Waspada Cuaca Panas, Ini Tips Menjaga Kesehatan Saat Beraktivitas di Luar Ruangan

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Gelombang panas kembali terasa di sejumlah wilayah Aceh. Kondisi tersebut ditandai dengan tingginya temperatur udara yang membuat Aceh kembali tercatat sebagai salah satu daerah dengan suhu maksimum tinggi di Indonesia.

Mengacu pada hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip Nukilan.id, suhu tertinggi harian di Aceh berada di rentang 37 hingga 37,2 derajat Celsius.

Catatan Stasiun Klimatologi (Staklim) Aceh bersama Stasiun Meteorologi (Stamet) Sultan Iskandar Muda menunjukkan temperatur maksimum mencapai 37,2 derajat Celsius. Kondisi ini menempatkan Aceh dalam jajaran wilayah Indonesia yang mengalami suhu udara relatif tinggi.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika siang hari. Warga juga dianjurkan memperbanyak asupan cairan serta menggunakan perlindungan seperti penutup kepala dan tabir surya apabila harus berada di bawah terik matahari.

Paparan suhu tinggi juga perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan kelelahan, khususnya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan.

Untuk membantu tubuh tetap terjaga selama cuaca panas, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan.

Pertama, kebutuhan cairan harus dipenuhi secara berkala. Air putih dapat dikonsumsi sekitar dua hingga tiga liter setiap hari dan sebaiknya tidak menunggu hingga tubuh merasa haus. Konsumsi kopi maupun teh manis secara berlebihan juga perlu dikurangi untuk membantu menjaga kecukupan cairan tubuh.

Kedua, tubuh dan kulit perlu mendapat perlindungan dari sinar matahari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dapat menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30, sekaligus memakai topi bertepi lebar, payung, atau kacamata hitam.

Pemilihan pakaian turut berpengaruh terhadap kenyamanan saat temperatur tinggi. Pakaian yang longgar, berbahan katun, mudah menyerap keringat, dan berwarna terang dapat menjadi pilihan agar tubuh tidak mudah terasa gerah.

Paparan matahari secara langsung juga sebaiknya dikurangi, terutama pada rentang pukul 11.00 hingga 15.00 WIB ketika intensitas radiasi matahari umumnya lebih tinggi.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan selama temperatur udara masih berada pada level tinggi. Anak-anak, warga lanjut usia, serta pekerja yang menghabiskan banyak waktu di luar ruangan termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih terhadap risiko akibat cuaca panas. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News