Awal Tahun 2026, Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp 7,7 per Mayam

Share

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mengawali tahun 2026, harga emas murni di pasar Banda Aceh menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Per hari ini, Senin (5/1/2026), harga emas melonjak ke angka Rp 7.700.000 per mayam belum termasuk ongkos buat.

Daffa, pedagang emas di Toko Italy, kawasan Pasar Aceh, menjelaskan bahwa kenaikan tajam ini dipicu oleh tensi geopolitik global yang memanas. Salah satu faktor utamanya adalah kabar penangkapan Presiden Venezuela yang mengguncang stabilitas pasar internasional.

“Penyebab harga emas ‘bersinar’ saat ini karena situasi geopolitik memanas menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela. Hal ini memicu kenaikan harga yang cukup panas di pasar,” ujar Daffa saat ditemui Nukilan di tokonya, Senin (5/1).

Sebelum mencapai angka Rp 7,7 juta, harga emas sempat mengalami koreksi atau penurunan dari Rp 7.740.000 ke Rp 7.600.000. Menurut Daffa, penurunan tersebut terjadi karena banyak investor asing yang melakukan aksi ambil untung (profit taking).

“Kemarin sempat turun karena investor asing menjual emas dalam jumlah besar, ber ton-ton, untuk mengambil keuntungan. Namun, dengan situasi politik global sekarang, investor diprediksi akan kembali berburu emas sebagai aset aman (safe haven),” lanjutnya.

Ia menyebut harga emas akan menembus Rp 8 juta per mayam pada tahun 2026. Menurut prediksinya, kenaikan itu mungkin terjadi dalam waktu dekat dan tidak menunggu hingga pertengahan tahun.

“Harga emas akan tembus Rp8 juta per mayam tahun ini, tinggal hitung hari. Mungkin tidak sampai pertengahan tahun sudah naik,” ucap Daffa.

Dengan kondisi pasar saat ini, Daffa menilai masyarakat yang memiliki emas berada dalam posisi yang menguntungkan. “Bagi yang punya emas sekarang, jelas sangat menguntungkan,” tuturnya.

Sementara itu, harga emas Antam juga mencatat kenaikan. Harga emas Antam per gram saat ini berada di angka Rp2.940.000, meningkat dari sebelumnya sekitar Rp2.890.000 per gram.

Reporter: Rezi

Read more

Local News