Bank Aceh menjelaskan sejumlah ciri informasi palsu, di antaranya berasal dari akun tidak resmi, menggunakan judul sensasional, serta mendorong pengguna untuk segera mengklik tautan atau melakukan pendaftaran.
Manajemen kembali menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti PIN, OTP, maupun informasi sensitif lainnya melalui tautan atau pesan tidak resmi.
“Bank Aceh menyatakan tidak pernah meminta PIN, OTP, atau data sensitif lainnya. Cek layanan resmi di linkin.bio/bankaceh,” tutup pernyataan manajemen.
Sebelumnya, isu keamanan digital dan penipuan daring juga menjadi perhatian industri perbankan, seiring meningkatnya berbagai modus serangan siber terhadap nasabah, sebagaimana disoroti dalam pemberitaan terkait strategi pengamanan siber oleh Maybank Indonesia.










