NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Seluruh jalur pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) ditutup sementara mulai 1 September 2026. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kemarau.
Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PG.546/BBTNGL/TU/08/2026 yang ditandatangani Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, pada 31 Agustus 2026.
“Seluruh jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Leuser ditutup Sementara mulai tanggal 1 September 2026 sampai dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan,” demikian disampaikan dalam surat tersebut, dikutip Nukilan, Selasa (1/9/2026).
Dalam pengumuman tersebut, Subhan menyebut penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi musim kemarau 2026 serta kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/8/2026 tentang penutupan sementara dan pembukaan secara terbatas wisata pendakian gunung di kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.
Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian di TNGL. BBTNGL belum menetapkan tanggal pembukaan kembali sehingga aktivitas pendakian tetap dihentikan sampai terdapat keputusan lebih lanjut.
BBTNGL mengimbau calon pendaki yang telah merencanakan perjalanan untuk menjadwalkan ulang pendakian. Pengunjung, pelaku jasa wisata pendakian, serta pihak terkait lainnya juga diminta mematuhi ketentuan penutupan sementara tersebut.
Penutupan jalur pendakian menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi potensi kebakaran di kawasan konservasi selama periode risiko karhutla meningkat.
TNGL merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Pulau Sumatra yang memiliki ekosistem hutan tropis dengan keanekaragaman hayati tinggi. Pengaturan aktivitas pendakian selama kondisi berisiko juga ditujukan untuk menjaga keselamatan pengunjung dan mencegah aktivitas manusia menjadi sumber pemicu kebakaran.
Sampai saat ini, BBTNGL belum menetapkan batas waktu berakhirnya penutupan. Pembukaan kembali jalur pendakian akan menunggu perkembangan kondisi kawasan serta keputusan dari otoritas terkait. []
Reporter: Sammy

